Tampilkan postingan dengan label ra cetho. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ra cetho. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Agustus 2021

Halo? Oh.

 Halo Blog!

Udah tahun 2021 nih, lama lama posting disini setahun sekali wkwk

hmmm kembali lagi mau curhat masalah hati. sori banget ki baru bisa ngasih tulisan masalah cinta cinti terus alias umur wes tuwo tapi ra tambah mutu. semoga neks bisa share ke masalah yang lebih keren, wah, ndakik, bermutu dan fundamental. tapi kali ini maap banget ini masih soal ati pfft

sudah mau jalan hampir 3 tahun dengan kekosongan yang mendera gaiz. dan masih terus mencari arti, memulihkan diri untuk bisa membuka hati kembali. kalau boleh yuyur ya Allahu Robbi sebenernya males banget loh terluka hanya karena satu manusia. sembuhnya lama lagi. koyo ga ikhlas waktu gitu. ngopo to angel banget cuma gara gara wong koyo de'e meneh. tapi ya gimana faktanya memang bener-bener trauma. memang bener bener sulit. cuma terus sadar sih bahwa ini semua bukan lagi tentang dia sebenernya, lebih kepada chopping mechanism saya yang belum baik dalam menghadapi kegagalan. dan berangsur i'm working on it, once kita bisa indentifikasi problems, lebih mudah nyari solusinya. cia. kesadaran akan hal ini juga ga bisa didapat sehari dua hari. butuh gobloq dulu, butuh nangis dulu, butuh ndengerin six degree of separation-nya the script dulu. yiimpin masa suram, semoga ga kembali ke lubang itu.

Kemudian ada beberapa usaha si, dari beberapa teman yang mesaake dan terlebih dari my mommy similikiti wiliwili yang tampaknya sudah tidak tahan melihat anak bungsunya yang sudah bangkotan ini cuma sliwar sliwer, angop, kukur kukur, ra tau adus tur ngenteke pangan setiap hari. Jadi mereka mencarikan kenalan sana sini sebagai bentuk ikhtiar, mana tempe mungkin lewat jalan tersebut bisalah ya nyantol gitu.

awalnya it's sooo hard for open up to someone. apalagi konteksnya ga kenal sendiri kan, bukan temen bukan apa ujug ujug mak bendunduk "halo" gitu. kayak hehh sopo koweeeeeeee

aneh aja gitu budaya kenalan tu. iki akal-akalan orang mana seh. misal ya mau temenan tapi yo kok ngapain, koncoku wes akeh ket TK mas :( mau kearah serius, lha kosek kan rung kenal. tapi ya itu tadi kan esensinya kenalan, saling mengenal mengko nek oke iso dipertimbangakan ke yang lebih serius, nek ga oke thank you next mari menjadi penonton story. dan nyebaine ini cukup kejam bagi ras penganut baper-ism. gak bisa baper choy kita mainan beginian. tak pikir intinya kehidupan orang dewasa tu harus menurunkan level perasaan si. mereka mainnya sat set logika logika gitu. yang mana kalau urusan ini saya masih catching up. gapapa, alon alon pet.

anyway masalah baper. ini susah si

jujur agak nggilani tapi yowes bidiimit, hati saya nih kan lembek kayak ager ager ya, jadi semisal ada dikit aja hawa hawa perhatian, tu udah yang goyang sana sini itu ager ager. emang murahan dan gampang terkesan anaknya, ya mau gimana lagi -_- jadi susa gitu untuk ga bawa perasaan. dan tau kan ujungujungnya bawa perasaan tu, luqa luqa luqa yang kurasakan. njuk mlendep, males lagi.

disamping perbaperan mania, yang syedih dan syusah bab dua adalah ekspektasi. iki nyebai

karena kalo dikenalkan tuh, pasti diawal ada prolog deskripsi yang dar dar dar wow bombastis fantastika. kata om ini baik, kata tante ini ga neko neko, rajin solat pandai menabung menerapkan ideologi pancasila, apal dasa darma pramuka. ya initinya udah ada tuh gambaran dalam kepala oh ini orangnya gini yaa. ditambah pikiran positif yang selalu berkata "okay, maybe this one". sekalinya dihadapkan kenyataan yang tidak senada dengan gambaran pada kepala. dah runtuh runtuh, pusing lagi. sedih lagi. ya ga bisa menyalahkan siapa siapa dong karena yang membuat deskripsi di kepala juga kita sendiri. mutusi cah e pancen

akhirnya semua berakhir kurang memuaskan ya pemirsa. ya itu sih, dua hal besar terkait kegagalan urusan ikhtiar perkenalan yang saya rasakan. disamping faktor trauma yang mungkin belum seutuhnya mereda. tapi sudah membaik tentu saja. masih harus banyak belajar, banyak yang diperbaiki. terlebih menjaga gonjang ganjingnya hati dan ekspektasi. berkalikali saya bilang ke diri saya sendiri its okay, tapi kudu bangkit dan usaha lagi. terima semuanya, ikhlaskan semua yang sudah dan akan terjadi. berani jalani, karena Tuhan tidak pernah punya niatan melukai hambaNya. Dia cuma ingin kita terus belajar jadi manusia yang lebih baik. dan kita harus mau belajar. gagal, goblok, ngisinisini itu pelajaran. semoga bisa selalu mengambil hikmah disetiap peristiwa. aamiin.

Dan sekarang si target saya nggak muluk muluk, cuma pengen enjoying tiap momen dalam hidup. karena besok, saya ga bisa balik lagi ke posisi saya sekarang ini. I just wanna be happy and content. Semoga Allah ridho, semoga Allah bukakan jalanNya. Aamiin (lagi).

