HALO!
malam tadi, baru selesai ujian, dengan suwung-nya iseng buka buka tulisan dan tweets yang lama-lama, dan baru sadar... betapa hidupku sangat berbeda
Setiap pagi kita membuka mata lalu melakukan segala hal yang kita anggap adalah rutinitas. Rutin. Monoton. Begitu begitu aja. Tapi selayaknya bumi yang tak pernah berhenti bergerak, tanpa kita sadari kita juga pelan pelan ikut berubah. Tanggung jawab, sosialisasi, ide, pikiran. Hingga saat kita menengok kebelakang kita sudah tidak ditempat kita 6 bulan atau 1 tahun yang lalu. Mungkin, itulah sifat dasar manusia: bergerak.
Pas baca baca tulisan lawas kemarin, sepertinya hidup saya 3-4 tahun kepungkur lebih membahagiakan daripada hidup yang akhir-akhir ini sedang terjalani..
Ngakak sendiri baca twit lucu : Kok iso aku ngene ki :))
Senyum sendri baca twit (sok) bijak (sing ra cetho) : Mosok iki sing nulis aku?
Rasanya hidup lebih santai dan menyenangkan
Bulan, minggu, dan hari hari belakangan ini terasa lebih padat, jadi nggak ada space untuk pikiran tenang dan jernih.
Penuh rasa kemrungsung, was was, aduh ngene aduh ngono, takut berbuat salah, canggung, banyak antisipasi untuk ita itu, pemakluman sifat sifat manusia di sekitar yang membingungkan.
Hati dan otak penuh terus, kerja rodi.
Tapi terimakasih waktu suwung, berkat dikau aku jadi tersadar bahwa halooo kamu adalah kamu, yang dulu nggak pernah ngeribetin omongan orang, yang dulu selalu santai ngehadapin seberapa besarpuun masalah, yang selalu pasrah legowo, yang nggak banyak kepinginan, yang banyak senyum, yang yowes piye meneh, yang selalu percaya skenario Allah adalah yang terbaik.
:)
Yasss I decided to living my life again. Good luck, self!
And once more, thank you waktu suwung :*
keliatan ya, sepertinya writing skill saya banyak kececer di jalan, jelek banget sekarang nulisnya wkwk
Tampilkan postingan dengan label nyampah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nyampah. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 08 April 2017
Sabtu, 02 Januari 2016
Rongewu nembelas
Assalamualaikum!
Sudah tahun baru lagi kak.
Postingan ini akan saya mulai dengan kata-kata mainstream khas awal tahun..
Wah nggak kerasa ya udah 2016 aja.
Time really does fly, doesn't it?
Ngambil dari istilah di berita, 2015 dibilang sebagai tahun gaduh. Karena banyak polemik di berbagai bidang, khususnya politik. Well that's not good topic to talk about anyway
Tahun gaduh. Istilah yang sedikit banyak juga mengambarkan bagaimana tahun 2015 versi saya.
Ya, 2015 tak ubahnya seperti tahun-tahun kepungkur. masih ikut arus. masih begini.
Tapi bedanya, dunia rasanya lebih menyibukkan, lebih menyilaukan, lebih merepotkan. Terlalu banyak urusan dunia yang diurus. Banyak hal yang mati-matian dilakukan, diperjuangkan, tapi lupa tujuannya untuk apa. Waton aksi. Ha gundulmu.
Walaupun memang beberapa hal sudah dikerjakan sih, tapi kebanyakan karena kewajiban, yang mau nggak mau harus dilakukan. Bukan yang berasal dari dalam hati.
Lah, hati meneh. Kayaknya dia banyak liburnya tahun ini. Jarang dipakai.
So, there it is. 2016.
Yang memberi harapan akan ketenangan dibalik gaduhnya tahun yang lalu.
366 hari, ada tambahan waktu sehari kaw. Harus lebih banyak yang dilakukan.
Seperti halnya orang kebanyakan, harus ada resolusi, ya setidaknya niatan untuk memperbaiki yang kurang baik.
Tahun ini sepertinya akan banyak kata selesai.
Studi yang dijadwalkan selesai oleh universitas.
Skripsi yang harus selesai karena masa studinya sudah selesai :"
Menyambut 22 tahun, completely a big girl cah. Selesai jadi cah gembeng-nya.
Juga tentang perasaan, yang harus diselesaikan. *pret pret*
Piye to kih malah tekan ngendi ngendi. Haha
Harapannya semoga tahun ini banyak ketenangan juga seperti yang selalu, keridhoan. Amin.
Untuk menutup postingan ini ijinkan saya gunakan kembali kata-kata mainstream khas awal tahun.
Welcome 2016, be nice please :)
Sudah tahun baru lagi kak.
Postingan ini akan saya mulai dengan kata-kata mainstream khas awal tahun..
Wah nggak kerasa ya udah 2016 aja.
Time really does fly, doesn't it?
Ngambil dari istilah di berita, 2015 dibilang sebagai tahun gaduh. Karena banyak polemik di berbagai bidang, khususnya politik. Well that's not good topic to talk about anyway
Tahun gaduh. Istilah yang sedikit banyak juga mengambarkan bagaimana tahun 2015 versi saya.
