Tampilkan postingan dengan label cerito. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerito. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Agustus 2021

Halo? Oh.

 Halo Blog!

Udah tahun 2021 nih, lama lama posting disini setahun sekali wkwk

hmmm kembali lagi mau curhat masalah hati. sori banget ki baru bisa ngasih tulisan masalah cinta cinti terus alias umur wes tuwo tapi ra tambah mutu. semoga neks bisa share ke masalah yang lebih keren, wah, ndakik, bermutu dan fundamental. tapi kali ini maap banget ini masih soal ati pfft

sudah mau jalan hampir 3 tahun dengan kekosongan yang mendera gaiz. dan masih terus mencari arti, memulihkan diri untuk bisa membuka hati kembali. kalau boleh yuyur ya Allahu Robbi sebenernya males banget loh terluka hanya karena satu manusia. sembuhnya lama lagi. koyo ga ikhlas waktu gitu. ngopo to angel banget cuma gara gara wong koyo de'e meneh. tapi ya gimana faktanya memang bener-bener trauma. memang bener bener sulit. cuma terus sadar sih bahwa ini semua bukan lagi tentang dia sebenernya, lebih kepada chopping mechanism saya yang belum baik dalam menghadapi kegagalan. dan berangsur i'm working on it, once kita bisa indentifikasi problems, lebih mudah nyari solusinya. cia. kesadaran akan hal ini juga ga bisa didapat sehari dua hari. butuh gobloq dulu, butuh nangis dulu, butuh ndengerin six degree of separation-nya the script dulu. yiimpin masa suram, semoga ga kembali ke lubang itu.

Kemudian ada beberapa usaha si, dari beberapa teman yang mesaake dan terlebih dari my mommy similikiti wiliwili yang tampaknya sudah tidak tahan melihat anak bungsunya yang sudah bangkotan ini cuma sliwar sliwer, angop, kukur kukur, ra tau adus tur ngenteke pangan setiap hari. Jadi mereka mencarikan kenalan sana sini sebagai bentuk ikhtiar, mana tempe mungkin lewat jalan tersebut bisalah ya nyantol gitu.

awalnya it's sooo hard for open up to someone. apalagi konteksnya ga kenal sendiri kan, bukan temen bukan apa ujug ujug mak bendunduk "halo" gitu. kayak hehh sopo koweeeeeeee

aneh aja gitu budaya kenalan tu. iki akal-akalan orang mana seh. misal ya mau temenan tapi yo kok ngapain, koncoku wes akeh ket TK mas :( mau kearah serius, lha kosek kan rung kenal. tapi ya itu tadi kan esensinya kenalan, saling mengenal mengko nek oke iso dipertimbangakan ke yang lebih serius, nek ga oke thank you next mari menjadi penonton story. dan nyebaine ini cukup kejam bagi ras penganut baper-ism. gak bisa baper choy kita mainan beginian. tak pikir intinya kehidupan orang dewasa tu harus menurunkan level perasaan si. mereka mainnya sat set logika logika gitu. yang mana kalau urusan ini saya masih catching up. gapapa, alon alon pet.

anyway masalah baper. ini susah si

jujur agak nggilani tapi yowes bidiimit, hati saya nih kan lembek kayak ager ager ya, jadi semisal ada dikit aja hawa hawa perhatian, tu udah yang goyang sana sini itu ager ager. emang murahan dan gampang terkesan anaknya, ya mau gimana lagi -_- jadi susa gitu untuk ga bawa perasaan. dan tau kan ujungujungnya bawa perasaan tu, luqa luqa luqa yang kurasakan. njuk mlendep, males lagi.

disamping perbaperan mania, yang syedih dan syusah bab dua adalah ekspektasi. iki nyebai

karena kalo dikenalkan tuh, pasti diawal ada prolog deskripsi yang dar dar dar wow bombastis fantastika. kata om ini baik, kata tante ini ga neko neko, rajin solat pandai menabung menerapkan ideologi pancasila, apal dasa darma pramuka. ya initinya udah ada tuh gambaran dalam kepala oh ini orangnya gini yaa. ditambah pikiran positif yang selalu berkata "okay, maybe this one". sekalinya dihadapkan kenyataan yang tidak senada dengan gambaran pada kepala. dah runtuh runtuh, pusing lagi. sedih lagi. ya ga bisa menyalahkan siapa siapa dong karena yang membuat deskripsi di kepala juga kita sendiri. mutusi cah e pancen

akhirnya semua berakhir kurang memuaskan ya pemirsa. ya itu sih, dua hal besar terkait kegagalan urusan ikhtiar perkenalan yang saya rasakan. disamping faktor trauma yang mungkin belum seutuhnya mereda. tapi sudah membaik tentu saja. masih harus banyak belajar, banyak yang diperbaiki. terlebih menjaga gonjang ganjingnya hati dan ekspektasi. berkalikali saya bilang ke diri saya sendiri its okay, tapi kudu bangkit dan usaha lagi. terima semuanya, ikhlaskan semua yang sudah dan akan terjadi. berani jalani, karena Tuhan tidak pernah punya niatan melukai hambaNya. Dia cuma ingin kita terus belajar jadi manusia yang lebih baik. dan kita harus mau belajar. gagal, goblok, ngisinisini itu pelajaran. semoga bisa selalu mengambil hikmah disetiap peristiwa. aamiin.

Dan sekarang si target saya nggak muluk muluk, cuma pengen enjoying tiap momen dalam hidup. karena besok, saya ga bisa balik lagi ke posisi saya sekarang ini. I just wanna be happy and content. Semoga Allah ridho, semoga Allah bukakan jalanNya. Aamiin (lagi).

Dah. sampai ketemu, tahun depan, bulan depan, atau minggu depan. WKWK.

Minggu, 04 Februari 2018

I'm sorry, I'm leaving

malam tadi saya memutuskan hal yang orientasinya untuk kedamaian hati saya sendiri
ini adalah sesuatu yang bersejarah
termasuk dalam keputusan yang berani - dalam versi saya
sebelum ini akan banyak sekali pertimbangan, maju-mundur, sebelum saya menentukan suatu pilihan
yang sebagian besar hasilnya adalah mundur.
takut sakit hati, takut menyakiti orang, khawatir pendapat orang, dan segala macamnya.
intinya. takut perubahan. apalagi yang besar.

ya, malam tadi saya memilih meninggalkan dia.
memilih untuk mengambil jarak.
memilih untuk mencukupkan semua sampai disini.
tanpa takut sakit hati atau menyakitinya, tanpa khawatir pendapatnya

ini tindakan egois. memang.
tapi sekian lamanya saya berusaha memahami orang, memahami kehidupan, meletakkan segala kepentingan orang lain melebihi kepentingan diri sendiri
ternyata orang orang melakukan sebaliknya.

dia masih bertanya 'mengapa' saat saya menuliskan maaf
dan saya kehabisan kata untuk mengeja 'karena'
saya kira, semua sudah terang.
maka maaf yang kedua terketik.

tapi dari semua itu,
melepaskan sesuatu yang menjadi sumber kebahagian sekaligus sumber keresahan dalam tiap hari adalah hal yang menyesakkan. super menyesakkan.
walaupun menyesakkan, tapi harus saya lepaskan.
kontrol orang lain yang terlalu besar melebihi kontrol diri sendiri, saya kira bukan hal yang baik untuk diteruskan.
sayapun merasakan pahitnya ketidakjelasan. berada diantara ya dan tidak
yang paling berat - berkorban perasaan. yah, memang dasar anaknya perasa. maka itu fungsi maaf yang pertama tadi : maaf ya saya terlalu perasa.

saya nggak tau ini baik atau buruk,
tapi yang saya yakini bahwa ini harus dilakukan.
mengobati sumber lebih baik daripada menghilangkan gejalanya - seperti itu saya diajarkan.

walaupun saya harus mati matian menahan diri untuk kembali mengadapi kekosongan, tapi saya harap ini yang paling benar untuk dilakukan. sambil berdoa semoga baik untuk saya juga untuknya.

hey, i'm sorry i'm leaving


Sabtu, 08 April 2017

Living Life

HALO!
malam tadi, baru selesai ujian, dengan suwung-nya iseng buka buka tulisan dan tweets yang lama-lama, dan baru sadar... betapa hidupku sangat berbeda

Setiap pagi kita membuka mata lalu melakukan segala hal yang kita anggap adalah rutinitas. Rutin. Monoton. Begitu begitu aja. Tapi selayaknya bumi yang tak pernah berhenti bergerak, tanpa kita sadari kita juga pelan pelan ikut berubah. Tanggung jawab, sosialisasi, ide, pikiran. Hingga saat kita menengok kebelakang kita sudah tidak ditempat kita 6 bulan atau 1 tahun yang lalu. Mungkin, itulah sifat dasar manusia: bergerak.