Dah. sampai ketemu, tahun depan, bulan depan, atau minggu depan. WKWK.

Jumat, 26 Juni 2020

dua puluh enam yang ke dua puluh enam

So it already is
saat kecil saya selalu ingin menjadi orang dewasa
orang dewasa nggak perlu disuntik vaksin kalo anak SD divaksin terus
orang dewasa boleh naik mobil di jalan raya
orang dewasa bisa milih kerja jadi apa aja anak kecil cuma bisa duduk sekolah
orang dewasa bisa ambil barang di atas lemari sendiri
bisa cuci piring di wastafel tanpa pakai dingklik
orang dewasa nggak perlu tidur siang
jadi dewasa itu enak banget

then suddenly... here we are!
di depan laptop with all things going in our mind dan berharap bisa jadi anak kecil lagi
yang tanpa tanggungjawab dan semua kesalahannya dimaklumi
tapi hidup terus berjalan
mau gak mau umur bertambah

okelah. Happy Birthday self! Hang in there

Senin, 25 Desember 2017

aku ingin kembali

aku ingin kembali
menjadi tidak ada, tidak dipedulikan.

hujan riuh yang indah, suaranya keras mereda sejenak gaung dalam diriku,
tapi tak lagi dapat menenangkannya
malam sunyi tempat menyepi, mengembalikan kewarasan diri,
hanyalah gelap tanpa arti
aku semakin jauh, semakin terjatuh

Tuhan Penyayang, Tuhan Yang Mengerti,
dapatkah aku kembali?
merasakan ketenangan dan keindahan dunia, dari khusyuk dan bau keringat
dari perasaan tersingkirkan dan pandangan sebelah mata

Bantul, Desember 2017

Sabtu, 08 April 2017

Living Life

HALO!
malam tadi, baru selesai ujian, dengan suwung-nya iseng buka buka tulisan dan tweets yang lama-lama, dan baru sadar... betapa hidupku sangat berbeda

Setiap pagi kita membuka mata lalu melakukan segala hal yang kita anggap adalah rutinitas. Rutin. Monoton. Begitu begitu aja. Tapi selayaknya bumi yang tak pernah berhenti bergerak, tanpa kita sadari kita juga pelan pelan ikut berubah. Tanggung jawab, sosialisasi, ide, pikiran. Hingga saat kita menengok kebelakang kita sudah tidak ditempat kita 6 bulan atau 1 tahun yang lalu. Mungkin, itulah sifat dasar manusia: bergerak.

Pas baca baca tulisan lawas kemarin, sepertinya hidup saya 3-4 tahun kepungkur lebih membahagiakan daripada hidup yang akhir-akhir ini sedang terjalani..
Ngakak sendiri baca twit lucu : Kok iso aku ngene ki :))
Senyum sendri baca twit (sok) bijak (sing ra cetho) : Mosok iki sing nulis aku?
Rasanya hidup lebih santai dan menyenangkan
Bulan, minggu, dan hari hari belakangan ini terasa lebih padat, jadi nggak ada space untuk pikiran tenang dan jernih.
Penuh rasa kemrungsung, was was, aduh ngene aduh ngono, takut berbuat salah, canggung, banyak antisipasi untuk ita itu, pemakluman sifat sifat manusia di sekitar yang membingungkan.
Hati dan otak penuh terus, kerja rodi.

Tapi terimakasih waktu suwung, berkat dikau aku jadi tersadar bahwa halooo kamu adalah kamu, yang dulu nggak pernah ngeribetin omongan orang, yang dulu selalu santai ngehadapin seberapa besarpuun masalah, yang selalu pasrah legowo, yang nggak banyak kepinginan, yang banyak senyum, yang yowes piye meneh, yang selalu percaya skenario Allah adalah yang terbaik.


:)


Yasss I decided to living my life again. Good luck, self!
And once more, thank you waktu suwung :*

keliatan ya, sepertinya writing skill saya banyak kececer di jalan, jelek banget sekarang nulisnya wkwk

Rabu, 16 Maret 2016

Small talk

But I don't want small talk. Text me, and without saying hello, tell me why you got so angry at your sister this morning. Tell me why you have a scar shaped like Europe on the left side of your neck. Send me paragraphs about the time you spent at your grandmother's house that one summer. Call me when I'm half asleep and tell me why you believe in God. Tell me about the first time you saw your dad cry. Go on for hours about things that may not seem important because I promise that I'll be hanging on to every word you say. Tell me everything. I don't want someone who just talks about the weather.

Dapet dari postingan teman

Minggu, 30 Agustus 2015

Sekolah tanpa bangku

Masih kuingat awal perjalanan ini, sedikit, mungkin tidak detail.
Angin sedang baik saat itu.
Jalan rumput.
Matahari hampir di atas ubun-ubun kita.
Kau tak banyak bicara. Setelah bicara banyak sebelumnya.
Karena sekarang giliranku, memberi jawaban.
Diam yang panjang.
Angin masih baik.
Kau tau kenapa mulutku tersumpal?
Karena aku belum mengerti, tujuan semua ini, nantinya.
Baikkah untukku? Baikkah untuk orang orang itu? Bisakah aku? Tidak salahkah dirimu?
Ku rumuskan 3 hal saat itu--untuk menjawab pertanyaanmu: mau, mampu, restu.
Lihat, aku tertawa sekarang mengingatnya.
Akhirnya masih tanpa mengerti tujuan semua ini, aku mengangguk.
Anggukan yang mengantarku ke perjalanan ini.
Ternyata jalan ini jauh... dan lama..
Tapi sekarang aku sudah diujungnya.
Tasku penuh. Pakaianku compang tak karuhan. Banyak yang kutemukan di sana.
Tentang kebahagiaan dan tangisan, putus asa dan harapan, kecerobohan, rasa yang rumit, sifat yang lebih rumit.
Jalan tidak bertujuan ini, ternyata adalah sekolah tanpa bangku.
Terimakasih.