Ya, 2015 tak ubahnya seperti tahun-tahun kepungkur. masih ikut arus. masih begini.
Tapi bedanya, dunia rasanya lebih menyibukkan, lebih menyilaukan, lebih merepotkan. Terlalu banyak urusan dunia yang diurus. Banyak hal yang mati-matian dilakukan, diperjuangkan, tapi lupa tujuannya untuk apa. Waton aksi. Ha gundulmu.
Dan rasa-rasanya tahun ini adalah puncak kehilangan diri yang sebanyak banyaknya. Waktu seperti halnya kendaraan di jalanan, lewat tanpa terhiraukan kemudian hilang di tikungan.
Juga sering banget nggak jujur sama
keadaan, which worsening me life the most.
Terlalu banyak juga keinginan-keinginan yang menyesakkan. Kalo kata pakdhe iwan fals "keinginan adalah sumber penderitaan". Exactly it is, pakdhe.Walaupun memang beberapa hal sudah dikerjakan sih, tapi kebanyakan karena kewajiban, yang mau nggak mau harus dilakukan. Bukan yang berasal dari dalam hati.
Lah, hati meneh. Kayaknya dia banyak liburnya tahun ini. Jarang dipakai.
Ya begitulah terlalu banyak dunia, terlalu masuk ke dalam
nya, ra sadar diri padahal pijakannya masih belum kuat. Dan sudah sifatnya dunia, penuh aneka warnanya, suara, kerlap kerlip--gaduh. Itulah.
Tapi betapa baiknya Tuhan itu, diciptakannya waktu sebagai makhluk yang terus berjalan. Mungkin sesekali melambat, atau terlalu cepat, tapi tidak pernah sekali pun berhenti. Agar kita pun ikut bergerak, memperbaiki keadaan, tidak larut-larut pada suatu masa saja.
Yang memberi harapan akan ketenangan dibalik gaduhnya tahun yang lalu.
366 hari, ada tambahan waktu sehari kaw. Harus lebih banyak yang dilakukan.
Seperti halnya orang kebanyakan, harus ada resolusi, ya setidaknya niatan untuk memperbaiki yang kurang baik.
Tahun ini sepertinya akan banyak kata selesai.
Studi yang dijadwalkan selesai oleh universitas.
Skripsi yang harus selesai karena masa studinya sudah selesai :"
Menyambut 22 tahun, completely a big girl cah. Selesai jadi cah gembeng-nya.
Juga tentang perasaan, yang harus diselesaikan. *pret pret*
Piye to kih malah tekan ngendi ngendi. Haha
Harapannya semoga tahun ini banyak ketenangan juga seperti yang selalu, keridhoan. Amin.
Untuk menutup postingan ini ijinkan saya gunakan kembali kata-kata mainstream khas awal tahun.
Welcome 2016, be nice please :)
Kamis, 29 Oktober 2015
Choosing
Ada banyak pilihan dalam hidup
bahkan hidup itu sendiri adalah tentang memilih
dari yang paling mudah misalnya memilih mau makan siang dimana hari ini,
memilih memakai baju yang mana,
memilih untuk menyapa atau kembali dalam sepinya kediaman. Ea.
Oke, kembali dengan pilihan. Untuk memilih akan banyak pertimbangan yang kemudian muncul. Tentang baik buruk, benar salah, jauh dekat, sepi ramai, hitam putih dan semuanya.
Dan pilihan yang kita ambil adalah apa yang paling sesuai dengan keadaan kita saat itu atau hal hal yang kita harapkan akan terjadi dengan memilih pilihan itu.
pertimbangan, harapan, keadaan, adalah hal-hal yang membawa kita pada sebuah pilihan.
namun ada saatnya kita menyesali pilihan yang sudah kita pilih.
karena harapan yang tidak sesuai
karena pertimbangan yang tidak matang dan kurang mendalam
karena keadaan yang cekat dan memaksa
tapi buat apa menyesal kalau waktu tak dapat lagi diputar
pilihan yang kita pilih dengan segala konsekuensi atas keadaaan, pertimbangan, dan harapan itu juga yang akhirnya harus kita jalankan
menyesal hanya akan membuat keadaan semakin tidak menyenangkan
kerena kembali juga tidak mungkin, satu satu nya pilihan adalah menjalankan pilihan kita
tidak ada yang terjadi dengan kesia-siaan kok, nothing goes for nothing.
jalan terus saja, sambil berdoa untuk hal-hal baik
semoga Allah menunjukkan jalan yang lurus.
sedang mulai penelitian dan mumet :" semangat!
Minggu, 30 Agustus 2015
Sekolah tanpa bangku
Masih kuingat awal perjalanan ini, sedikit, mungkin tidak detail.
Angin sedang baik saat itu.
Jalan rumput.
Matahari hampir di atas ubun-ubun kita.
Kau tak banyak bicara. Setelah bicara banyak sebelumnya.
Karena sekarang giliranku, memberi jawaban.
Diam yang panjang.
Angin masih baik.
Kau tau kenapa mulutku tersumpal?
