Seharusnya dari awal aku tahu
Tak perlu kubawa bawa segala macam perasaan
Karena kata kata mu yang nyaman
Nantinya hanya akan sebatas harapan
Aku bodoh
Tak pernah bisa belajar
Bahkan keledai pun tidak terjatuh pada jurang ke-1000 nya
-
Jumat, 26 Februari 2016
Kamis, 25 Februari 2016
Setelah Pertemuan
Pada akhir setiap pertemuan
selalu adalah gaung
yang kosong
suaramu menderu berulang disana
sementara aku masih mengeja maksudnya
kita tidak mengerti
pada batas mana masing masing memberi arti
Sejauh apa aku bisa menjangkaumu?
Sedalam apa aku boleh memasuki hidupmu?
Tidak kutemukan jawabannya. Belum. Belum?
Setelah 5 menit dan puluhan 5 menit berikutnya.
Pertemuan ini akan diakhiri, oleh lirikan matamu kepada pergelangan tangan kirimu.
Kemudian hanya diam.
Semakin tidak mengerti--
karena dengan berakhirnya pertemuan ini, kita hanya akan melukiskan bayang diri pada masing masing imaji
Mencari cara menciptakan pertemuan kedua, ketiga, keenambelas dan seterusnya
Yang tersisa kemudian adalah penyesalan
seharusnya tidak perlu ada pertemuan pertemuan itu
yang terus memperjelas intonasi pertanyaan padaku, dan mungkin padamu
Sejauh apa aku bisa menjangkaumu?
Sedalam apa aku boleh memasuki hidupmu?
Tapi kemudian dengan bodohnya,
kita ulangi lagi..
selalu adalah gaung
yang kosong
suaramu menderu berulang disana
sementara aku masih mengeja maksudnya
kita tidak mengerti
pada batas mana masing masing memberi arti
Sejauh apa aku bisa menjangkaumu?
Sedalam apa aku boleh memasuki hidupmu?
Tidak kutemukan jawabannya. Belum. Belum?
Setelah 5 menit dan puluhan 5 menit berikutnya.
Pertemuan ini akan diakhiri, oleh lirikan matamu kepada pergelangan tangan kirimu.
Kemudian hanya diam.
Semakin tidak mengerti--
karena dengan berakhirnya pertemuan ini, kita hanya akan melukiskan bayang diri pada masing masing imaji
Mencari cara menciptakan pertemuan kedua, ketiga, keenambelas dan seterusnya
Yang tersisa kemudian adalah penyesalan
seharusnya tidak perlu ada pertemuan pertemuan itu
yang terus memperjelas intonasi pertanyaan padaku, dan mungkin padamu
Sejauh apa aku bisa menjangkaumu?
Sedalam apa aku boleh memasuki hidupmu?
Tapi kemudian dengan bodohnya,
kita ulangi lagi..
Sabtu, 09 Januari 2016
9 Januari 2016, 01:45
Hello, how are you?Awalnya mau ngepost di tumblr karena cuma galau yang nggak mutu. Tapi minder lihat postingan teman teman lain di sana yang sangat dewasa dan bermakna. Maaf tempat sampah, akhirnya kau jualah yang harus menampung kata kata ini. Semangat pet, semangat!
It's so typical of me to talk about myself, I'm sorry.
Sabtu, 02 Januari 2016
Rongewu nembelas
Assalamualaikum!
Sudah tahun baru lagi kak.
Postingan ini akan saya mulai dengan kata-kata mainstream khas awal tahun..
Wah nggak kerasa ya udah 2016 aja.
Time really does fly, doesn't it?
Ngambil dari istilah di berita, 2015 dibilang sebagai tahun gaduh. Karena banyak polemik di berbagai bidang, khususnya politik. Well that's not good topic to talk about anyway
Tahun gaduh. Istilah yang sedikit banyak juga mengambarkan bagaimana tahun 2015 versi saya.
Ya, 2015 tak ubahnya seperti tahun-tahun kepungkur. masih ikut arus. masih begini.
Tapi bedanya, dunia rasanya lebih menyibukkan, lebih menyilaukan, lebih merepotkan. Terlalu banyak urusan dunia yang diurus. Banyak hal yang mati-matian dilakukan, diperjuangkan, tapi lupa tujuannya untuk apa. Waton aksi. Ha gundulmu.