Jumat, 05 Juni 2015

Mei lalu

Assalamualaikum blog
sudah juni inih? sumpah? cepet tenan
kayaknya baru kemarin tahun baruan dengan teman-teman

So, welcome June! silakan silakan, anggap rumah sendiri :"
opo to

bulan Mei kemarin adalah bulan yang cukup memorable bagi saya, atau mungkin keluarga saya.
setelah siklus 5 tahunan DHF di Bantul sedang hitz melanda, dan kebetulan saya dan mbakyu saya bergantian selang seminggu mengisi bed di kamar dan rumah sakit yang sama karena si DHF ini. Yey! :"
Alhamdulillah Allah masih memberi umur sampai saya bisa menulis postingan ini

jadi sekarang, masih pemulihan ditambah blok yang sudah akan berakhir adalah suwung wung wung.

Selama di rumah sakit, banyak hal yang ternyata baru saya sadari. Yang pertama, ternyata memang benar bahwa kasih ibu sepanjang jalan. opo to iki, tapi bener.
saya masih ingat beberapa tahun lalu, saat pikiran saya dan ibu saya selalu bertentangan. banyak nggak nyambungnya. saat saya sok tau tentang pilihan hidup saya. dan dibandingkan dengan bagaimana ibu saya njaga dan ngerawat saat saya nggak bisa ngapa-ngapain kemarin, rasanya durhaka nggak ketulungan. ibu saya adalah orang nomer satu yang akan saya bahagiakan. amin.

yang kedua, haha iki opo to sumpah kaku sekali tulisannya maafkan, kelamaan nulis skripsi :' ......... Ya Allah skripsi ku piye kabar e
................................................
oke
yang kedua, bahwa just go as long as you can, make friends, meet lot of people, but the only place you can always come back is your family.
begitulah, ayah saya, laki-laki yang sangat sabar dan lucu itu, kakak saya, dan lagi lagi ibu saya, mereka adalah rumah saya. tempat semua ini dimulai, dan tempat semua ini bermuara nantinya.
jahat rasanya kalo inget beberapa waktu kebelakang saya nggak pernah di rumah, malah ngurusi embuh. bagaimana jiwa muda ini (jiwa muda banget?) sedang pengen cari pengalaman seperti orang orang. rumah cuma buat tidur mandi makan. Dan saat saya nggak bisa gimana gimana kemarin, orang orang yang bisa saya andalkan ya cuma keluarga saya. Bukan berarti pengalaman dan teman itu nggak penting. Mereka penting, sangat penting bahkan. Tapi keluarga adalah tempat kita menggantungkan semua yang tidak bisa teman dan pengalaman berikan. Jadi selama masih bisa berkumpul dengan orang orang tersayang itu, jangan disia-siakan.

yang ketiga, saat sakit dan tertimpa musibah, kita bisa tahu orang-orang yang benar-benar ada dan peduli. para teman-teman super yang ngaruhke dan mendoakan. terimakasih tems! Manusia adalah makhluk sosial. teman-teman adalah orang yang juga bisa kita andalkan saat bahkan keluarga sedang tidak cukup mampu untuk itu. jadi memang hidup itu tidak bisa sendirian. begitulah :"

yang keempat, jaga kesehatan, jangan lemah dan sakit, karena ngulang materi kuliah adalah malesi. dan karena sakit datangnya dari Allah semoga kita dihindarkan dari rasa sakit dan musibah, kalo memang harus merasakan, semoga sabar, ikhlas dan pasrah nya selalu terjaga.

Wes ya, kalo diterusin tulisan ini sepertinya akan tambah tidak mutu, sehat selalu kaw! :D

btw ini juni,

tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon yang berbunga itu

Kamis, 19 Maret 2015

First Step

Ngerasa sampah banget minggu ini -_-
Dimana yang lain udah ribut ribut BAB II dan seterusnya, yang sini baru ada tulisan nama dan nim aja di halaman word nya. Sekalinya buka laptop, malah nulis blog. zampaaah masyarakaaaat -_-

First step is always hard. Entah gimana, langkah pertama emang selalu yang paling sulit. Butuh niatan dan kemauan yang besar untuk langkah pertama ini. Karena langkah selanjutnya tinggal mengikuti. Karena langkah pertama adalah pilihan. Dan karena langkah pertama adalah permulaian. Katanya "you don't have to see the whole staircase, just take the first step on faith"

Huffffff
Tapi kalau hanya dikeluhkan dan diceritakan kemana mana, langkah pertama akhirnya hanya akan jadi wacana. Kenapa tidak coba diam dan setidaknya memulai niatan? Bismillah


Sabtu, 20 Desember 2014

Hhhhhhhhh

Selamat malam, malam minggu.
akhirnya hari seperti beberapa hari belakangan ini benar-benar terjadi dan terlewati dan akan terjadi lagi.
hari yang harus dilalui dengan ribuan kata "ikhlas.. ikhlas.." disetiapnya.
saat waktu benar-benar tidak bisa lagi ditunggangi, berlari seperti kuda habis di cap bara panas belakangnya. cepat, tak terkendali.
tau-tau... "lho? udah sabtu?"

seminggu yang tak bisa dideskripsikan.
saat kaki yang melangkah lebih jauh dan tangan yang berbuat lebih banyak pun tak cukup sebagai modalnya.
Gusti.. untung masih ada kepala yang mendongak dan mulut yang berdoa.