Karena aku belum mengerti, tujuan semua ini, nantinya.
Baikkah untukku? Baikkah untuk orang orang itu? Bisakah aku? Tidak salahkah dirimu?
Ku rumuskan 3 hal saat itu--untuk menjawab pertanyaanmu: mau, mampu, restu.
Lihat, aku tertawa sekarang mengingatnya.
Akhirnya masih tanpa mengerti tujuan semua ini, aku mengangguk.
Anggukan yang mengantarku ke perjalanan ini.
Ternyata jalan ini jauh... dan lama..
Tapi sekarang aku sudah diujungnya.
Tasku penuh. Pakaianku compang tak karuhan. Banyak yang kutemukan di sana.
Tentang kebahagiaan dan tangisan, putus asa dan harapan, kecerobohan, rasa yang rumit, sifat yang lebih rumit.
Jalan tidak bertujuan ini, ternyata adalah sekolah tanpa bangku.
Terimakasih.
Jumat, 06 Maret 2015
aman tapi sendirian
saya adalah orang yang selalu menghindari momen krusial, momen canggung. Jika ada orang dalam perselisihan, perdebatan atau ketidak satu pendapatan, kebanyakan saya akan diam. walaupun banyak dipikiran saya hal-hal yang ingin saya utarakan.
"ngerti kok, kamu hanya nggak ingin nyakitin orang lain lup" kata seseorang. begitu kah? tidak juga. lebih semacam ke pengecut sebenarnya. tapi seriously saya hanya tidak ingin terlibat didalamnya. saya. dalam hidup saya. selalu. menghindari. terlibat dalam momen momen krisis begitu. perdebatan. adu pendapat. kritikan. kalimat-kalimat sensitif.
"ngerti kok, kamu hanya nggak ingin nyakitin orang lain lup" kata seseorang. begitu kah? tidak juga. lebih semacam ke pengecut sebenarnya. tapi seriously saya hanya tidak ingin terlibat didalamnya. saya. dalam hidup saya. selalu. menghindari. terlibat dalam momen momen krisis begitu. perdebatan. adu pendapat. kritikan. kalimat-kalimat sensitif.
hari ini terlintas begitu saja, kenapa ya gitu?
mungkin karena dalam momen seperti itu orang cenderung akan mempertahankan ego masing-masing, pendapat masing-masing, pembenaran pembenaran. saling benci membenci. tidak terima. hal-hal macam itu yang sangat saya takuti. karena setiap orang selalu mempunyai alasan kenapa mereka melakukan sesuatu hal. dan soal alasan? setiap jiwa pakem nya tidak akan merencanakan tindakan-tindakan buruk. manusia disetel begitu. kan? dan saya paham tidak semua apa yang saya katakan dan pikirkan adalah benar. lalu apa yang bisa saya lakukan selain diam?
mungkin juga karena pada keadaan seperti itu orang sedang dalam keadaan mempertahankan dirinya. defend mechanism. sedang bebal. sedang tidak bisa dibilangi. sehingga apapun yang akan saya katakan toh akhirnya mental. mending kalo cuma mental, kalo mental dan nabrak sana sini? malah memperkeruh suasana.
saya tidak ingin terlibat. bukan berarti saya apatis. tidak peduli. bahkan saya sangat peduli, makanya saya diam. karena saya bukan siapa-siapa. atau memilih aman dengan tidak menjadi siapa-siapa.
tapi bertahan dengan keadaan seolah tidak ingin terlibat adalah dilema. karena saya pun belum tahu diam ini apakah karena diam karena memang diam atau memilih aman karena ketakutan mengutarakan? bukankah hidup harus berani? bukankah dengan keberanian hal-hal baik tercipta? bagaimana kalau kediaman ini malah menjuruskan kepada keburukan?
dengan diam nya saya ini pun. mereka tidak mengerti dipihak manakah saya berada. saya. sepanjang hidup saya. memang selalu ingin menjadi netral. tidak memihak siapapun. entahlah, netral ini terasa seperti pengecut juga sebenarnya. tidak berada dalam warna apapun? tidak berani mengambil pilihan. kalau bukan pengecut namanya terus apa?
seseorang yang tidak berpihak adalah seseorang yang sendirian. harus berjuang mempertahankan ke netralannya. sendirian. tidak dilibatkan dalam warna apapun. disitu kadang saya merasa sedih (lagi trend kata-kata nya kaw) yes, disitu terasa sedihnya. bahwa ternyata orang netral yang sendiri ini yang dibilang pengecut ini karena tidak memilih dan berpihak mana mana ini adalah manusia biasa juga. yang membutuhkan orang lain. yang berkembang karena orang lain. disaat orang orang dengan pilihannya saat itu, berkembang bersama orang orang yang memilih pilihan yang sama. si pengecut ini memudar. menghilang. tidak menjadi apa-apa. memangnya harus menjadi apa? karena sebenarnya dirinya bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa. terdengar seperti kata-kata pengecut lagi kan?
aman, tapi sendirian.
entahlah, semoga Allah memberikan penerangan. amin.
aman, tapi sendirian.
entahlah, semoga Allah memberikan penerangan. amin.