Pas baca baca tulisan lawas kemarin, sepertinya hidup saya 3-4 tahun kepungkur lebih membahagiakan daripada hidup yang akhir-akhir ini sedang terjalani..
Ngakak sendiri baca twit lucu : Kok iso aku ngene ki :))
Senyum sendri baca twit (sok) bijak (sing ra cetho) : Mosok iki sing nulis aku?
Rasanya hidup lebih santai dan menyenangkan
Bulan, minggu, dan hari hari belakangan ini terasa lebih padat, jadi nggak ada space untuk pikiran tenang dan jernih.
Penuh rasa kemrungsung, was was, aduh ngene aduh ngono, takut berbuat salah, canggung, banyak antisipasi untuk ita itu, pemakluman sifat sifat manusia di sekitar yang membingungkan.
Hati dan otak penuh terus, kerja rodi.

Tapi terimakasih waktu suwung, berkat dikau aku jadi tersadar bahwa halooo kamu adalah kamu, yang dulu nggak pernah ngeribetin omongan orang, yang dulu selalu santai ngehadapin seberapa besarpuun masalah, yang selalu pasrah legowo, yang nggak banyak kepinginan, yang banyak senyum, yang yowes piye meneh, yang selalu percaya skenario Allah adalah yang terbaik.


:)


Yasss I decided to living my life again. Good luck, self!
And once more, thank you waktu suwung :*

keliatan ya, sepertinya writing skill saya banyak kececer di jalan, jelek banget sekarang nulisnya wkwk

Minggu, 28 Juni 2015

Selikur bos

Assalamualaikum..
So, I'm already 21 guys.
I actually never write or talk about my own birthday things but... I'll do it right now.
Yes, I'm officially 21 years old :")
I don't know how to react. It's kinda weird. It's sad but happy but also worrisome in the other hand.
This past couple year, my birthday wishes were like "semoga sukses, lancar study nya" or the "semoga panjang umur dan bahagia" one. But... this year, they are suddenly become "semoga cepat dipertemukan jodohnya", "gek ndang entuk imam", even "semoga lancar seserahannya" ._.

Hmm
Actually this jodoh issue isn't something I'm working on yet
For now I just love being on my own
Okay I'm not going to be specious. I, as normal teenager, did adore someone.
But I think it just kind of normal thing happened to normal girl on their development stage because of the hormonal fluctuation.
(I dont have any idea what i'm writing about -_-)
And that thing is far from the word "jodoh". Jodoh must be more serious than high school girl who secretly writes things about guy she adored on her blog or twitter or facebook or tumblr or even plurk (omg) and hopes he will noticed. Okay, that was me. Shame.
Anyway, jodoh is serious. It is big girl thing.

21 is a big number. It's over 20.
I just can't believe I'm already that old. I'm not a kid on the street anymore, I'm an adult. Right?
I think my next level of life will be harder. Ha-ha. So I should be more mature. I should change myself. I should do things and be something. In Javanese, kudu luwih dong, kudu luwih paham. Hope God will helps me through this.

Birthday present? Dont have any but Thanks God for surrounding me with a very good people. Their care and love make me happy so much.

"It's a big girl world now, full of big girl things" - Kendall Payne (Scratch)

And for the last I think I must summon this two gendeng people who make my stomach hurts :)))



 
 
 
 
sepertinya gambarnya tidak jelas ya sudah lah :))) 

Jumat, 05 Juni 2015

Mei lalu

Assalamualaikum blog
sudah juni inih? sumpah? cepet tenan
kayaknya baru kemarin tahun baruan dengan teman-teman

So, welcome June! silakan silakan, anggap rumah sendiri :"
opo to

bulan Mei kemarin adalah bulan yang cukup memorable bagi saya, atau mungkin keluarga saya.
setelah siklus 5 tahunan DHF di Bantul sedang hitz melanda, dan kebetulan saya dan mbakyu saya bergantian selang seminggu mengisi bed di kamar dan rumah sakit yang sama karena si DHF ini. Yey! :"
Alhamdulillah Allah masih memberi umur sampai saya bisa menulis postingan ini

jadi sekarang, masih pemulihan ditambah blok yang sudah akan berakhir adalah suwung wung wung.

Selama di rumah sakit, banyak hal yang ternyata baru saya sadari. Yang pertama, ternyata memang benar bahwa kasih ibu sepanjang jalan. opo to iki, tapi bener.
saya masih ingat beberapa tahun lalu, saat pikiran saya dan ibu saya selalu bertentangan. banyak nggak nyambungnya. saat saya sok tau tentang pilihan hidup saya. dan dibandingkan dengan bagaimana ibu saya njaga dan ngerawat saat saya nggak bisa ngapa-ngapain kemarin, rasanya durhaka nggak ketulungan. ibu saya adalah orang nomer satu yang akan saya bahagiakan. amin.

yang kedua, haha iki opo to sumpah kaku sekali tulisannya maafkan, kelamaan nulis skripsi :' ......... Ya Allah skripsi ku piye kabar e
................................................
oke
yang kedua, bahwa just go as long as you can, make friends, meet lot of people, but the only place you can always come back is your family.
begitulah, ayah saya, laki-laki yang sangat sabar dan lucu itu, kakak saya, dan lagi lagi ibu saya, mereka adalah rumah saya. tempat semua ini dimulai, dan tempat semua ini bermuara nantinya.
jahat rasanya kalo inget beberapa waktu kebelakang saya nggak pernah di rumah, malah ngurusi embuh. bagaimana jiwa muda ini (jiwa muda banget?) sedang pengen cari pengalaman seperti orang orang. rumah cuma buat tidur mandi makan. Dan saat saya nggak bisa gimana gimana kemarin, orang orang yang bisa saya andalkan ya cuma keluarga saya. Bukan berarti pengalaman dan teman itu nggak penting. Mereka penting, sangat penting bahkan. Tapi keluarga adalah tempat kita menggantungkan semua yang tidak bisa teman dan pengalaman berikan. Jadi selama masih bisa berkumpul dengan orang orang tersayang itu, jangan disia-siakan.

yang ketiga, saat sakit dan tertimpa musibah, kita bisa tahu orang-orang yang benar-benar ada dan peduli. para teman-teman super yang ngaruhke dan mendoakan. terimakasih tems! Manusia adalah makhluk sosial. teman-teman adalah orang yang juga bisa kita andalkan saat bahkan keluarga sedang tidak cukup mampu untuk itu. jadi memang hidup itu tidak bisa sendirian. begitulah :"

yang keempat, jaga kesehatan, jangan lemah dan sakit, karena ngulang materi kuliah adalah malesi. dan karena sakit datangnya dari Allah semoga kita dihindarkan dari rasa sakit dan musibah, kalo memang harus merasakan, semoga sabar, ikhlas dan pasrah nya selalu terjaga.