Bukankah memang sudah diprediksikan semua ini?
Saat kata bismillah terucap dua kali. Dan bismillah lagi beberapa waktu lalu yang lebih lama dari dua terakhir itu.
Mulutmu sendiri yang bilang. Tiga bismillah.
Kau sudah memilih.

Aku tidak menyalahkan siapapun.
Hanya (lagi-lagi) menyadari bahwa manusia itu berbatas.
Manusia tidak bisa memindah gunung, walaupun tekadnya lebih besar dari gunung itu.

Tapi mengeluh juga bukan jalan keluar.
Semua harus dijalani, pahit manis asam asin asam pedas, bagaimanapun rasanya.

Aku hanya khawatir,
Semoga yang terjadi bukan kesia-siaan.
Semoga semua yang dikorbankan sebanding dengan yang akan didapatkan.
Amin.

Memang apa yang kau cari?
Hhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh....

Senin, 14 April 2014

GREW A DAY OLDER

GREW A DAY OLDER - DEE LESTARI
 
"... When I was in complete surrender of who I am, the helpless idiot venturing her endless lessons of love and life. When I was thankful that he would grow a day older and see what a mess I could be. And I can feel I am arriving in that moment again, right now, as I am cuddled like his Teddy, and still not knowing what to do or what to decide."


See the sunrise
Know it's time for us to pack up all the past
And find what truly lasts
If everything has been written down, so why worry, we say
It's you and me with a little left of sanity
If life is ever changing, so why worry, we say
It's still you and I with silly smile as we wave goodbye
And how will it be? Sometimes we just can't see
A neighbor, a lover, a joker
Or a friend you can count on forever?
How tragic, how happy, how sorry?



For all we know we've come this far not knowing one
So, would it be nice to sit back in silence?
Despite all the wisdom and the fantasies
Having you close to my heart as I say a little grace
I'm thankful for this moment cause
I know that you

Grow a day older and see how this sentimental fool can be
When she tires to write a birthday song
When she thinks so hard to make your day
When she's getting lost in all her thoughts
When she waits a whole day to say...
"I'm thankful for this moment cause I know that I
Grow a day older and see how this sentimental fool can be
When he ache his arms to hold me tight
When he picks up lines to make me laugh
Whan he's getting lost in all his calls
When we can't wait to say : "I love you'."

If everything has been written down, so why worry, we say
It's you and me with a little left of sanity


What a song banget :))
Halo!
Saya menyembul diantara deadline yang tiada habisnya dan pengen ngepost lirik lagunya Dee Lestari ini.
nggak pernah apal liriknya sih tapi bagus aja kalo baca liriknya gitu :D

5 tahun yang lalu
pagi pagi kau mengotak atik kertasmu
aku menimbrung
lembaran kertas itu kau buat menjadi suatu bentuk yang kurang aku mengerti
kemudian aku bersikeras mengartikannya, membuat diriku sendiri seolah olah mengerti
lalu aku menyakininya. seyakin yakinnya.
bentuk itu kuyakini dengan pemahamanku sendiri.
dengan kayakinanku yang tidak ada dasarnya. yang hanya modal kira-kira.
dan aku lanjutkan hari setelahnya dengan bentuk dari kertasmu pagi itu.
awalnya seperti nyata
aku simpan semua tawa dan kata-katamu dalam keyakinanku akan bentuk kertasmu itu
tapi ternyata berlalu seperti angin saja
tanpa wujud, tanpa kata-kata,
hanya terasa seperti.. hembusan.. sebentar lalu tidak ada

dan bentuk di kertasmu pagi itu masih menjadi keyakinanku


sepanjang itu aku diam. hanya berjalan bersama keyakinanku yang saat itu tampak sangat nyata. sangat iya.
tidak pernah kutanyakan kepadamu arti sebenarnya bentuk dalam kertasmu. karena itu seperti nyata. seperti iya.
rasanya pemahamanku saja sudah cukup

dan bentuk di kertasmu pagi itu masih menjadi keyakinanku

aku masih diam.

hari ini. 5 tahun dari hari itu.
ternyata aku  memang hanya manusia
diciptakan Tuhan dengan kesalahan dan prasangka

tidak ada yang salah
bukan kamu dengan kertasmu dan bentuk yang kau buat
lebih kepada kekurangan ilmuku, yang menjadikanku gampang menyimpulkan, gampang yakin, dan bodoh

hari ini beberapa kata harus keluar.
01:51. keluar dia. walau bukan pertanyaan. walau bukan apapun. bukan sesuatu yang patut dikatakan tentang hal bernama keyakinan atau hal tentang 5 tahun atau kertas pagi yang kau bentuk. tapi dia sudah keluar dari gua bernama kediaman. semoga kau mengerti

dan bentuk di kertasmu pagi itu harus kusudahi untuk tidak menjadi keyakinanku lagi

tapi 5 tahun.
umur anak sudah masuk Taman Kanak Kanak.
keyakinanku yang kuyakini sendiri tentang bentuk dalam kertasmu, tumbuh menjadi anak sebesar itu.
aku bisa apa.. bisa bodoh jika terus terusan menyakini keyakinanku yang kubuat sendiri


