Minggu, 09 Oktober 2011

A little thing called LOVE

ini jam 12 malam. malam minggu. eh sabtu malam nding. eh minggu malam. eh. ah karepmu

jadi saya tidak bisa tidur dan memutuskan untuk menonton film yang sebenarnya sudah pernah saya tonton. kenapa saya menonton film yang sudah pernah saya tonton? yo sakjane yo cah. yo mung sakjane lho. gunane ngesave film di laptop kalian adalah bahwasanya suatu hari nanti kalian akan menontonnya lagi. begitu kan? yasudah sah protes.


ini film yang sempat booming pertengahan tahun ajaran lalu di sekolah saya. Thai Film. judulnya sesuatu cilik jeneng e tresno. sesuatuhhh yah. A Little Thing Called Love.

jadi ini ceritanya ada anak di sma. eh tapi pakaian e smp nek neng indonesia. warnanya biru putih. tapi sakjane itu sma kok. yowes ngopo dibahas sih -_-
namanya Nam. perempuan. dia punya 3 sahabat. Nam ini bentukannya...... yo piye yo. tidak gaul dan tidak cantik. terus dia suka sama seorang laki-laki. namanya P'Shone. nah kalo P'Shone ini bentukannya subhanallah wal hamdulillah wa la illa ha illallah hu allahu akbar. ya bayangkanlah sendiri.
terus inti daripada inti. karena P'Shone ini bentuknya We O We banyak perempuan yang suka. terus si Nam ini juga suka. tapi dia nggak berani mengungkapkan. yo ngono-ngono kae lah.
tapi teman-temannya mbantuin Nam biar bisa jadi cantik dan P'Sone suka. Nam berusaha keras terus Namnya langsung mak WOW jadi cantik tinggi dan putih. dari komen teman-teman saya banyak yang bilang kalau itu ganti orang. soal e dadi ayu banget. tapi kayaknya enggak kok nek ganti. ehm ganti orang? saya jadi ingat film eksplanasi NP -___- jadi di situ ceritanya saya jadi seperti Nam begitu. njuk seneng juga begitu. njuk ke dukun njuk jadi cantik. tapi GANTI ORANG. okeeeeeeee. dadi orang yang cantik bukan saya lagi ngono kae ceritane. isin tenan.

bali meneh neng Nam. terus dia jadi cuantik biyanget mbok wuh. njuk banyak yang suka. njuk akhirnya dia deket sama P'Shone. tapi dia jadiannya sama temennya P'Shone, namanya P'Top (sijine Beng-beng). soalnya yang bilang duluan P'Top itu. tapi sakjajannya si Nam itu seneng e yo karo P'Shone. maksud e mungkin jadian sama P'Top ben bisa deket sama P'Shone gitu, njuk yasudin mereka dekat. main-main bareng. tapi pada suatu malam si Nam ini nggak mau lagi sama P'Top. soalnya P'Top dan P'Shone pernah janji kalo nggak bakal suka sama orang yang sama. dan jdeeeer yowes nek ngono karepmu aku karo P'Shone pokokmen kang. mungkin begitu isi pikiran Nam. dan berakhirlah mereka. terus pas lulusan. si Nam bilang sama P'Shone nek dia suka sama P'Shone udah semenjak kelas 1. udah 3 tahun. dia berusaha keras cuma buat P'Shone dan lain lainnya. wadooow. eeeeh ternyata si P'Shone sudah jadian 1 minggu sama orang lain. yaaaah njuk melow banget kae. aku we nangis #ngaku.


terus si P'Shone ini mau ke Bangkok buat nerusin kuliah sama main bola. dan si Nam ke Amerika nyusul bapaknya.
dan deng deng deng.... ternyata si P'Shone ini juga udah suka sama Nam semenjak kelas 1. pas si Nam masih jelek, si P'Shone ini udah suka. ternyata si P'Shone ini suka moto-moto si Nam. njuk barang-barang yang dari Nam gitu disimpen semua. *.* po ra edan jal? bikin geregetan.
tapi si Nam udah terlanjur ke Amerika, si P'Shone juga udah ke Bangkok.
lalu bertahun-tahun berlalu dan si Nam ini jadi desainer terkenal. Si P'Shone jadi fotografer. dan si Nam masih nggak bisa ngelupain P'Shone, masih suka gitu, tidak berubah. mereka belum pernah ketemu lagi sejak lulusan itu.
terus di acara talkshow, si Nam ini lagi curhat-curhat. eeeeeh tiba-tiba si P'Shone didatangkan. njuk akhirnya mereka bersatu.

mirip ftv? nek belum nonton ngomong aja gitu :D cobain dulu.

mungkin ini tipikal film anak sma, kejadian masa sma, peristiwa-peristiwa sek common banget di sma gitu jadine rodho piyeeee ngono. hahaha. ya cuma buat resensi aja :) selamat menonton!