Wes ya, kalo diterusin tulisan ini sepertinya akan tambah tidak mutu, sehat selalu kaw! :D

btw ini juni,

tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon yang berbunga itu

Kamis, 19 Maret 2015

First Step

Ngerasa sampah banget minggu ini -_-
Dimana yang lain udah ribut ribut BAB II dan seterusnya, yang sini baru ada tulisan nama dan nim aja di halaman word nya. Sekalinya buka laptop, malah nulis blog. zampaaah masyarakaaaat -_-

First step is always hard. Entah gimana, langkah pertama emang selalu yang paling sulit. Butuh niatan dan kemauan yang besar untuk langkah pertama ini. Karena langkah selanjutnya tinggal mengikuti. Karena langkah pertama adalah pilihan. Dan karena langkah pertama adalah permulaian. Katanya "you don't have to see the whole staircase, just take the first step on faith"

Huffffff
Tapi kalau hanya dikeluhkan dan diceritakan kemana mana, langkah pertama akhirnya hanya akan jadi wacana. Kenapa tidak coba diam dan setidaknya memulai niatan? Bismillah


Jumat, 06 Maret 2015

aman tapi sendirian

saya adalah orang yang selalu menghindari momen krusial, momen canggung. Jika ada orang dalam perselisihan, perdebatan atau ketidak satu pendapatan, kebanyakan saya akan diam. walaupun banyak dipikiran saya hal-hal yang ingin saya utarakan.
"ngerti kok, kamu hanya nggak ingin nyakitin orang lain lup" kata seseorang. begitu kah? tidak juga. lebih semacam ke pengecut sebenarnya. tapi seriously saya hanya tidak ingin terlibat didalamnya. saya. dalam hidup saya. selalu. menghindari. terlibat dalam momen momen krisis begitu. perdebatan. adu pendapat. kritikan. kalimat-kalimat sensitif.


hari ini terlintas begitu saja, kenapa ya gitu?
mungkin karena dalam momen seperti itu orang cenderung akan mempertahankan ego masing-masing, pendapat masing-masing, pembenaran pembenaran. saling benci membenci. tidak terima. hal-hal macam itu yang sangat saya takuti. karena setiap orang selalu mempunyai alasan kenapa mereka melakukan sesuatu hal. dan soal alasan? setiap jiwa pakem nya tidak akan merencanakan tindakan-tindakan buruk. manusia disetel begitu. kan? dan saya paham tidak semua apa yang saya katakan dan pikirkan adalah benar. lalu apa yang bisa saya lakukan selain diam?

mungkin juga karena pada keadaan seperti itu orang sedang dalam keadaan mempertahankan dirinya. defend mechanism. sedang bebal. sedang tidak bisa dibilangi. sehingga apapun yang akan saya katakan toh akhirnya mental. mending kalo cuma mental, kalo mental dan nabrak sana sini? malah memperkeruh suasana.

saya tidak ingin terlibat. bukan berarti saya apatis. tidak peduli. bahkan saya sangat peduli, makanya saya diam. karena saya bukan siapa-siapa. atau memilih aman dengan tidak menjadi siapa-siapa.

tapi bertahan dengan keadaan seolah tidak ingin terlibat adalah dilema. karena saya pun belum tahu diam ini apakah karena diam karena memang diam atau memilih aman karena ketakutan mengutarakan? bukankah hidup harus berani? bukankah dengan keberanian hal-hal baik tercipta? bagaimana kalau kediaman ini malah menjuruskan kepada keburukan?

dengan diam nya saya ini pun. mereka tidak mengerti dipihak manakah saya berada. saya. sepanjang hidup saya. memang selalu ingin menjadi netral. tidak memihak siapapun. entahlah, netral ini terasa seperti pengecut juga sebenarnya. tidak berada dalam warna apapun? tidak berani mengambil pilihan. kalau bukan pengecut namanya terus apa?

seseorang yang tidak berpihak adalah seseorang yang sendirian. harus berjuang mempertahankan ke netralannya. sendirian. tidak dilibatkan dalam warna apapun. disitu kadang saya merasa sedih (lagi trend kata-kata nya kaw) yes, disitu terasa sedihnya. bahwa ternyata orang netral yang sendiri ini yang dibilang pengecut ini karena tidak memilih dan berpihak mana mana ini  adalah manusia biasa juga. yang membutuhkan orang lain. yang berkembang karena orang lain. disaat orang orang dengan pilihannya saat itu, berkembang bersama orang orang yang memilih pilihan yang sama. si pengecut ini memudar. menghilang. tidak menjadi apa-apa. memangnya harus menjadi apa? karena sebenarnya dirinya bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa. terdengar seperti kata-kata pengecut lagi kan?
aman, tapi sendirian.

entahlah, semoga Allah memberikan penerangan. amin.

Kamis, 07 Agustus 2014

Jangan Mudah Percaya, nanti Mudah Tertipu

eh pengen nulis lagi, ndak kelalen.
Assalamualaikum meneh...

pengen menguak suatu quote, yaitu
"jangan mudah percaya, nanti mudah tertipu"
jadi ceritanya kemarin pas mau rapat buat syawalan. janjian jam 9. terus ada salah satu manusia yang kesusu dateng on time gara gara ngelihat banner opo opo kae yo jeneng e yang ada di Home Profile Line saya. gambarnya ini

-gambar pencitraan-
  
ini gambar saya dapat dari koran pas nunggu di dekanat beberapa waktu lalu setelah lelah dengan banyaknya tugas-kewajiban-tanggungjawab yang numpuk karena diri saya yang tidak bersahabat dengan waktu. terus pas baca, asem pas banget. saya poto lah then saya jadikan itunya Line. tujuannya supaya memotivasi diri saya untuk lebih pintar memanage waktu. ituh, "disiplin mengatur hari" katanyah.
elah.. ternyata memakan korban.

dia mengira bahwa saya adalah orang yang disiplin dan on time gitu. jadi dia juga on time.
sedang saya...
karena masih males buat mandi dan siap siap, akhirnya saya sampai ke tempat rapat jam 10.. yo 10 lebih. dan orang orang sudah menunggui. kemudian saya merasa tidak enak sekali dan mengganti banner home profile line saya. gitu. mohon maafkan wahai korban banner line, si ridho.

jadi inti sari dari cerita tersebut adalah, tidak semua kata kata yang di post kan orang, atau diucapkan orang merupakan representative dari dirinya. karena banyak alasan yang melatarbelakangi seseorang mengepost atau mengucapkan sesuatu itu. jadi jangan percaya sama banyaknya tulisan saya di blog ini. jangan percaya sama semua kata kata saya. jangan percaya sama saya. musrik..
dan buat orang yang sering mengepost kata kata, be honest coi. post-lah apa yang perlu di post. tujuannya untuk mengungkapkan isi hati, untuk menshare ilmu dan pengalaman. bukan untuk mencitrakan diri atau malah mengada-adakan yang tidak ada.

nah kata-kata yang atas ini juga jangan percaya kalau saya selalu honest kalo ngepost ngepost.

yang diatas ini yang bilang jangan percaya kalau saya selalu honest ini juga jangan dipercaya ya.

nah yang diatas ini juga jangan dipercaya.

mumet ra we

janganlah menilai seseorang terlalu cepat, selalu sediakan tombol undo untuk meralat penilaian kita atas seseorang. jangan langsung di titik. ah orang itu sombong. titik. ah orang itu menarik luar dalam. titik. stres dewe mengko jika ternyata suatu saat kita melihat atau mengetahui bahwa orang yang kita titik itu tidak seperti bagaimana anggapan kita. malah bedo banget 180 derajat piye.

nah, yang ini juga jangan dipercaya. titik. *undo*

Halal Bi Halal dan Astaghfirullah

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

Baru pulang dari syawalan SMA terus randomly pengen ngeblog
kok bisa ya. padahal kemarin kemarin banyak kejadian-kejadian yang lebih "blogable" daripada hari ini.
tapi kemarin kayak males aja gitu buka laptop, dan ini tadi hasrat menulis di sini tinggi sekali sodara.