Pada akhirnya orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa mendoakan. Mereka cuma bisa mendoakan, setelah capek berharap, pengharapan yang dari mulai kecil sekali, hingga makin lama makin besar, lalu semakin lama semakin jauh. orang yang jatuh cinta diam-diam pada akhirnya MENERIMA. Orang yang jatuh cinta diam-diam paham bahwa kenyataan terkadang berbeda dengan apa yang kita inginkan. Terkadang yang kita inginkan bisa jadi yang tidak sesungguhnya kita butuhkan. Dan sebenarnya, yang kita butuhkan hanyala MERELAKAN. Orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa, seperti yang mereka selalu lakukan, JATUH CINTA SENDIRIAN. - Raditya Dika

I'm thankful for this moment cause I know that you grow a day older and see how this sentimental fool can be

Sabtu, 02 Februari 2013

FEEDBACK

menunggu dan bersabar memang hal sulit.
apalagi kalau melakukan keduanya sekaligus.
apalagi kalau sudah agak lama. 4 tahun misalnya.

setiap perbuatan pasti akan selalu menghasilkan kemungkinan kemungkinan feedback -- perlakuan orang lain atas tindakan kita. tanggapannya.
entah yang sejalan dengan harapan atau tidak.

tapi manusia, aku... tau apa sih?
sedang bagaimana irama aliran dalam darah tubuh sendiri saja nggak bisa mendeskripsikan kok.
kejadian 1 menit lagi juga nggak tau kok.

dan bangun bangun pagi ini, saya jadi mengerti.
dengan feedback yang kita terima dari orang lain atas perbuatan yang kita lakukan,
terima ternyata kita juga berhak ber-feedback.

ya begitulah..

kadang kita terlalu terpaku dengan bagaimana orang memperlakukan kita.
njuk kita sendiri jadi lupa bahwa dengan perlakuan orang lain seperti itu kita punya wewenang untuk bertindak.
karena lupa, nggak sadar, jadi hal yang akan kita lakukan selanjutnya karena perlakuan orang lain malah tindakan tak terarah, tak terpikir, spontan, yang cuma directed by emosi aja.
padahal kita punya wewenang untuk berpikir lho.

jadi dengan bagaimana feedback njenengan tadi malam,
saya jadi pikir pikir lagi buat bertindak bagaimana ini selanjutnya.
embuh akan melanjutkan, embuh akan sudah saja.
embuh sih, durung ngerti, iseh dipikir.
suwun nggih.

Rabu, 01 Februari 2012

Februwari

halo ini sudah februari :D
kayaknya baru kemarin  happy new year happy new year-an.
udah sebulan aja.

memasuki bulan kedua. bulan cinta nih. tsaaaah *angin sepoi sepoi* *daun berguguran* *waktu melambat* *semua terlihat slow motion*
tapi tidak jika kamu anak kelas 3. semua terlihat seperti *buku tebel menumpuk* *pulang malem les* *belajar sampe muntah* *waktu nggak bisa direm* *fast motion* *tiba-tiba udah ujian ujian* *ujian tetep ora iso nggarap* *stres* *nangis dibawah shower*

ora ngono banget sih. kuwi lebay. ih lebay ih iiiihhhhhhh.
ehm.
oya, barusan dapet di twittah : jangan gila karena kelas tiga


hah! kuwi. camkan!
kelas 3 bukan akhir dunia.

oposih kok nglantur -_-
sakjane tidak ada tujuan bagi saya untuk mengepost pada kesempatan kali ini.
yo mung pengen ngepost wae.
masalah? ora ik. BESEWE!

back lah,
februari.
hari ini hari pertama.
nganu,
apa ya?
gini. jadi kadang sesuatu yang kita harapkan gitu, kalo udah kejadian malah jadi bingung dewe mau gimana.
nggg mohon maaf atas ketidakjelasan post ini sebelumnya. udah aja dong bacanya. udaaaaaah. ra cetho lho.

gini, misal ya kita ketemu "orang" gitu.
kenal sih. kenal banget -_-
njuk itu tu tiba-tiba. mak deeeeeng gitu lho ketemunya.
njuk ki bingung dewe mau ngapain. mau nyapa ki rasane wes ra mampu. iki ora lebay, iki tenanan.
rasane ono gempa ngono neng njero weteng. eeeh tenan mbok sumpret.
yo lebay sih. sitik.
piye yo, ra biasa ngono lho.
kayak udah nggak bisa mikir apa-apa lagi kalo gitu. arep ndelok we aras arasen. wedi.
arep balik wes ora iso, akhirannya adalah melihat ke arah lain dan melambatkan jalan. padahal jarak e mung 2 meter.
the bules called it awakward moment.
njuk mlaku neng mburine, pas itu orang wes neng tikungan lagi ngomong "gobloook disapa ndul. biasa waee"  *nutuk nutuk endas*
aku mangkel tenan ki. pengen biasa waeeee plis.

apa ya? kayak gitu tu reaksi spontan.
jadi emang udah refleknya kayak gitu. ora sadar ngono kuwi ki.
karena apa ya? ora ngerti juga. grogi? gugup? ora nyongko?
ya semacam itulah. angel. biasa wae ki angel.

yo salahe sopo sih, kono yo ora nyopo juga. yo embuh yo karepmulah. <-- ekpektasi berlebihan

jadi, kalo misalnya saudara tidak disapa oleh seseorang, jangan keburu mengejudge kalo orang itu nggak peduli sama sodara. bisa saja, karena orang itu nggak bisa biasa sama sodara. atau emang dasare orang itu nggak peduli sama sodara bisa jugaaa. beda tipislah. HA HAH!

sungguh, jika bisa saat itu juga aku berbalik, akan kulakukan. bukan tak ingin, hanya.. tak mampu

Sabtu, 28 Januari 2012

Pilihan Kedua

ceritanya lagi ngegaul di dunia maya.
nemu link dari temen di forum the largest indonesian community tentang SNMPTN.
buka buka wes ewes ewes.
ada opsian gitu suruh ngisi besok mau ikut jalur apa terus prodinya apa aja dll.
pake format nama id --> pilihan 1| pilihan 2
batin : ah ngisi ah. ben sisan akeh sek ndongake
*ctrlQ*
*ngetik*
nama id ---> pilihan 1| pil...........