Sabtu, 20 Desember 2014
Hhhhhhhhh
Selamat malam, malam minggu.
akhirnya hari seperti beberapa hari belakangan ini benar-benar terjadi dan terlewati dan akan terjadi lagi.
hari yang harus dilalui dengan ribuan kata "ikhlas.. ikhlas.." disetiapnya.
saat waktu benar-benar tidak bisa lagi ditunggangi, berlari seperti kuda habis di cap bara panas belakangnya. cepat, tak terkendali.
tau-tau... "lho? udah sabtu?"
seminggu yang tak bisa dideskripsikan.
saat kaki yang melangkah lebih jauh dan tangan yang berbuat lebih banyak pun tak cukup sebagai modalnya.
Gusti.. untung masih ada kepala yang mendongak dan mulut yang berdoa.
Bukankah memang sudah diprediksikan semua ini?
Saat kata bismillah terucap dua kali. Dan bismillah lagi beberapa waktu lalu yang lebih lama dari dua terakhir itu.
Mulutmu sendiri yang bilang. Tiga bismillah.
Kau sudah memilih.
Aku tidak menyalahkan siapapun.
Hanya (lagi-lagi) menyadari bahwa manusia itu berbatas.
Manusia tidak bisa memindah gunung, walaupun tekadnya lebih besar dari gunung itu.
Tapi mengeluh juga bukan jalan keluar.
Semua harus dijalani, pahit manis asam asin asam pedas, bagaimanapun rasanya.
Aku hanya khawatir,
Semoga yang terjadi bukan kesia-siaan.
Semoga semua yang dikorbankan sebanding dengan yang akan didapatkan.
Amin.
Memang apa yang kau cari?
Hhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh....
akhirnya hari seperti beberapa hari belakangan ini benar-benar terjadi dan terlewati dan akan terjadi lagi.
hari yang harus dilalui dengan ribuan kata "ikhlas.. ikhlas.." disetiapnya.
saat waktu benar-benar tidak bisa lagi ditunggangi, berlari seperti kuda habis di cap bara panas belakangnya. cepat, tak terkendali.
tau-tau... "lho? udah sabtu?"
seminggu yang tak bisa dideskripsikan.
saat kaki yang melangkah lebih jauh dan tangan yang berbuat lebih banyak pun tak cukup sebagai modalnya.
Gusti.. untung masih ada kepala yang mendongak dan mulut yang berdoa.
Bukankah memang sudah diprediksikan semua ini?
Saat kata bismillah terucap dua kali. Dan bismillah lagi beberapa waktu lalu yang lebih lama dari dua terakhir itu.
Mulutmu sendiri yang bilang. Tiga bismillah.
Kau sudah memilih.
Aku tidak menyalahkan siapapun.
Hanya (lagi-lagi) menyadari bahwa manusia itu berbatas.
Manusia tidak bisa memindah gunung, walaupun tekadnya lebih besar dari gunung itu.
Tapi mengeluh juga bukan jalan keluar.
Semua harus dijalani, pahit manis asam asin asam pedas, bagaimanapun rasanya.
Aku hanya khawatir,
Semoga yang terjadi bukan kesia-siaan.
Semoga semua yang dikorbankan sebanding dengan yang akan didapatkan.
Amin.
Memang apa yang kau cari?
Hhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh....
Kamis, 07 Agustus 2014
Halal Bi Halal dan Astaghfirullah
Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
Baru pulang dari syawalan SMA terus randomly pengen ngeblog
kok bisa ya. padahal kemarin kemarin banyak kejadian-kejadian yang lebih "blogable" daripada hari ini.
tapi kemarin kayak males aja gitu buka laptop, dan ini tadi hasrat menulis di sini tinggi sekali sodara.
syawalan SMA.
lagi lagi, what a high school!
kumpul lagi dengan teman teman SMA semacam masuk ke lorong waktu.
jadi apapun kita saat ini, sudah berapa puluh halang rintang yang mengubah diri sampai menjadi sekarang ini, musnah sudah.
kita kembali lagi, menjadi diri SMA kita..
atau lebih tepatnya saya ya.
saya kembali lagi, menjadi diri SMA saya. asem og, padahal aku kan sudah sidikit banyak usaha merubah diri :" - njuk pamer
yes time machine. perasaan dan segala sikap ke-SMA-an muncul sudah hari ini.
padahal, masa SMA adalah masa dimana saya sedang bodoh-bodoh nya, sedang cetek-cetek nya, sedang ramutu-ramutu nya.
tapi alhamdulillah, segala puji bagi Allah dengan begitu semakin mudah patokan berproses saya.
syawalan.
halal bi halal. alhamdulillah lagi, dengan dipertemukannya sama temen-temen bisa minta maaf-minta maaf an atas segala salah salah. walaupun "maafkanlah" kata Allah, bukan "mohonlah maaf", tapi tetep saja maaf itu perlu. untuk mendeklarasikan diri bahwa, saya tahu saya bersalah, sekiranya sodara mau memaafkan, tolonglah maafkan saya.
di acara tadi, juga ada acara yang didedikasikan buat Boim. Judul e Tribute to Boim.