syawalan SMA.
lagi lagi, what a high school!
kumpul lagi dengan teman teman SMA semacam masuk ke lorong waktu.
jadi apapun kita saat ini, sudah berapa puluh halang rintang yang mengubah diri sampai menjadi sekarang ini, musnah sudah.
kita kembali lagi, menjadi diri SMA kita..
atau lebih tepatnya saya ya.
saya kembali lagi, menjadi diri SMA saya. asem og, padahal aku kan sudah sidikit banyak usaha merubah diri :" - njuk pamer

yes time machine. perasaan dan segala sikap ke-SMA-an muncul sudah hari ini.
padahal, masa SMA adalah masa dimana saya sedang bodoh-bodoh nya, sedang cetek-cetek nya, sedang ramutu-ramutu nya.
tapi alhamdulillah, segala puji bagi Allah dengan begitu semakin mudah patokan berproses saya.

syawalan.
halal bi halal. alhamdulillah lagi, dengan dipertemukannya sama temen-temen bisa minta maaf-minta maaf an atas segala salah salah. walaupun "maafkanlah" kata Allah, bukan "mohonlah maaf", tapi tetep saja maaf itu perlu. untuk mendeklarasikan diri bahwa, saya tahu saya bersalah, sekiranya sodara mau memaafkan, tolonglah maafkan saya.

di acara tadi, juga ada acara yang didedikasikan buat Boim. Judul e Tribute to Boim.
Bohim.. bohim.. Orang satu itu. udah pergi mendadak. enak lagi. bikin orang orang yang ditinggalin jadi ikhlas banget. nggak sakit nggak apa, langsung mak wes. terkenang banget meneh.
al fatihah nggo kowe, him..
Pas muter video Boim tadi jadi kayak semacam pertanyaan ke diri sendiri.
besok, kalo aku yang ada di posisinya Boim,
kalo aku yang harus menjejaki alam akhirat duluan,
bagaimana aku akan di kenang ya? bakalan dibikin video video gini nggak ya? dibacain puisi juga? didoain?
apakah orang orang akan menangis? apakah mereka akan menyisihkan waktunya ke rumah? bagaimana mereka mendoakanku? apakah mereka akan khawatir kalo siksaan akhiratku akan menyakitkan? dan bagaimana siksaan akhirat itu? segelap apa liang lahat itu? semenakutkan apa sendirian disitu? dan selancar apakah jawaban dari man rabbuka? wa maa diinuka? wa maa imammuka? wa man nabiyyuka? wa man ikhwanuka? ku? astaghfirullahaladzim
.
.
.
.
.
astaghfirullahaladzim

Sabtu, 02 Februari 2013

urip anyar 2

o iya wes janji mau nglanjutke postingan URIP ANYAR.

oke, jadi ya beginilah.
ternyata waktu selo itu hanya sementara saja.
ternyata 2 minggu libur itu hanya sekedipan mata saja.
sudah harus kembali menjejaki slide slide dosen dan ambu ambu praktikum.

ada KULI dalam KULIAH.

bener sih kata orang orang.
nggak gampang di posisi saya sekarang. ngga gampang belajar sampe jam 2 jam 3, yang semumur umur baru sekali ini saya lakukan.
tapi ternyata nggak ada juga yang ngalahin rasanya bahagia karena capek.
ho oh, bahagia karena capek.

awal jadi mahasiswa di sini saya kalang kabut. amburadul. apapun katanya untuk menyatakan kehancuran.
kececer semua waktu.  nilai nilai berserakan. nggak paham apa dan gimana.
tapi dengan seperti itu malah timbul keinginan yang besar dalam diri saya untuk berbuat lebih lebih agar bisa.

dan aneh saudara,
karena berbuat lebih dan capek, saya malah bahagia.
bahagia karena sudah berusaha keras. ya sepertinya begitu.

disini saya dituntut bisa sempurna. bisa semuanya.
ya jadi baik, ya tegas, ya cepat menentukan harus gimana, ya pintar, ya trampil, ya ramah, ya jujur, semua, SEMUA bagaimana definisi jadi orang baik itu.
maka tanpa usaha keras, mungkin saya bisa lulus 4 atau 4,5 tahun lagi.
tapi yo mung lulus lulusan tok, enggak ada bedanya sama yang sekarang.
jadi yang harus diekstrakan belajar disini adalah belajar berkepribadian, bersikap sama orang lain, karena nantinya saya ini milik masyarakat. amin.

ternyata saya senang bisa disini.
bisa bekerja keras begini.
walaupun nggak ada waktu selo leha leha.
walaupun kadang lupa njuk ngeluh.

okeee, selamat tinggal liburan.
sampai jumpa semester depan.

sugeng melakukan apapun yang akan kalian lakukan, saudara saudara! :D
semoga selalu diberi kemudahan, kelancaran, kesempatan, kenaikan.

saya pamit undur dari dulu nggih. DADAA!!!!

Untuk Tuhan yang memperjalankan,
maturnuwun Gusti untuk semua yang sudah terlewati.
ngapunten untuk semua yang terlewatkan karena ketidakpintaran.
nyuwun gujengannipun, Ya Allah. amin.

Kamis, 17 Januari 2013

urip anyar

Assalamu'alaikum Ya Ahli Blog.
Alhamdulillah yah saya masih kasih waktu selo sama Allah. padahal yo selama iki ngopo ._.

haloooohhhh!!!
haloooooooohhhhhhh!!!! kangen banget tenan nulis nulis. *dada dada ke banner*

alay ah, ehem.

selamat malam menjelang pagi duhai dunia maya. semoga tidak berkurang suatu apapun.
betapa kangennya ngadep internet sampe malam malam begini. entah ngepo apa ngejunk di kaskus.
udah lama banget semenjak postingan terakhir.
sangat banyak sekali banget cerita yang sudah terjadi sejauh ini.

sodara, akhirnya saya kuliyah. kuli-yah.
menjadi seorang mahasiswa. bayangno dab! MAHASISWA. Siswa sing Maha. ho po ra edan kuwi. Maha.
padahal sing oleh Maha ki yo mung Maha yo to.
Semoga Sang Maha ra nesu Maha-ne dinggo nggo.

oke baik, jadi saya akhirnya kuliah.
kelas 3 SMA saya tidak saya gunakan dengan semestinya. kakean mikir dadi malah ra fokus.
nah iki lho, untuk adik-adik semua yang sedang di kelas 3 SMA, pesan saya hanya "rasah kakean mikir, gek tandangi wae"
dan... yes, karena ketidakfokusan dan kesiasiaan saya maka jalan takdir yang saya lewati berbelok ke arah jalan wates kemudian menuju arah ring road selatan. ha kae, sek ono gedung kembar e kaelah kampus saya.
salah satu kampus swasta di Yogyakarta. Muda Mendunia, Unggul dan Islami.

rasanya ditolak sama universitas negeri?
yo jeneng e yo ditolak. po iseh kudu tak jelaske.

ah lama lama juga udah biasa kok.
malah Alhamdulillah setidaknya saja jatuh tapi iseh ono kasur neng ngisor. nampani. jadinya nggak gitu sakit sakit banget. HEHE.
setidaknya warnanya jas almamaternya bagus. merah.

arep dalan e koyo piye sing penting tujuan utamane.

pas pengumuman snmptn itu juga banyak cerita cerita.
ditelponin banyak orang, ditelpon ibunya orang. di smsin orang orang. baru sekali itu ya hape rasanya ada manfaatnya. ( .___.)/
orang-orang saling bertanya tanya kabar. gimana gimana. pantengi TL. kalo ada ucapan selamat, di rituit. kalo ada twit "Alhamdulillah..." di Replay. ada rasa seneng, bangga, tapi juga sedih. HEHE
kalo kata 3 idiot, “kita akan sedih jika teman kita mendapat nilai yang jelek, namun akan lebih menyedihkan lagi melihat teman kita mendapat nilai yang baik dibanding kita” 

tapi yoweslah. urip ki maju, maju, maju.
sing penting wani ngadepi kan.

nah, semenjak menjalani hari demi hari di kampus itu, hidup saya pun perlahan lahan berubah.
dari yang awalnya nggak pernah tepat waktu, sekarang jadi.... tambah telatan ._.
yo ra, masih sih. telat masih. tapi ya berkurang lah.
yang dulunya setiap ada acara telat, kalo ujian sekarang nggak telat B)


ternyata wes ngantuk. lanjut besok nggih. besok masih selo. Mari......