JDAAKK!
*ada batu gedhe nimpa dari atas*
*tak sadarkan diri*
*ada cahaya! ada cahayaaaa!*
*tertarik masuk aaaaaaaaa*
*perlahan lahan bangun*
*mengerjap ngerjap*
*meraba-raba keybord*
*menulis kembali*
Ya Allah pilihan keduaku apa.
langsung galau dan mbuka blog. (iki pancen tempat sampah ya)

untung kuwi udu SNMPTN tenanan.
untung kuwi hanyalah opsian forum internet. untung. untung.
untung iseh ono waktu dinggo mikir.

Pilihan kedua.
entah kenapa namanya pilihan kedua. mungkin untuk memperhalus pilihan cadangan gitu ya. atau pilihan lemparan, pilihan bukan utama.
cedangan. lemparan. bukan utama. kok le piye ngono. koyo terpojok terinjak injak.
padahal sodara, itu penting!
pilihan kedua itu penting.
nek bule bule di film film biasanya bilang "let's use the plen bi"
PLAN B.

pilihan kedua itu penting.
untuk mengcover pilihan pertama.
seperti memilih jalan lain untuk tujuan yang utama.
berpikir panjang. cerdas. masuk!

yo fyi aja ya.
untuk memantepkan pilihan pertama pun rasanya seperti.......
seperti........
ra-ha-sia~ (ditambahkan ~ agar terbaca bernada)

angel. tenan. memantapkan itu.... sulit. harus tanya ke pakar sana sini. curhat curhet. GALAWWW nganti nganggo W saking galau ne. tanya ke kakak kelas. guru BK. orang tua. nyari2 di internet.
padahal kalo tidak ada pemantapan. wes bablas. seperti tidak ada tujuan. bak layang-layang putus. terombang ambing. arep sinau, ora semangat. ora ono tujuane. arep ora sinau, mosok kelas 3 ora sinau. jadi nggak fokus. malah aras aras en. antara usaha dan ahmbuhlah.

padahal yang akan dimantapkan ini adalah masa depan. sesuk dadi opo. sesuk kowe dadi opo. sing pasti dadi manten sih. tapi arep manten sing kepiye. sing gedung gedungan opo ijab tok? sing sakinah mawadah warohmah opo sing astaghfirullahaladzim? sing anake akeh opo KBnan? sing anak e nakal opo sing sholeh/sholehah? sing harmonis opo sing ora? sing saling melengkapi opo sing saling ngrusuhi? kuwi kan yo kudu ono dasare ho to.

malah NIKAH! radiasi. radiasi. kepalaku. otakku. tolong! tolooong! nain wan wan! aaaahhh aaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

ehm 
pilihan kedua.
jadi sampai mana tadi.
oh iya masa depan. ya itulah. anggap saja tulisan sebelum ini hanyalah terpaan angin mamiri. pokoke pemantapan akan masa depan itu mencakup seluruh aspek mendatang.
tujuane awakdewe urip. dan harus benar2 direncanakan, matang.
jadi, pemantapanpun penting.

kadang nggak salah menggunakan pilihan kedua. itukan hanya jalan lain. asal tujuan kita jelas. maksudnya tujuan, bukan hanya sekedar tujuan duniawi thok. yang penting usaha. punya harapan. biar hidup nggak kosong dan datar terus sampe mati. *ngomong neng ngarep koco*

ibarat ada buah mangga di pohon. dan mangga itu emang dikasih buat kita. ya kalo diem aja tanpa ada aksi, atau setidaknya nggak ada harapan buat miliki mangga itu. mung didelok wae ngono. yo bosok pelem e. opo nuggu tibo? iyo nek sing "nggawe tibo" gelem nibake. nek ora? lagian buah tibo ki rak yo wes ra layak pangan dub.
jadi bergeraklah. karena diam itu mematikan.
dan diam itu belum tentu emas. bisa aja emas imitasi.

SEMANGAT!

Kamis, 15 Desember 2011

phobia

sekarang saya pengen ngomongin phobia.
setiap orang punya phobia. ketakutan luar biasa atas sesuatu. bahasa lebe ne gitu.
tapi kadang phobia itu nonsense. maksud e mbikin orang berdecak-decak dan berkata "kok iso sih?"
ya memang begitulah phobia.


saya punya beberapa teman yang sangat gilo kepada cicak.
binatang yang nemplek itu. saya juga bingung kok iso wedi karo cicak ki opone sek nganu sih. kayaknya cicak ki well well saja. cuma nemplek. jalan-jalan di tembok selayaknya spidermen. biasa saja. saya sendiri punya peliharaan cicak.
seriusan iki. namanya cicak negro. tubuhnya hitam. itu cicak tinggal dibelakang meja saya. jadi kalo saya lagi nulis-nulis apa ngenet dia biasanya muncul. merayap-rayap. nemenin begadang sampai malam. kadang-kadang dia juga masuk ke makanan yang lupa saya tutup jadi harus dibuang. njuk dimarahin ibu saya.
oke kembali, cicak.