Walaupun memang beberapa hal sudah dikerjakan sih, tapi kebanyakan karena kewajiban, yang mau nggak mau harus dilakukan. Bukan yang berasal dari dalam hati.
Lah, hati meneh. Kayaknya dia banyak liburnya tahun ini. Jarang dipakai.
So, there it is. 2016.
Yang memberi harapan akan ketenangan dibalik gaduhnya tahun yang lalu.
366 hari, ada tambahan waktu sehari kaw. Harus lebih banyak yang dilakukan.
Seperti halnya orang kebanyakan, harus ada resolusi, ya setidaknya niatan untuk memperbaiki yang kurang baik.
Tahun ini sepertinya akan banyak kata selesai.
Studi yang dijadwalkan selesai oleh universitas.
Skripsi yang harus selesai karena masa studinya sudah selesai :"
Menyambut 22 tahun, completely a big girl cah. Selesai jadi cah gembeng-nya.
Juga tentang perasaan, yang harus diselesaikan. *pret pret*
Piye to kih malah tekan ngendi ngendi. Haha
Harapannya semoga tahun ini banyak ketenangan juga seperti yang selalu, keridhoan. Amin.
Untuk menutup postingan ini ijinkan saya gunakan kembali kata-kata mainstream khas awal tahun.
Welcome 2016, be nice please :)
Sudah tahun baru lagi kak.
Postingan ini akan saya mulai dengan kata-kata mainstream khas awal tahun..
Wah nggak kerasa ya udah 2016 aja.
Time really does fly, doesn't it?
Ngambil dari istilah di berita, 2015 dibilang sebagai tahun gaduh. Karena banyak polemik di berbagai bidang, khususnya politik. Well that's not good topic to talk about anyway
Tahun gaduh. Istilah yang sedikit banyak juga mengambarkan bagaimana tahun 2015 versi saya.
Ya, 2015 tak ubahnya seperti tahun-tahun kepungkur. masih ikut arus. masih begini.
Tapi bedanya, dunia rasanya lebih menyibukkan, lebih menyilaukan, lebih merepotkan. Terlalu banyak urusan dunia yang diurus. Banyak hal yang mati-matian dilakukan, diperjuangkan, tapi lupa tujuannya untuk apa. Waton aksi. Ha gundulmu.
Dan rasa-rasanya tahun ini adalah puncak kehilangan diri yang sebanyak banyaknya. Waktu seperti halnya kendaraan di jalanan, lewat tanpa terhiraukan kemudian hilang di tikungan.
Juga sering banget nggak jujur sama
keadaan, which worsening me life the most.
Terlalu banyak juga keinginan-keinginan yang menyesakkan. Kalo kata pakdhe iwan fals "keinginan adalah sumber penderitaan". Exactly it is, pakdhe.Walaupun memang beberapa hal sudah dikerjakan sih, tapi kebanyakan karena kewajiban, yang mau nggak mau harus dilakukan. Bukan yang berasal dari dalam hati.
Lah, hati meneh. Kayaknya dia banyak liburnya tahun ini. Jarang dipakai.
Ya begitulah terlalu banyak dunia, terlalu masuk ke dalam
nya, ra sadar diri padahal pijakannya masih belum kuat. Dan sudah sifatnya dunia, penuh aneka warnanya, suara, kerlap kerlip--gaduh. Itulah.
Tapi betapa baiknya Tuhan itu, diciptakannya waktu sebagai makhluk yang terus berjalan. Mungkin sesekali melambat, atau terlalu cepat, tapi tidak pernah sekali pun berhenti. Agar kita pun ikut bergerak, memperbaiki keadaan, tidak larut-larut pada suatu masa saja.
Yang memberi harapan akan ketenangan dibalik gaduhnya tahun yang lalu.
366 hari, ada tambahan waktu sehari kaw. Harus lebih banyak yang dilakukan.
Seperti halnya orang kebanyakan, harus ada resolusi, ya setidaknya niatan untuk memperbaiki yang kurang baik.
Tahun ini sepertinya akan banyak kata selesai.
Studi yang dijadwalkan selesai oleh universitas.
Skripsi yang harus selesai karena masa studinya sudah selesai :"
Menyambut 22 tahun, completely a big girl cah. Selesai jadi cah gembeng-nya.