Kamis, 15 Desember 2011

phobia

sekarang saya pengen ngomongin phobia.
setiap orang punya phobia. ketakutan luar biasa atas sesuatu. bahasa lebe ne gitu.
tapi kadang phobia itu nonsense. maksud e mbikin orang berdecak-decak dan berkata "kok iso sih?"
ya memang begitulah phobia.


saya punya beberapa teman yang sangat gilo kepada cicak.
binatang yang nemplek itu. saya juga bingung kok iso wedi karo cicak ki opone sek nganu sih. kayaknya cicak ki well well saja. cuma nemplek. jalan-jalan di tembok selayaknya spidermen. biasa saja. saya sendiri punya peliharaan cicak.
seriusan iki. namanya cicak negro. tubuhnya hitam. itu cicak tinggal dibelakang meja saya. jadi kalo saya lagi nulis-nulis apa ngenet dia biasanya muncul. merayap-rayap. nemenin begadang sampai malam. kadang-kadang dia juga masuk ke makanan yang lupa saya tutup jadi harus dibuang. njuk dimarahin ibu saya.
oke kembali, cicak.


waktu smp saya punya teman yang phobia cicak. sebut saja dia lela. atau memang nama aslinya itu. waktu ulang tahun si lela ini dikado cicak. njuk dia njerit njerit ra ketulungan muter-muter kelas.


waktu sma saya juga punya teman yang seperti itu. sebut saja rosa dan rani. atau memang nama aslinya itu.
si rani ini kalo liat cicak juga sering njerit-njerit kayak orang kesurupan. "mamaaaa mamaaaa" biasanya gitu. waktu ke rumah rani ada boneka cicak, hadiah ulang taunnya. dan bonekanya itu masih di simpen dibungkusnya cobo -___-
nah kalo yang rosa, iki bocah ki nakal e ra ketulungan. jail e udah tingkat dewanya dewanya dewa. tapi nek dikasih cicak dia sudah kelepek-kelepek. pernah waktu main ke rumah teman saya yang lain, sebut saja dicha, atau memang nama aslinya itu (karepmulah pet). di rumah dicha ada cicak cicakan dari semacam karet yang bisa nemplek. jadinya diuncal ditembok gitu njuk mak tlepook. terus waktu digodain pake itu. si rosa itu nangis ngesot-ngesot. mbok tenan ngesot. NGESOT! dan nangis.


ada juga teman saya yang lain namanya hani. atau memang nama... (oke oke)
si hani ini phobia dengan kupu-kupu. KUPU-KUPU. sodara, apakah salah seekor kupu-kupu itu sehingga harus ditakuti? apakah bentuknya? apakah karena dia terbang? dia hanyalah serangga yang dikasih sayap. apa salahnya? APAAAAA? (zoom in zoom out musik deng deng deng deeeng) hhhh kupu-kupu yang ditukar.
hani kalo ada kupu-kupu gitu, biasanya diem. terus merem-merem. njuk nunjuk-nunjuk. sambil mukanya mengkeret-keret. njuk perlahan-lahan menjauh.....


ada juga temannya teman saya. tapi teman saya juga sakjane. ya gitu.
takut sama uang recehan. MAMEN! bagaimanapun bentuknya itu uang. tapi receh. tapi uang. ya walaupun receh, tapikan uang. ya tapi receh. tapi tapi....
dia itu kalo kembalian dapet receh gitu, mendingan nggak diambil. ckckck. bagaimanapun kan itu uang. tapi receh. tapi (ahmboh)


begitulah sekiranya efek phobia itu.
kalo akut gitu, bisa nyampe pingsan juga bisa lho.


TS sendiri... ceilah TS!
saya sendiri takut sama badut. ada nama ilmiahnya lho namanya Coulrophobia.
ini berarti sudah diteliti sama peneliti. dan bukan cuma saya saja yang takut badut. ada ribuan orang lain di luar sana yang merasakan apa yang saya rasakan.
DUNIA, apa sih yang nganu dari badut?
badut itu tidak lucu! apanya yang lucu dengan muka putih, hidungnya, ekspresinya yang dibuat-buat. tersenyum, sedih, menyeringai (iki aku mbayangke tenan dadi gilo banget)
badut itu tidak lucu! tenan.
kenapa anak-anak dikasih badut? kasian!
yang paling ngeri adalah ekspresinya yang dibuat-buat itu lho. nggak ikhlas. senyum maksa, lebar banget lagi. sodara-sodara, itu tidak lucu!

kenapa harus ada badut? siapa orang pertama yang mikir kalo orang didandani putih, dikasih hidung gedhe, senyum maksa, sepatu kegedean, perut kayak orang hamil itu lucu? siapaaaa? badut itu tidak lucu!

saya nggak tau pastinya sejak kapan takut sama badut. pokoknya takut. mungkin sejak di kandungan. yo ra kaan
apa lagi biasanya badut itu maksa. maksa-maksa orang buat foto. apa kalo ada badut seles itu maksa ngasihin yang diselesin dia. kenapa dia maksa? kenapa? kalo nggak mau ya udah kan.
ya itu aja sih sakjane. BADUT ITU TIDAK... ahsudahlah.

Rabu, 27 April 2011

balada jarum suntik part.1

lama nggak ngeblog :D
lama nggak crit crit.

mau cerita aaaah
jadi ceritanya waktu saya ke dokter gigi. sedirian.
karena ibu saya berkata bahwa saya harus mandiri. maka datanglah saya ke sana seorang diri.

awalnya aman-aman saja. waktu parkir juga aman. nah waktu mau masuk, di ruang tunggu luar terlihat seorang anak berbadan besar, berkulit hitam, bergaya rambut masa kini , sek dicukur sebagian kae lho, seusia saya kira2, nek nganggo kacamata ireng persis bodigart. yo kasarane dandanan ala gondes lah. dia terlihat menunggu antrian dengan ibunya. mereka berdua sama-sama mainan HP. mungkin smsan. yo sopo ngerti.

sayapun mendaftarkan diri. "sendiri dek?" "iya mbak" "kok kendhel" "ah malu" begitu bunyinya.
di ruang tunggu dalam. hanya ada ibu2 dan seorang mbak2 gaul yang bersama couo-nya. mereka bercengkrama. dan saya dengan mode anak ilang lupa jalan pulang duduk di sebelahnya mbak2 gaul dan couo-nya itu. sayapun sok2an membaca majalah yang sudah kadaluarsa.

singkat cerita saya menunggu dan menunggu. membaca dan terus membaca majalah kadaluwarsa itu.
giliran mbak gaul memasuki ruang praktik. ibu2nya udah pulang dari tadi. jadi tinggalah saya bersama dengan couo-nya mbak2 gaul di ruang tunggu itu.
jadi, di situ ada dua dokter. semacam praktik bersama kae lho. njuk masuknya dua-dua.
tiba2 mbaknya yang registrasi memanggil "dimas" begitu bunyinya.
masuklah sang gondes yang tadi nunggu di ruang tunggu luar dengan gayanya yang aduhai. disusul dibelakang sang ibu. sayapun masih membaca majalah.


suara dari ruang praktik
mungkin tipikal ibu-ibu, suka ngomongnya keras-keras jadi ya kedengeran sampe ruang tunggu
"iya ini dok. nggeyel banget anaknya. mbok kesini itu, nek mboten dipekso bapakne mboten gelem niku dok. elaaaaah"
"hahahaha"
"......"
"...."
".........."
"...."