waktu smp saya punya teman yang phobia cicak. sebut saja dia lela. atau memang nama aslinya itu. waktu ulang tahun si lela ini dikado cicak. njuk dia njerit njerit ra ketulungan muter-muter kelas.


waktu sma saya juga punya teman yang seperti itu. sebut saja rosa dan rani. atau memang nama aslinya itu.
si rani ini kalo liat cicak juga sering njerit-njerit kayak orang kesurupan. "mamaaaa mamaaaa" biasanya gitu. waktu ke rumah rani ada boneka cicak, hadiah ulang taunnya. dan bonekanya itu masih di simpen dibungkusnya cobo -___-
nah kalo yang rosa, iki bocah ki nakal e ra ketulungan. jail e udah tingkat dewanya dewanya dewa. tapi nek dikasih cicak dia sudah kelepek-kelepek. pernah waktu main ke rumah teman saya yang lain, sebut saja dicha, atau memang nama aslinya itu (karepmulah pet). di rumah dicha ada cicak cicakan dari semacam karet yang bisa nemplek. jadinya diuncal ditembok gitu njuk mak tlepook. terus waktu digodain pake itu. si rosa itu nangis ngesot-ngesot. mbok tenan ngesot. NGESOT! dan nangis.


ada juga teman saya yang lain namanya hani. atau memang nama... (oke oke)
si hani ini phobia dengan kupu-kupu. KUPU-KUPU. sodara, apakah salah seekor kupu-kupu itu sehingga harus ditakuti? apakah bentuknya? apakah karena dia terbang? dia hanyalah serangga yang dikasih sayap. apa salahnya? APAAAAA? (zoom in zoom out musik deng deng deng deeeng) hhhh kupu-kupu yang ditukar.
hani kalo ada kupu-kupu gitu, biasanya diem. terus merem-merem. njuk nunjuk-nunjuk. sambil mukanya mengkeret-keret. njuk perlahan-lahan menjauh.....


ada juga temannya teman saya. tapi teman saya juga sakjane. ya gitu.
takut sama uang recehan. MAMEN! bagaimanapun bentuknya itu uang. tapi receh. tapi uang. ya walaupun receh, tapikan uang. ya tapi receh. tapi tapi....
dia itu kalo kembalian dapet receh gitu, mendingan nggak diambil. ckckck. bagaimanapun kan itu uang. tapi receh. tapi (ahmboh)


begitulah sekiranya efek phobia itu.
kalo akut gitu, bisa nyampe pingsan juga bisa lho.


TS sendiri... ceilah TS!
saya sendiri takut sama badut. ada nama ilmiahnya lho namanya Coulrophobia.
ini berarti sudah diteliti sama peneliti. dan bukan cuma saya saja yang takut badut. ada ribuan orang lain di luar sana yang merasakan apa yang saya rasakan.
DUNIA, apa sih yang nganu dari badut?
badut itu tidak lucu! apanya yang lucu dengan muka putih, hidungnya, ekspresinya yang dibuat-buat. tersenyum, sedih, menyeringai (iki aku mbayangke tenan dadi gilo banget)
badut itu tidak lucu! tenan.
kenapa anak-anak dikasih badut? kasian!
yang paling ngeri adalah ekspresinya yang dibuat-buat itu lho. nggak ikhlas. senyum maksa, lebar banget lagi. sodara-sodara, itu tidak lucu!

kenapa harus ada badut? siapa orang pertama yang mikir kalo orang didandani putih, dikasih hidung gedhe, senyum maksa, sepatu kegedean, perut kayak orang hamil itu lucu? siapaaaa? badut itu tidak lucu!

saya nggak tau pastinya sejak kapan takut sama badut. pokoknya takut. mungkin sejak di kandungan. yo ra kaan
apa lagi biasanya badut itu maksa. maksa-maksa orang buat foto. apa kalo ada badut seles itu maksa ngasihin yang diselesin dia. kenapa dia maksa? kenapa? kalo nggak mau ya udah kan.
ya itu aja sih sakjane. BADUT ITU TIDAK... ahsudahlah.

Senin, 28 November 2011

sok tau

Kebiasaan anak jaman sekarang : stalking.
HAHAHA. mungkin karena pengeksposan diri di dunia maya jadinya gitu ya.
orang bisa tau buanyaaak hal dari orang lain.
caranya?
tinggal tanya sama si embah. google --> ketik namanya. WOLAAA! sudah ada semuanya.
dari mulai blog, twitter, facebook, tumblr, dan embel embel semuanya tentang orang yang anda ingin stalking-i. :D
tapi stalking juga bisa lewat twitter itu sendiri apa lewat facebook apa lewat yang lain. tapi paling ampuh ya mbah google.

saya sendiripun dengan jujur mengaku bahwa saya seorang stalker.
soal e saya ini orangnya pengen ngerti semuanya. sok tau. ya jadine kayak gitu. nyebai yo. ckckck

sakjane. menjadi seorang stalker itu ada manfaatnya juga. ini tadi saya baru saja merasakannya. jadi saya post disini. tapi iki mesti geje. makanya saya akan mengasih warning dulu nek nggak pengen nerusin baca di close saja :B

hari ini saya sedang mengerjakan tugas tik. nyari-nyari foto tentang semua mua buat di edit.
mulai dari foto sekolah, foto mobil, foto motor, foto awan, foto orang. naaah pas nyari2 foto orang-orang ini saya jadi kepikiran seseorang. sakjane de e wes suwe tak stalkingi. yo ngono lah. yo maaf yo. tak nggo dewe kok. tapi saya sudah lama tidak menyetalkingi dia. njuk dimulailah...
google --> nama.
triiiiing!
halah wes ngerti. wes tau. oh sek iki. lucu. kuno. cerita lama. ra update-update sih heran. <--- saking dulu gencar banget nyetalkingi dadi apal dan udah tau semuanya yang mbah google tau tentang orang itu.