Senin, 22 Agustus 2011

Galau Yang Berbeda

setelah saya pikir dan jalani.
ternyata ngepost di tambler tidak seenak ngepost di sini *ciye* :D


jadi saya akan menulis sesuatu yang galau.
sebelumnya sudah saya peringatkan oke, ini galau. krusial.

ini tentang masa depan.
sebelumnya saya memang memikirkan ini. tapi yowes.
mikir-mumet-ah luweh-rampung-menjalani hidup kembali-kepikiran-mumet meneh-luweh meneh-rampung meneh-menjalani hidup kembali meneh-kepikiran meneh-dan seterusnya meneh.
biasanya jarak antara 'kepikiran meneh' dan 'menjalani hidup kembali' itu lama.
tapi kali ini lain. LAIN!
ini aneh. ini tidak biasa. ini GALAU YANG BERBEDAAAAA!!!!!
...........
maaf, kalut.

huffff haaahh
jadi, sampai mana? oh iya.
ini berbeda. saya kepikiran kemudian mumet, tapi tidak bisa luweh.
sampai kapan saya harus luweh?
ini tidak bisa dibiarkan.
ini masa depan bung. luweh saja tidak cukup.
jadi saya terus terusan mumet.

ini awalnya dari buber di rumah edit.
jadi waktu itu mengomongkan cita-cita dan jurusan-jurusan begitu.
sudah pada mantap semuanya. ya bukan mantap, setidak e wes nduwe gambaran lah. mau kesini, kalo enggak ya kesini. ya kalo enggak ya kesitu. nanti ambil ini. habis ini gitu. terus gini.
lha aku?

lha kowe? lha kowe piye? lha kowe ngopo? lha kowe sopo? lha kowe wes usaha opo?


kita memang punya orang lain di dalam diri kita. ya kan? ora mung aku tok kan? tenan lho iki?

(btw, maaf ya saya emosional sekali nulis ini.)

terus perjalan pulang sampai masuk rumah sampai mau tidur sampai bangun saur sampai detik ini. SAYA KEPIKIRAN. aseeeeeeem sopo to sek mulai ngomongke cita-cita wingi! ah!

saya harus jadi apa? Tuhan nyuruh saya jadi apa ya?
saya udah tanya lho. apa karena dosa saya banyak ya, jadi pertanyaan saya nggak keangkat? Tuhan jadi nggak denger?
bagi yang dosanya sedikit, tolongin saya dong, tanyain Tuhan saya harus gimana? saya disuruh ngapain?
apa Tuhan udah mengabaikan saya ya? atau Dia lagi nyusun sekenario hidup saya?
saya disuruh ngapain? saya disuruh jadi apa?


Ya Allah, hamba yakin Engkau tahu Ya Allah.
hamba yakin Engkau paham kegalauan hamba.
bagaimanapun Engkau yang menciptakan makhluk seperti hamba begini.
Engkau juga yang menulis barbagai sekenario untuk hamba jalani.
Ya Allah, maka tolong pilihkan jalan untuk hamba.
Ya Allah, hamba tau, hamba ini bukan orang yang peka.
kalo mau ngasih tanda-tanda, tolong yang jelas ya Ya Allah.
Maaf banget lho Ya Allah, malah ngrepotin. Maaf bangeeeeeettttt

Rabu, 15 Juni 2011

pindah omah

HALO SODARA-SODARA!


jadi ceritanya saya mau ngegaul. jadi saya membikin tambler.
tambler ki opo aku yo ra paham sakjane. yo cuma ikut-ikut biar gaul B)
INI TUMBLR


nah, jadi saya putuskan untuk lebih sering ngepost di sana.
njuk ngopo? yo rapopo, mung ngandani.


dada :))

Jumat, 27 Mei 2011

Kamis, 05 Mei 2011

dimana?

"Tuhan itu ada dimana?"