"EMOOOOOOH! WEGAH! WEGAH AKU! BALI! MULIH! MULIIIIIIHHHHHH!!!"
tiba-tiba terdengar raungan dan rontaan. sayapun syok. masnya couo-nya mbaknya juga kaget.
"ORA POPO, ORA LORO!"
"WEGAAAAAH!"
"HEEESSSSH IKI KI BEN MARI ORA POPO! MBOTEN KROSO NGGIH PAK DOKTER NGGIH?"
"ehe mb.. mb... mboten kok b b buu. ndak sakit ini"
"WEGAH!! AKU MULIH! RA SENENG AKU!!" jegreeeeeeek pintu ruang praktik di buka paksa. sang gondespun berlari. ibunya menyusul.
"HEH! ORA POPO, ORA LORO! MBANGANE UNTUMU LORO TERUS"
"WEGAH!" ngeeeeeeeeeeeeeeeeeeennggg dengan motor anak itupun berlalu meninggalkan ibunya.

saya terdiam.

"elaaaaah bocah kok nggeyel tenan!" terlihat ibu itu mutung. kembali ke dalam ruang praktik.

tak berapa lama,
dreeet det det det. (suoro motor mandek)
sang gondes itu kembali. dia mengintip-ngintip di pintu ruang praktik. dibukanya perlahan pintu itu.
"Mulih ra Buk?" katanya. pelan sekali suaranya
"ORA! KENE DI SUNTIK SEK. LAGI AKU GELEM MULIH"
"Yowes"
ngeeeeeeeeeeeeeeeeeeengggg pergilah dia, meninggalkan ibunya sendirian lagi.

akhirnya ibu itupun sendirian disana. mungkin karena mutung dan sudah kadung.
"yaudah dok, saya aja yang diperiksa" akhirnya.
ibu itu yang periksa giginya. sesudah selesai. dia keluar. mungkin tidak tahu harus pulang dengan apa, dia menelepon suaminya. lagi-lagi keras sekali.
"Pak! kae lho. mbalah wegah! njuk mbalah lungo karo njerit2! aku di tinggal dewean!" "..." "yo!" tut tut tut.

-bersambung-

Sabtu, 04 Desember 2010

dengkul, tataplah dunia



yak!
jadi langsung saja ke topiknya sodara-sodara. dengkul.
dengkul (os patella) lebih awam disebut lutut, bahasa inggrisnya knee cup.
sering dibuat umpatan kekesalan "dengkulmu mlocot!"

dan sepertinya umpatan itu memang terjadi pada saya.
sungguh, dengkul saya mlocot. dan sudah 3 kali seperti itu. mari, saya jabarkan.

kejadian pertama (2008)
lokasi : studio musik, SMP Negeri 5 Yogyakarta
sebab : sepatu
ceritanya :
pada suatu sore yang mendung, sesudah latihan band (mohon dicatat, saya bukan anak band, hanya karena ada ujian musik yang ngeband-band) saya mau mengenakan sepatu. karena malas duduk, sayapun memakai sepatu dengan berdiri. saat mengenakan sepatu kiri, dengan tumpuan kaki kanan... sukses, sepatu terpasang, namun, saat mengenakan yang satunya lagi, pasangannya, kejadian itu terjadi. kejadian yang merubah hidup saya sampai detik ini. (oke, iki lebe) jadi waktu itu, pas mau pasang yang kanan, dengan tumpuan kaki kiri, saya tiba-tiba oleng dan terjatuh mak gedebuk, kaki kiri saya pas jatuh posisinya nekuk. dan bunyi mak keletek. kalo tanya rasanya.. ya silahkan dicoba di rumah. melihat saya yang meringis-ringis. teman saya bilang "ngopo lup? malah lingguh?" batinku "mbuahmu salto iki tibo cyuuk #@%$#%^#^&^#$$#!!!" kemudian saya tetap saja meringis-ringis.
sampai rumah, dengkul saya aboh besar. besar sekali. sudah seperti bantal. dan rasanya kalo geser dikit, uh nggak nahan.
pas di bawa ke dokter, ternyata ligamen saya sobek. jadi ligamen itu katanya adalah yang ngikat si dengkul itu. nha jadi baru ligamennya yang sobek. okelah, saya nggak bisa jalan hampir 3minggu.

jadi sodara, janganlah meremehkan hal yang sederhana. hanya karena sepatu, anda bisa tidak jalan 3 minggu. ming goro-goro sepatu? ojo ngemingke.

kejadian kedua (2009)
lokasi : tempat parkir, SMA Negeri 1 Yogyakarta
sebab : keamblekan motor
ceritanya :
baik, sebabnya memang tidak elit. tapi akibat yang ditimbulkan sangat elit. jadi intinya saya sedang ngambil motor. eh ada sms. terus saya konsen sama sms itu, dan tidak memperhatikan kalo motor saya posisinya kejepit. saya kemudian mengundurkan motor saya tersebut, karena terjepit tadi, saya jadi kesulitan. "iki kok ra iso metu-metu to ah" saya paksa ngundur ngundurin, jadi semacam narik-narik motor gitu. tarikan pertama, ngek ngek, masih kejepit, tarikan kedua, ngek ngek ngek, mulai goyang-goyang, tarikan ketiga, ngeeeeeek, gedebuk duar duar. saya terjatuh diantara ban. motor saya yang tadi saya perjuangkan dari kejepitan, menghujam dengkul kiri saya tajam. duak. telak. sayapun ngesot mencari tempat yang aman, belum sadar apa yang sebenarnya terjadi dengan dengkul saya. untung ada teman saya (lagi). dia menolong motor saya. menegakkannya kembali, melihat saya sebentar, beranjak ke motornya, dan ngeeng, tin "sek yo lup". kejadiannya cepat, saya hanya sempat berkedip saja. dan baru sadar... "asyeeeeem aku ra ditulungi" oke tidak apa-apa, kembali ke dengkul. saya melihat dengkul saya yang mak nyut nyut, tapi tunggu dulu, ini kenapa bentuknya kok... trepes? dengkul saya trepes! kemana dia? apakah ngglinding? ataukan mendelep? saya mulai deg degan. kemudian saya melihat ke kaki kiri saya yang sebelah kiri, nah lo. ternyata dia ada di situ. 90 derajat melenceng dari tempatnya semula. bentuknya mengerikan, saya tidak bisa lupa. kerena panik bentuk dengkul saya jadi seperti itu, saya memegangnya dan.... ceklok, dia kembali ke tempatnya semula. tanya rasanya? coba sendiri ya :p
kata dokter, namanya dislokasi patella. dengkul saya sempat dis (salah) lokasi (tempat). salah tempat.
menyebabkan darah kejepit di dalam dengkul dan harus diambil. oke, operasi. dan ya begitulah nananana. saya tidak bisa jalan lagi, 3mingguan juga kalo nggak salah.

kalo motor anda kejepit, jangan di oglek-oglek bahkan ditarik-tarik, mintalah bantuan orang yang lebih bisa mengeluarkannya. kalo tidak ada? tunggu sampai orang yang punya motor yang menjepit anda datang.
ukur kemampuan anda, sadar dengan situasi.

kejadian ketiga (2010)
lokasi : sanggar senam paloepi, rumah
sebab : kakean polah
ceritanya :
ah yang ini memalukan. jadi saya waktu itu, malam-malam. sesudah idul fitri, banyak sekali syawalan, jadi sering ketemu temen-teman deket rumah. nha saya sedang main-main dengan teman-teman. waktu itu sedang mainan maling-malingan -.- (oke, iki koyo mainan cah TK. yoben, kabeh uwong tau TK). saya sebagai malingnya, jadi saya jalan mundur-mundur celingak celinguk karena jadi maling, mendalami. nha teman saya, ada yang jadi maling yang satunya, dia juga jalan mundur. kamipun bertabrakan, saya kaget dan meloncat. eh kok.. mabur -__- saya merasa terbang. dan jatuh lagi. lagi lagi ku terjatuh. dengkul saya pas menghantam lantai dan aw!
teman-teman saya langsung tertawa terbahak-bahak. asyeeeeem.
ketemu dokter lagi. katanya masih sama, dengkul saya owah lagi. di rumah sakit di oglek-oglek. mak ceklak ceklok. nggak sampai operasi sih yang ini. tapi ya lumayan, nggak bisa jalan lagi. yang ini 2mingguan. sebenernya suruh masih lama istirahatnya. tapi saya sudah muak dengan kayak gini, jatuh, sakit, ceklak ceklok, nggak bisa jalan, krek, menyusahkan orang. aaaaaah. nggak enak banget. akhirnya saya nekat jalan. dan.. bisa.
tapi ternyata itu sangat fatal. karena belum sembuh total kayak yang sebelum-sebelumnya, akhir-akhir ini saya sering banget sakit. tiba-tiba nggilu gitu.