lalu, klik gambar-gambar.
tiring tiring!
dan....

lho? eh? nduwe blog? (panik sendiri)
dung teng dung dung dan wes ewes ewes.

tulisan singkat-singkat dan nganggo ati.
pandangan tentang suatu amanah sek lagi de e jalanke waktu itu.
ya gitu.
membaca tulisan demi tulisan ki dadi piye ngonooo
soalnya gini, yo iki rodho curhat sitik yo. yo ket mau ki opo nek udu curhat? -___- yo ngono kuwi.

dadi ki piye yo ceritane. saya ini amat sangat opo yo istilahe mumet dewe ngono lho dengan orang itu. jadi saya ini suka mengamati orang ceritane ki. melihat karakter e. njuk menerka-nerka dan menyimpulkan kuwi uwong e koyo piye. ho oh. pancen saya ini sok tau. tapi kesimpulan saya tentang sesuatu ya buat saya sendiri. maksud e pandangan saya tetang de e koyo ngene koyo ngono yowes kuwi menurutku ngono lho. pandangan e wong liyo yo sakarepmu.

o yo bali meneh.
dadi pertama saya memandang orang ini ki de e ki ramah sakjane terkesan terbuka ngono. nek wes kenal wong e seneng cerito, lucu, celelekan sih. tapi ki ada sesuwatuuuh sek koyo tersembunyi ngono kae lho.
uwong yang suka ketawa itu biasanya masalahnya sedikit. tapi itu ternyata hanyalah pandangan orang sok tau seperti saya. ternyata orang yang suka ketawa itu malah yang paling banyak masalah yang tersembunyi dibalik tawanya itu.

dadi ki awal kenal saya wes respect. maksude de e nyenengke ngono lho.
tapi lama kelamaan. wes mbuh. dadi malesi sak pol e.
bisa jadi karena de e wes ngerti pergaulan ngono njuk ndilalah temenan sama anak-anak 94H03L njuk de e dadi berubah gitu. atau mungkin lebih karena saya jadi ngerti sifat e de e sek saktenane begitu. atau karena pancen ada sesuatu antara saya dan de e sehingga pokoke sepet rasane.
tapi ki piye yo. menyayangkan banget gitu lho.
saya ki mangkel. tapi ki yo seneng. nah we. jadinya saya masih sangat berharap bahwa de e ki ora malesi meneh. bahwa de e ki suatu saat akan kembali ke dia yang dahulu.

ha njuk waktu melihat tulisannya. saya jadi merasa goblok dewe.
aku ki sopo sakjane. kok iso nggawe kesimpulan atas sesuatu. aku ki sopo kok iso ngomong iki elek opo apik. kok iso ngomong de e berubah. kok iso ngomong de e malesi.
ternyata. saya salah. seratus persen salah! telak.
de e ki mesaake ternyata. yo ngono kae.

dan intinya adalah
melihat seseorang itu ora iso nek mung nganggo goolgle, nganggo twitter, nganggo facebook, nganggo blog. karena dia itu bisa jadi bukan yang dia tulis. tapi yo tulisan2 di dunia maya ini iso sebagian kecil mewakili bagaimana de e. sebagian kecil okeee.

dan inti daripada inti adalah
rasah sok tau dan cepet nyimpulke.

Ya Allah mudahkan hidupnya.

(ho to geje)

Rabu, 15 Juni 2011

pindah omah

HALO SODARA-SODARA!


jadi ceritanya saya mau ngegaul. jadi saya membikin tambler.
tambler ki opo aku yo ra paham sakjane. yo cuma ikut-ikut biar gaul B)
INI TUMBLR


nah, jadi saya putuskan untuk lebih sering ngepost di sana.
njuk ngopo? yo rapopo, mung ngandani.


dada :))

Jumat, 27 Mei 2011

Kamis, 05 Mei 2011

dimana?

"Tuhan itu ada dimana?"

"Bukan Dia yang ada dimana, aku yang ada didalam-Nya"

podho-podho

"JANGAN MENYALAHKAN, 
KOYO KOWE KI RA TAU GAWE SALAH"

-kan podo-podo menungso dub

Minggu, 06 Maret 2011

no more

jadi cangung sekarang.
ah!
lagi lagi begini.
hanya tak ingin seperti yang itu terulang.
yang sekarang jadi seperti orang tak kenal begitu.
tak ingin lagi.

Duh Gusti, bukankah rasa ini untuk menjalin ukuwah seharusnya?
bukan malah menjadi benteng yang super tinggi. yang mengahalangi ukuwah kami?

sungguh untuk yang satu ini saja, jaga, jaga, jaga.
kalo perlu hilangkan saja.
biar tidak usah banyak pikir untuk sekedar bicara 'halo'
atau pusing memasang ekspresi yang seperti apa.
biar tidak ada kesalah tingkahan yang malah iyuh banget -..- yang sok-sokan diam.
hanya ingin biasa saja.
seperti dulu. biasa saja.
tertawa yang wajar seperti biasa.
ngobrol yang wajar seperti biasa.
saling sapa seperti biasa.
biasa. hanya biasa.