Bohim.. bohim.. Orang satu itu. udah pergi mendadak. enak lagi. bikin orang orang yang ditinggalin jadi ikhlas banget. nggak sakit nggak apa, langsung mak wes. terkenang banget meneh.
al fatihah nggo kowe, him..
Pas muter video Boim tadi jadi kayak semacam pertanyaan ke diri sendiri.
besok, kalo aku yang ada di posisinya Boim,
kalo aku yang harus menjejaki alam akhirat duluan,
bagaimana aku akan di kenang ya? bakalan dibikin video video gini nggak ya? dibacain puisi juga? didoain?
apakah orang orang akan menangis? apakah mereka akan menyisihkan waktunya ke rumah? bagaimana mereka mendoakanku? apakah mereka akan khawatir kalo siksaan akhiratku akan menyakitkan? dan bagaimana siksaan akhirat itu? segelap apa liang lahat itu? semenakutkan apa sendirian disitu? dan selancar apakah jawaban dari man rabbuka? wa maa diinuka? wa maa imammuka? wa man nabiyyuka? wa man ikhwanuka? ku? astaghfirullahaladzim
.
.
.
.
.
astaghfirullahaladzim
Baru pulang dari syawalan SMA terus randomly pengen ngeblog
kok bisa ya. padahal kemarin kemarin banyak kejadian-kejadian yang lebih "blogable" daripada hari ini.
tapi kemarin kayak males aja gitu buka laptop, dan ini tadi hasrat menulis di sini tinggi sekali sodara.
syawalan SMA.
lagi lagi, what a high school!
kumpul lagi dengan teman teman SMA semacam masuk ke lorong waktu.
jadi apapun kita saat ini, sudah berapa puluh halang rintang yang mengubah diri sampai menjadi sekarang ini, musnah sudah.
kita kembali lagi, menjadi diri SMA kita..
atau lebih tepatnya saya ya.
saya kembali lagi, menjadi diri SMA saya. asem og, padahal aku kan sudah sidikit banyak usaha merubah diri :" - njuk pamer
yes time machine. perasaan dan segala sikap ke-SMA-an muncul sudah hari ini.
padahal, masa SMA adalah masa dimana saya sedang bodoh-bodoh nya, sedang cetek-cetek nya, sedang ramutu-ramutu nya.
tapi alhamdulillah, segala puji bagi Allah dengan begitu semakin mudah patokan berproses saya.
syawalan.
halal bi halal. alhamdulillah lagi, dengan dipertemukannya sama temen-temen bisa minta maaf-minta maaf an atas segala salah salah. walaupun "maafkanlah" kata Allah, bukan "mohonlah maaf", tapi tetep saja maaf itu perlu. untuk mendeklarasikan diri bahwa, saya tahu saya bersalah, sekiranya sodara mau memaafkan, tolonglah maafkan saya.
di acara tadi, juga ada acara yang didedikasikan buat Boim. Judul e Tribute to Boim.
Bohim.. bohim.. Orang satu itu. udah pergi mendadak. enak lagi. bikin orang orang yang ditinggalin jadi ikhlas banget. nggak sakit nggak apa, langsung mak wes. terkenang banget meneh.
al fatihah nggo kowe, him..
Pas muter video Boim tadi jadi kayak semacam pertanyaan ke diri sendiri.
besok, kalo aku yang ada di posisinya Boim,
kalo aku yang harus menjejaki alam akhirat duluan,
bagaimana aku akan di kenang ya? bakalan dibikin video video gini nggak ya? dibacain puisi juga? didoain?
apakah orang orang akan menangis? apakah mereka akan menyisihkan waktunya ke rumah? bagaimana mereka mendoakanku? apakah mereka akan khawatir kalo siksaan akhiratku akan menyakitkan? dan bagaimana siksaan akhirat itu? segelap apa liang lahat itu? semenakutkan apa sendirian disitu? dan selancar apakah jawaban dari man rabbuka? wa maa diinuka? wa maa imammuka? wa man nabiyyuka? wa man ikhwanuka? ku? astaghfirullahaladzim
.
.
.
.
.
astaghfirullahaladzim
Senin, 14 April 2014
GREW A DAY OLDER
GREW A DAY OLDER - DEE LESTARI
"... When I was in complete surrender of who I am, the helpless idiot venturing her endless lessons of love and life. When I was thankful that he would grow a day older and see what a mess I could be. And I can feel I am arriving in that moment again, right now, as I am cuddled like his Teddy, and still not knowing what to do or what to decide."
See the sunrise
Know it's time for us to pack up all the past
And find what truly lasts
If everything has been written down, so why worry, we say
It's you and me with a little left of sanity
If life is ever changing, so why worry, we say
It's still you and I with silly smile as we wave goodbye
And how will it be? Sometimes we just can't see
A neighbor, a lover, a joker
Or a friend you can count on forever?
How tragic, how happy, how sorry?
For all we know we've come this far not knowing one
So, would it be nice to sit back in silence?