menjadi kalem itu kadang-kadang sangat diperlukan. kakean polah itu merugikan.


dari kejadian-kejadian yang berurutan itu, saya akan benar-benar ingin mencoba hati-hati.
tidak menyederhanakan sesuatu, akan mencoba peka sekitar dan mengukur kemampuan, juga akan menjaga sikap.
sangat berharap saya tidak mengupdate post ini dan menambah "kejadian keempat". sungguh. sudah saja, kapok kapok.

dan akhirnya saya harus menapak tanah lagi, walaupun nggak sekuat dulu. walaupun sering banget kumat-kumat sekarang. walaupun kata dokter, dengkul saya sudah tidak seperti dulu, sudah tidak seperti dengkul orang kebanyakan, tapi saya harus. mengeluh itu nggak ada manfaatnya. menyusahkan orang itu mbuat pekewuh.

dengkul, kuat nak. tataplah dunia, dia menunggumu melakukan sesuatu.

-ini waktu saya masih bule (yo ora kan)-




-foto sek-

...

Jumat, 27 Agustus 2010

TK


lagi menye-menye, tiba-tiba kangen TK gara-gara tadi liat anak brindil pake baju seragam TK jalan kaki. terus nyari-nyari foto pas TK, tapi nggak ketemu. sakjane aku ki tau TK ora to? --

pokoknya TK adalah masa berjaya. jadi ceritanya dulu waktu TK saya adalah murid yang unyul-unyul. hem. saya memang brandal dulu waktu TK. saya adalah bos, ketua geng B) ketua geng brandal yang brindil. ketua brindil.
anak laki-laki pun tunduk kepada saya karena satu serangan maut : mata. biasanya saya melirik dengan tatapan sinis kemudian mendelik dan menyipit, mendelik lagi, menyipit lagi, begitu seterusnya kayak aktor sinetron yang mau ngeracuni mertuanya.
saya juga heran lho, kenapa coba pada takut --a

singkat kata, nggak ada yang berani sama saya, ha ha ha.
terus pada suatu hari pas saya udah enol besar, saya lagi main ayunan. tiba-tiba ada yang ndorong, hampir kejlungup. woh! saya nggak trima banget. ternyata itu adalah anak baru yang bernama gilang. saya masih inget banget namanya tapi nggak inget bentuknya. saya pliriki saja. tapi dia malah lari-lari sambil melet-melet. nyenthe tenan cah anyar! rung ngerti sopo bos e.
kemudian saya datangi njur saya jorokke nyampe dia ndlesor ditanah. terus dia nangis. gembeng. kemudian teman-teman saya pada nyanyi "gilang, sepatu gilang, gilang siramarama, mari pulang, marilah pulang, marilah pulang, bersama-sama"

ada lagi. pas saya mau beli somay. saya mau beli 500. tapi nggak diambil-ambilin sama pak somey soalnya yang beli banyak banget kayak anak piyik pada teriak-teriak, disamping itu, saya juga cuma cilik nyempil dideket ban sepeda bapaknya. bapaknya cuma bilang "iya, iya, satu-satu tangannya cuma dua, iya iya iya" saya emosi. iya iya kok ra di dol-doli. awalnya saya memaklumi. kemudian saya kedesek-desek. saya mulai panas. saya pengen liat bentuk somaynya, tapi tinggi saya nggak nyampe buat liat tempat somay yang kemebul itu. saya jadi tambah emosi. saya berusaha melihat. saya jinjit-jinjit. tapi tetep aja nggak keliatan. kemudian saya benar-benar tidak sabar, suasana ricuh. saya langsung mendorong gerobaknya pak somay. duar begitu bunyinya. gerobak sak sepedanya jatuh. somay menggelinding satu-satu. kemudian saya menyelinap diantara kaki-kaki. bebas. sejak peristiwa itu, bapak somay tidak terlihat lagi. maaf ya pak.


hal-hal semacam itu yang bikin saya kangen TK. coba sekarang kita kayak gitu. kita njorokin temen kita sampe nangis. la yo mung gelut to. apa kita numpahin gerobak tukang somay. diamuk.
kenapa ya? TK itu enak. bebas. belum dapet banyak masalah mungkin.
emang bener, semakin tua, masalah semakin kompleks.

kenapa kita harus tua ya?
kenapa kita harus tumbuh?

Senin, 26 Juli 2010

bendahara

sudah 26 hari berjalan di bulan juli :)
dan ternyata sudah sangat lama sekali tidak posting
jadi selama ini banyak sekali kejadian yang telah terjadi

oke, jadi saya sudah kelas XI :)
masuk XI IPA 7! adaptasi lagi, kenalan lagi :p anak-anaknya rajin-rajin, sumprit, tapi menyenangkan dan tidak pada pelit. dan taukah anda sodara? saya jadi bendahara di kelas ini, sumpah pemilihannya sangat sepihak dan tidak adil. jadi ceritanya begini,

seperti biasa, telat lagi. berangkat dari rumah jam 7 lebih dikit banget, dijalan udah tak kebut-kebutin tapi tetep aja telat. yowes karena memang pasti akan telat, pasrah saja. nyampe sekolah karena baru awal-awal masuk udah sepi, terus sayapun lari-lari naik tangga ke lantai 3, soalnya kelasnya di lantai 3.
pas nyampe kelas, pintunya udah ketutup. MOD! dengan perasaan was-was sayapun mengetuk pintu. dan taraa seisi kelas memandangi saya. saya mlengeh. kemudian saya melirik ke meja guru. kosong. asem gene durung ono gurune. di depan papan tulis terlihat luthfi sedang memegangi boardmaker sambil melihat saya.
kejadian diatas berlangsung sepersekian detik dan tiba-tiba terdengar suara yang menggebu-gebu dan riuh "lupi wae, lupi, lupi!" saya bingung. panik. ada apa ini? batin saya menjerit-jerit, kenapaa? kenapaaaaaahhhh? saya masih bingung dan plonga plongo karena tidak dong. kemudian suara-suara itu semakin riuh. saya mencari-cari dimana gerangan inun berada. oh ternyata dia disana, sayapun mendatangi inun, dan masih tetap diteriaki "lupi wae lupi wae!" dan suara luthfi berkata :"setuju?" "setujuuuuuuuu!" saya tambah bingung dengan apa yang terjadi. batin saya masih menjerit. inun hanya cengar cengir.
"ngopo to nun?" saya bertanya. dia masih cengir cengir. masih dengan cengir dia berkata, "kae lho" kemudian saya melihat papan tulis dan saya terkejut karena terdapat tulisan. bendahara titik dua lupi.
apa-apaan! saya berusaha membela diri. batin saya yang tadi menjerit, sekarang meronta. tapi kedudukan sangatlah tidak imbang bung, 31:1 saya kalah telak. diserbu. dihantam. dihajar. diplekoto. saya mengusulkan dipilih kandidat lain.
namun tak lama kemudian ibu guru datang. pemilihan dihentikan dengan begitu saja. tamat. bendahara.

ya gitu pokoknya, karena sudah malam dan saya di suruh udah ya disambung besok lagi. dada :D masih banyak cerita