Juga tentang perasaan, yang harus diselesaikan. *pret pret*
Piye to kih malah tekan ngendi ngendi. Haha
Harapannya semoga tahun ini banyak ketenangan juga seperti yang selalu, keridhoan. Amin.
Untuk menutup postingan ini ijinkan saya gunakan kembali kata-kata mainstream khas awal tahun.
Welcome 2016, be nice please :)
Kamis, 29 Oktober 2015
Choosing
Ada banyak pilihan dalam hidup
bahkan hidup itu sendiri adalah tentang memilih
dari yang paling mudah misalnya memilih mau makan siang dimana hari ini,
memilih memakai baju yang mana,
memilih untuk menyapa atau kembali dalam sepinya kediaman. Ea.
Oke, kembali dengan pilihan. Untuk memilih akan banyak pertimbangan yang kemudian muncul. Tentang baik buruk, benar salah, jauh dekat, sepi ramai, hitam putih dan semuanya.
Dan pilihan yang kita ambil adalah apa yang paling sesuai dengan keadaan kita saat itu atau hal hal yang kita harapkan akan terjadi dengan memilih pilihan itu.
pertimbangan, harapan, keadaan, adalah hal-hal yang membawa kita pada sebuah pilihan.
namun ada saatnya kita menyesali pilihan yang sudah kita pilih.
karena harapan yang tidak sesuai
karena pertimbangan yang tidak matang dan kurang mendalam
karena keadaan yang cekat dan memaksa
tapi buat apa menyesal kalau waktu tak dapat lagi diputar
pilihan yang kita pilih dengan segala konsekuensi atas keadaaan, pertimbangan, dan harapan itu juga yang akhirnya harus kita jalankan
menyesal hanya akan membuat keadaan semakin tidak menyenangkan
kerena kembali juga tidak mungkin, satu satu nya pilihan adalah menjalankan pilihan kita
tidak ada yang terjadi dengan kesia-siaan kok, nothing goes for nothing.
jalan terus saja, sambil berdoa untuk hal-hal baik
semoga Allah menunjukkan jalan yang lurus.
sedang mulai penelitian dan mumet :" semangat!
Rabu, 21 Oktober 2015
Semoga, Amin.
Kau baik saja kan?
Aku bermimpi tentangmu sore tadi
Kau menyapaku,
Aneh..
Mimpi memang selalu berkebalikan dengan kenyataan, ya?
Kau baik saja kan?
Betapa jarak mengambil banyak dirimu dariku
Bahkan aku lupa di nada apa kau ambil suaramu
Kau baik saja kan?
Aku hafal tatapanmu saat dunia mengambil pikiranmu
Keruh
Ingin semua segera selesai
Tapi kau baik saja kan?
Semoga.........
Amin.
21/10/2015
Aku bermimpi tentangmu sore tadi
Kau menyapaku,
Aneh..
Mimpi memang selalu berkebalikan dengan kenyataan, ya?
Kau baik saja kan?
Betapa jarak mengambil banyak dirimu dariku
Bahkan aku lupa di nada apa kau ambil suaramu
Kau baik saja kan?
Aku hafal tatapanmu saat dunia mengambil pikiranmu
Keruh
Ingin semua segera selesai
Tapi kau baik saja kan?
Semoga.........
Amin.
21/10/2015
Di Perempatan
Aku rindu memainkan awan
Menjadikannya bentuk bentuk yang kuinginkan
Karena sekarang yang kumainkan hanyalah waktu--yang mukanya selalu masam
Aku rindu tawa kita, saat menerbangkan layang layang
Sambil mendengar angin bercerita tentang masa depan
Kita tertawa lagi
...
Aku sudah disini kawan, namun tak kujumpai lagi tawamu
Bahkan angin pun berpaling saat berpapasan
Sungguh, aku merindukanku
Perempatan, 18/10/2015
Menjadikannya bentuk bentuk yang kuinginkan
Karena sekarang yang kumainkan hanyalah waktu--yang mukanya selalu masam
Aku rindu tawa kita, saat menerbangkan layang layang
Sambil mendengar angin bercerita tentang masa depan
Kita tertawa lagi
...
Aku sudah disini kawan, namun tak kujumpai lagi tawamu
Bahkan angin pun berpaling saat berpapasan
Sungguh, aku merindukanku
Perempatan, 18/10/2015
Langganan:
Postingan (Atom)