Despite all the wisdom and the fantasies
Having you close to my heart as I say a little grace
I'm thankful for this moment cause
I know that you
Grow a day older and see how this sentimental fool can be
When she tires to write a birthday song
When she thinks so hard to make your day
When she's getting lost in all her thoughts
When she waits a whole day to say...
"I'm thankful for this moment cause I know that I
Grow a day older and see how this sentimental fool can be
When he ache his arms to hold me tight
When he picks up lines to make me laugh
Whan he's getting lost in all his calls
When we can't wait to say : "I love you'."
If everything has been written down, so why worry, we say
It's you and me with a little left of sanity
What a song banget :))
Halo!
Saya menyembul diantara deadline yang tiada habisnya dan pengen ngepost lirik lagunya Dee Lestari ini.
nggak pernah apal liriknya sih tapi bagus aja kalo baca liriknya gitu :D
5 tahun yang lalu
pagi pagi kau mengotak atik kertasmu
aku menimbrung
lembaran kertas itu kau buat menjadi suatu bentuk yang kurang aku mengerti
kemudian aku bersikeras mengartikannya, membuat diriku sendiri seolah olah mengerti
lalu aku menyakininya. seyakin yakinnya.
bentuk itu kuyakini dengan pemahamanku sendiri.
dengan kayakinanku yang tidak ada dasarnya. yang hanya modal kira-kira.
dan aku lanjutkan hari setelahnya dengan bentuk dari kertasmu pagi itu.
awalnya seperti nyata
aku simpan semua tawa dan kata-katamu dalam keyakinanku akan bentuk kertasmu itu
tapi ternyata berlalu seperti angin saja
tanpa wujud, tanpa kata-kata,
hanya terasa seperti.. hembusan.. sebentar lalu tidak ada
dan bentuk di kertasmu pagi itu masih menjadi keyakinanku
sepanjang itu aku diam. hanya berjalan bersama keyakinanku yang saat itu tampak sangat nyata. sangat iya.
tidak pernah kutanyakan kepadamu arti sebenarnya bentuk dalam kertasmu. karena itu seperti nyata. seperti iya.
rasanya pemahamanku saja sudah cukup
dan bentuk di kertasmu pagi itu masih menjadi keyakinanku
aku masih diam.
hari ini. 5 tahun dari hari itu.
ternyata aku memang hanya manusia
diciptakan Tuhan dengan kesalahan dan prasangka
tidak ada yang salah
bukan kamu dengan kertasmu dan bentuk yang kau buat
lebih kepada kekurangan ilmuku, yang menjadikanku gampang menyimpulkan, gampang yakin, dan bodoh
hari ini beberapa kata harus keluar.
01:51. keluar dia. walau bukan pertanyaan. walau bukan apapun. bukan sesuatu yang patut dikatakan tentang hal bernama keyakinan atau hal tentang 5 tahun atau kertas pagi yang kau bentuk. tapi dia sudah keluar dari gua bernama kediaman. semoga kau mengerti
dan bentuk di kertasmu pagi itu harus kusudahi untuk tidak menjadi keyakinanku lagi
tapi 5 tahun.
umur anak sudah masuk Taman Kanak Kanak.
keyakinanku yang kuyakini sendiri tentang bentuk dalam kertasmu, tumbuh menjadi anak sebesar itu.
aku bisa apa.. bisa bodoh jika terus terusan menyakini keyakinanku yang kubuat sendiri
I'm thankful for this moment cause I know that you grow a day older and see how this sentimental fool can be
"... When I was in complete surrender of who I am, the helpless idiot venturing her endless lessons of love and life. When I was thankful that he would grow a day older and see what a mess I could be. And I can feel I am arriving in that moment again, right now, as I am cuddled like his Teddy, and still not knowing what to do or what to decide."
See the sunrise
Know it's time for us to pack up all the past
And find what truly lasts
If everything has been written down, so why worry, we say
It's you and me with a little left of sanity
If life is ever changing, so why worry, we say
It's still you and I with silly smile as we wave goodbye
And how will it be? Sometimes we just can't see
A neighbor, a lover, a joker
Or a friend you can count on forever?
How tragic, how happy, how sorry?
For all we know we've come this far not knowing one
So, would it be nice to sit back in silence?
Despite all the wisdom and the fantasies
Having you close to my heart as I say a little grace
I'm thankful for this moment cause
I know that you
Grow a day older and see how this sentimental fool can be
When she tires to write a birthday song
When she thinks so hard to make your day
When she's getting lost in all her thoughts
When she waits a whole day to say...
"I'm thankful for this moment cause I know that I
Grow a day older and see how this sentimental fool can be
When he ache his arms to hold me tight
When he picks up lines to make me laugh
Whan he's getting lost in all his calls
When we can't wait to say : "I love you'."
If everything has been written down, so why worry, we say
It's you and me with a little left of sanity
What a song banget :))
Halo!