Selasa, 29 Juni 2010

terbahak

hai teman-teman, jagalah kesehatan jangan lupa gosok gigi dengan nanana! :D

tadi mbuka-mbuka foto di FB ketemu foto bagus nih :

- calon tonti teladan 2012 -
CNT wonogondang, 10-11 April 2010
judul : ngakak

kalo rai-rai nya dilihat dan pendelengi satu-satu bisa bikin ngakak nggak mandeg mandeg
ekspresinya nggak dibuat-buat, alami
wajah-wajah lepas tanpa dosa, ra sembodo sama yang namanya masalah, mumet ulangan, pusing remidi
seolah-olah mereka diturunkan Tuhan dari langit cuma buat ngakak

dan yang paling klise saudara-saudara lihatlah rupo saya dan rainya si Arya Nur Ihsan
kurang jelas? ini JELAS :

-apa banget-

well, demi apa, saya jadi mengerti alasan orang-orang menuduh saya kembarannya arya yang dibuang -..-

Sabtu, 05 Juni 2010

nawaitu

welcome june :D


sudah 5hari bulan juni hahahaha
dan hari ke7 bulan ini (besok senin) adalah semesteran yeah! <---- tipu daya, ini bukan yeah senang lho -_-

aah tidak tahu lah, yang penting usaha! :)
saya tidak ingin mengecewakan lagi, saya tahu rasanya dikecewakan, dan sayapun sering mengecewakan ha-ha-ha

baiklah, saya beberapa hari ini garing, tidak bertenaga, bawaannya ngambek terus, pegel-pegel, imak-imik, menye-menye, kacau pokoknya nggak tau sebabnya apa, pokoknya gitu

sekarang misi saya adalah : menumbuhkan niat belajar
bagaimana caranya? saya juga tidak tahu, yang pasti bukan dikasih pupuk.

tadi teman saya bilang

"jika semua perbuatan yang baik kita awali dengan niat yang baik juga ALLAH akan mempermudah urusan kita"

:) cukup melegakan

dan pada akhirnya saya akan benar-benar niat saudara-saudara!

kenapa?

karena saya ingin senyum mereka tetap seperti ini

my everything

Minggu, 30 Mei 2010

sekolah?

sugeng dinten minggu :|

saya lagi suntuk nih agak nggak mood ngepost.
sudah minggu lagi, heem cepat sekali ya kayaknya seminggu
tinggal seminggu lagi terus semesteran -..-
sudahlah, menghindar dan mengeluh bukan solusi

seminggu besok dari senin-sabtu full ulangan -__-
ya beginilah, namanya juga pelajar harus belajar kan ya.

saya cuma agak nggak srek sama model belajarnya, materinya, cara menyampaikannya
buat apa coba kita repot-repot belajar logaritma, trigonometri, pembiasan cahaya, struktrur rantai C, vertebrata dan segala macam bentuk rupa itu?
repot-repot ulangan, nilainya harus nyampe KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal), kalo nggak nyampe remidi, ngulang, kalo masih nggak nyampe ngulang lagi.
buat apa coba?
apa besok kita kalo jadi dokter, ngoprasi orang pake logaritma? apa gunanya belajar vertebrata kalo kita pengen kerja jadi psikolog?
kenapa kita harus belajar semua mua nya? nggak praktis, nggak terapan.
aneh!

teman saya punya teman. sekarang temannya itu sekolah di SMK. setiap hari dia kesekolah motong kayu, nyusun bata, nggambar-nggambar, mainan semen. kenapa? soalnya dia jelas. jelas kenapa? jelas, dia mau jadi arsitek. jadi belajarnya begituan. apa dia belajar ikatan rangkap sama ikatan tunggal atom C? enggaklah! buat apa? apa manfaatnya buat dia nek dia belajar itu? buat mbangun rumah nggak perlu ngerti ikatan atom C.
jelas, alur hidupnya jelas.

malah kadang saya nyesel juga kenapa dulu nggak masuk SMK -___-
sekarang gimana? saya yang setiap hari harus belajar semua mata pelajaran, dari matematika, sejarah, kimia, fisika, biologi, sosiologi, ekonomi, semuaaaanya, besok jadi apa?
gelap! nggak tau,
masih diujung pena!

saya memang takut dengan masa depan saya, belum jelas sih, suram.
tapi sekarang saya ada disini kan, sedang menghadapi keanehannya sekolah.
mencerdaskan atau menstreskan?

Kamis, 27 Mei 2010

cita-cita


halo dunia :D

pie kabar e? rak yo apik-apik wae to,
lama tidak mengepost ha seminggu ini ulangan full (koyo sinau wae) #sokeksis

saya pusiang dan peniang. rasanya kepala saya ini terbuat dari batu, mumet-mumet piyeee ngono
bayangkan saja saudara, jadwal ulangan padat merayap sementara disudut lain didesak dengan bayang-bayang ujian kenaikan kelas yang akan berlangsung 10 hari lagi, hah? 10 hari lagi to? heeem



saya benar-benar di ujung tanduk, saya kalut, saya bimbang, saya bingung, saya linglung, saya seperti orang gila

jadi ceritanya begini, nganu, bagaimana ya?
saya inikan pelajar kelas 10, nha berartikan saya nanti jadi kelas 11 (semoga, amin Ya Allah, Amiiiiin) , padahal kelas 11 itu terbagi menjadi 2 jurusan yaitu IPA dan IPS. kalo disuruh milih yang mana ya saya mending milih tata boga, sayangnya nggak ada. kemarin dulu itu disuruh ngisi angket, saya ngumpulnya lamaaa banget soalnya mikir.
dan penyandung utama saya adalah : tidak punya cita-cita

lha gimana? emang bener saya tidak bercita-cita, njuk saya curhat sama teman saya

A : aku bingung
X : lha yo turuti saja kata hatimu
A : opoh aku ra ngerti tenan
X : yo cita-citamu opo
A : *mikir*
X : ...
A : ra ndue
X : *menghela napas, merem, melek, bermuka bijak* orang yang tidak punya cita-cita itu adalah orang yang mati
A : -_____-

saya tambah depresi waktu dibilang orang mati. kemudian malam-malam saya merem-merem mengingat-ingat yang dulu-dulu, waktu TK.

Bu Guru : Ayo anak-anak maju satu-satu ngomongin cita-citanya!
giliran saya pertama :

Lupi : (menatap teman-teman, rupo pengin diantil)
Bu Guru : ....
Lupi : cita-cita niku nopo bu?
Bu Guru : (kelihatan shock) eh, cita-cita niku ingkang pengin dilakuke pas sampun gedhe (TK saya TK jowo, maklum please)
Lupi : kula pengin ndemok salju

tiring kata-kata "kula pengin ndemok salju" tiba-tiba terngiang dan muter-muter di kepala saya yang bervolume kecil ini. oke jadi cita-cita saya memegang salju, lalu? jurusan mana yang saya ambil biar bisa mewujudkan cita-cita saya? IPA kah? IPS kah? saya mumet lagi.

kalo IPS : saya tidak srek ah, pelajaran e nggak ngedongi
kalo IPA : saya juga agak pieee, nanti nek otak saya overcapatity gara-gara keblesek rumus dan hitungan -__-

kemudian sayapun mendatangi sangmahaguruyangdipertuanagungkan deng deng : simbok saya :D
setelah berdebat sana sini akhirnya beliau mencoret kata IPS diangket tersebut, saya cuma pasrah saja, toh saya nggak rugi juga, dan disitu disuruh menulis alasannya. dengan lihai dan penuh kesan beliau menulis : karena saya ingin melanjutkan ke jurusan kedokteran
oke saya masih pasrah dan manut-manut saja

sampai detik ini, 10 hari sebelum ujian kenaikan kelas, penentu jurusan,
saya sih (belum) tidak tertarik dengan kedokteran,
embuhlah cita-cita saya kan ndemok salju, bukan dokter. sudah-sudah, mending seiring berjalannya waktu saya coba pikir lagi cita-cita saya yang lebih terarah.