"Bukan Dia yang ada dimana, aku yang ada didalam-Nya"

podho-podho

"JANGAN MENYALAHKAN, 
KOYO KOWE KI RA TAU GAWE SALAH"

-kan podo-podo menungso dub

Rabu, 27 April 2011

balada jarum suntik part.1

lama nggak ngeblog :D
lama nggak crit crit.

mau cerita aaaah
jadi ceritanya waktu saya ke dokter gigi. sedirian.
karena ibu saya berkata bahwa saya harus mandiri. maka datanglah saya ke sana seorang diri.

awalnya aman-aman saja. waktu parkir juga aman. nah waktu mau masuk, di ruang tunggu luar terlihat seorang anak berbadan besar, berkulit hitam, bergaya rambut masa kini , sek dicukur sebagian kae lho, seusia saya kira2, nek nganggo kacamata ireng persis bodigart. yo kasarane dandanan ala gondes lah. dia terlihat menunggu antrian dengan ibunya. mereka berdua sama-sama mainan HP. mungkin smsan. yo sopo ngerti.

sayapun mendaftarkan diri. "sendiri dek?" "iya mbak" "kok kendhel" "ah malu" begitu bunyinya.
di ruang tunggu dalam. hanya ada ibu2 dan seorang mbak2 gaul yang bersama couo-nya. mereka bercengkrama. dan saya dengan mode anak ilang lupa jalan pulang duduk di sebelahnya mbak2 gaul dan couo-nya itu. sayapun sok2an membaca majalah yang sudah kadaluarsa.

singkat cerita saya menunggu dan menunggu. membaca dan terus membaca majalah kadaluwarsa itu.
giliran mbak gaul memasuki ruang praktik. ibu2nya udah pulang dari tadi. jadi tinggalah saya bersama dengan couo-nya mbak2 gaul di ruang tunggu itu.
jadi, di situ ada dua dokter. semacam praktik bersama kae lho. njuk masuknya dua-dua.
tiba2 mbaknya yang registrasi memanggil "dimas" begitu bunyinya.
masuklah sang gondes yang tadi nunggu di ruang tunggu luar dengan gayanya yang aduhai. disusul dibelakang sang ibu. sayapun masih membaca majalah.


suara dari ruang praktik
mungkin tipikal ibu-ibu, suka ngomongnya keras-keras jadi ya kedengeran sampe ruang tunggu
"iya ini dok. nggeyel banget anaknya. mbok kesini itu, nek mboten dipekso bapakne mboten gelem niku dok. elaaaaah"
"hahahaha"
"......"
"...."
".........."
"...."

"EMOOOOOOH! WEGAH! WEGAH AKU! BALI! MULIH! MULIIIIIIHHHHHH!!!"
tiba-tiba terdengar raungan dan rontaan. sayapun syok. masnya couo-nya mbaknya juga kaget.
"ORA POPO, ORA LORO!"
"WEGAAAAAH!"
"HEEESSSSH IKI KI BEN MARI ORA POPO! MBOTEN KROSO NGGIH PAK DOKTER NGGIH?"
"ehe mb.. mb... mboten kok b b buu. ndak sakit ini"
"WEGAH!! AKU MULIH! RA SENENG AKU!!" jegreeeeeeek pintu ruang praktik di buka paksa. sang gondespun berlari. ibunya menyusul.
"HEH! ORA POPO, ORA LORO! MBANGANE UNTUMU LORO TERUS"
"WEGAH!" ngeeeeeeeeeeeeeeeeeeennggg dengan motor anak itupun berlalu meninggalkan ibunya.

saya terdiam.

"elaaaaah bocah kok nggeyel tenan!" terlihat ibu itu mutung. kembali ke dalam ruang praktik.

tak berapa lama,
dreeet det det det. (suoro motor mandek)
sang gondes itu kembali. dia mengintip-ngintip di pintu ruang praktik. dibukanya perlahan pintu itu.
"Mulih ra Buk?" katanya. pelan sekali suaranya
"ORA! KENE DI SUNTIK SEK. LAGI AKU GELEM MULIH"
"Yowes"
ngeeeeeeeeeeeeeeeeeeengggg pergilah dia, meninggalkan ibunya sendirian lagi.

akhirnya ibu itupun sendirian disana. mungkin karena mutung dan sudah kadung.
"yaudah dok, saya aja yang diperiksa" akhirnya.
ibu itu yang periksa giginya. sesudah selesai. dia keluar. mungkin tidak tahu harus pulang dengan apa, dia menelepon suaminya. lagi-lagi keras sekali.
"Pak! kae lho. mbalah wegah! njuk mbalah lungo karo njerit2! aku di tinggal dewean!" "..." "yo!" tut tut tut.

-bersambung-