Saya menyembul diantara deadline yang tiada habisnya dan pengen ngepost lirik lagunya Dee Lestari ini.
nggak pernah apal liriknya sih tapi bagus aja kalo baca liriknya gitu :D
5 tahun yang lalu
pagi pagi kau mengotak atik kertasmu
aku menimbrung
lembaran kertas itu kau buat menjadi suatu bentuk yang kurang aku mengerti
kemudian aku bersikeras mengartikannya, membuat diriku sendiri seolah olah mengerti
lalu aku menyakininya. seyakin yakinnya.
bentuk itu kuyakini dengan pemahamanku sendiri.
dengan kayakinanku yang tidak ada dasarnya. yang hanya modal kira-kira.
dan aku lanjutkan hari setelahnya dengan bentuk dari kertasmu pagi itu.
awalnya seperti nyata
aku simpan semua tawa dan kata-katamu dalam keyakinanku akan bentuk kertasmu itu
tapi ternyata berlalu seperti angin saja
tanpa wujud, tanpa kata-kata,
hanya terasa seperti.. hembusan.. sebentar lalu tidak ada
dan bentuk di kertasmu pagi itu masih menjadi keyakinanku
sepanjang itu aku diam. hanya berjalan bersama keyakinanku yang saat itu tampak sangat nyata. sangat iya.
tidak pernah kutanyakan kepadamu arti sebenarnya bentuk dalam kertasmu. karena itu seperti nyata. seperti iya.
rasanya pemahamanku saja sudah cukup
dan bentuk di kertasmu pagi itu masih menjadi keyakinanku
aku masih diam.
hari ini. 5 tahun dari hari itu.
ternyata aku memang hanya manusia
diciptakan Tuhan dengan kesalahan dan prasangka
tidak ada yang salah
bukan kamu dengan kertasmu dan bentuk yang kau buat
lebih kepada kekurangan ilmuku, yang menjadikanku gampang menyimpulkan, gampang yakin, dan bodoh
hari ini beberapa kata harus keluar.
01:51. keluar dia. walau bukan pertanyaan. walau bukan apapun. bukan sesuatu yang patut dikatakan tentang hal bernama keyakinan atau hal tentang 5 tahun atau kertas pagi yang kau bentuk. tapi dia sudah keluar dari gua bernama kediaman. semoga kau mengerti
dan bentuk di kertasmu pagi itu harus kusudahi untuk tidak menjadi keyakinanku lagi
tapi 5 tahun.
umur anak sudah masuk Taman Kanak Kanak.
keyakinanku yang kuyakini sendiri tentang bentuk dalam kertasmu, tumbuh menjadi anak sebesar itu.
aku bisa apa.. bisa bodoh jika terus terusan menyakini keyakinanku yang kubuat sendiri
Pada akhirnya orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa mendoakan. Mereka cuma bisa mendoakan, setelah capek berharap, pengharapan yang dari mulai kecil sekali, hingga makin lama makin besar, lalu semakin lama semakin jauh. orang yang jatuh cinta diam-diam pada akhirnya MENERIMA. Orang yang jatuh cinta diam-diam paham bahwa kenyataan terkadang berbeda dengan apa yang kita inginkan. Terkadang yang kita inginkan bisa jadi yang tidak sesungguhnya kita butuhkan. Dan sebenarnya, yang kita butuhkan hanyala MERELAKAN. Orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa, seperti yang mereka selalu lakukan, JATUH CINTA SENDIRIAN. - Raditya Dika
I'm thankful for this moment cause I know that you grow a day older and see how this sentimental fool can be
Sabtu, 02 Februari 2013
FEEDBACK
menunggu dan bersabar memang hal sulit.
apalagi kalau melakukan keduanya sekaligus.
apalagi kalau sudah agak lama. 4 tahun misalnya.
setiap perbuatan pasti akan selalu menghasilkan kemungkinan kemungkinan feedback -- perlakuan orang lain atas tindakan kita. tanggapannya.
entah yang sejalan dengan harapan atau tidak.
tapi manusia, aku... tau apa sih?
sedang bagaimana irama aliran dalam darah tubuh sendiri saja nggak bisa mendeskripsikan kok.
kejadian 1 menit lagi juga nggak tau kok.
dan bangun bangun pagi ini, saya jadi mengerti.
dengan feedback yang kita terima dari orang lain atas perbuatan yang kita lakukan,
terima ternyata kita juga berhak ber-feedback.
ya begitulah..
kadang kita terlalu terpaku dengan bagaimana orang memperlakukan kita.
njuk kita sendiri jadi lupa bahwa dengan perlakuan orang lain seperti itu kita punya wewenang untuk bertindak.
karena lupa, nggak sadar, jadi hal yang akan kita lakukan selanjutnya karena perlakuan orang lain malah tindakan tak terarah, tak terpikir, spontan, yang cuma directed by emosi aja.
padahal kita punya wewenang untuk berpikir lho.
jadi dengan bagaimana feedback njenengan tadi malam,
saya jadi pikir pikir lagi buat bertindak bagaimana ini selanjutnya.
embuh akan melanjutkan, embuh akan sudah saja.
embuh sih, durung ngerti, iseh dipikir.
suwun nggih.
apalagi kalau melakukan keduanya sekaligus.
apalagi kalau sudah agak lama. 4 tahun misalnya.
setiap perbuatan pasti akan selalu menghasilkan kemungkinan kemungkinan feedback -- perlakuan orang lain atas tindakan kita. tanggapannya.
entah yang sejalan dengan harapan atau tidak.
tapi manusia, aku... tau apa sih?
sedang bagaimana irama aliran dalam darah tubuh sendiri saja nggak bisa mendeskripsikan kok.
kejadian 1 menit lagi juga nggak tau kok.
dan bangun bangun pagi ini, saya jadi mengerti.
dengan feedback yang kita terima dari orang lain atas perbuatan yang kita lakukan,
terima ternyata kita juga berhak ber-feedback.
ya begitulah..
kadang kita terlalu terpaku dengan bagaimana orang memperlakukan kita.
njuk kita sendiri jadi lupa bahwa dengan perlakuan orang lain seperti itu kita punya wewenang untuk bertindak.
karena lupa, nggak sadar, jadi hal yang akan kita lakukan selanjutnya karena perlakuan orang lain malah tindakan tak terarah, tak terpikir, spontan, yang cuma directed by emosi aja.
padahal kita punya wewenang untuk berpikir lho.
jadi dengan bagaimana feedback njenengan tadi malam,
saya jadi pikir pikir lagi buat bertindak bagaimana ini selanjutnya.
embuh akan melanjutkan, embuh akan sudah saja.
embuh sih, durung ngerti, iseh dipikir.
suwun nggih.
Sabtu, 16 Juni 2012
CMIIW
blog is bak sampah terbaik.dimana saya bisa menulis dan mengeshare semuamua dan ra peduli kuwi diwoco uwong opo ora. sip pokoke sip.
oke, banyak kejadian hari ini. banyak juga hal hal yang perlu diulas dan dibuat bahan pikiran.
1. Pisah
perpisahan itu...... apa ya? adalah sesuatu setelah pertemuan. kita bertemu untuk berpisah. dan diantara temu dan pisah itu adalah isinya. isi, untuk apa kita bertemu. tujuan e aku ketemu kowe. dan isi itu tergantung lagi kepemilik pertemuan itu.bisa aja pertemuan nggak membawa kesan dan pelajaran apapun. tapi ya itu emang isi dari pertemuan itu, tidak membawa kesan apapun.kita nggak bisa menyalahkan perpisahan. karena perpisahan adalah hal mutlak yang berdampak dari pertemuan. jadi, nggak usah khawatir tentang perpisahan, karena itu pasti. untuk apa kita mengkhawatirkan hal yang pasti terjadi. wong pasti.yang perlu dikhawatirkan dan dipikirkan adalah isi. kita harus membuat isi itu segreat mungkin yang bisa kita usahakan. biar setiap pertemuan setidak e bisa menjadi mozaik mozaik yang akan melengkapi segala aspek tentang hidup dan kehidupan.
2. Ego
setiap manusia diberi ego. itu adalah gawan bayi.sakjane ego ki opo to?
aku yo bingung. mending kita ganti judul saja
2. Menghargai
Orang bertemu dengan orang lain. disebut orang karena bernapas dan berekskresi. disebut orang karena mempunyai hati. perasaan. otak. pikiran. disebut orang karena nama lain dari manusia.
kita hidup untuk berinteraksi. dengan manusia manusia. yang mempunyai perasaan tentu saja.
alangkah baiknya apabila dalam hidup berkehidupan kita memahami makna manusia itu. orang itu. perasaan itu.
iya, hidup itu adalah masalah. kita dihadapkan dengan persoalan persoalan untuk dihadapi, diambil hikmahnya. kan?
tapi bukan berarti njuk gara2 hidup adalah masalah terus kita terdekte akan kata "masalah" itu. masalah, untuk dihadapi. hadapi.
inti dari kalimat kalimat tidak cetho ini adalah, seberapa besar dan banyak dan rumitnya masalah kita. kita juga dituntut untuk berinteraksi dengan orang lain. orang lain yang out of dari masalah kita. yang nggak ada sangkut pautnya blas.
jadi, apa salahnya orang yang nggak ada sangkut paut blas itu sehingga kita memasukkannya didalam lingkaran masalah kita?
setiap orang punya hak to untuk bebas, untuk menentukan mana yang mau dipikiran dan enggak, atau untuk menyelesaikan masalahnya sendiri?
dan yang perlu diingat adalah : perasaan hati, berpengaruh besar kepada orang orang disekitar.
a kind of nggak adil aja kalo misalnya seseorang jadi kehilangan momen kegembiraan gara gara orang disekitarnya sedang pada berperasaan hati nggak enak.
mungkin sikap profesional bisa diterapkan. hidup profesional gitu.
tapi, orang yang mengungkapkan segala perasaan hati kepada orang lain itu berarti bahwa orang itu percaya kepada orang lain itu. yo ra sih?
terek dung des, saya jadi mumet ini. udah aja, dipikirin dulu. .___.
oke, banyak kejadian hari ini. banyak juga hal hal yang perlu diulas dan dibuat bahan pikiran.
1. Pisah
perpisahan itu...... apa ya? adalah sesuatu setelah pertemuan. kita bertemu untuk berpisah. dan diantara temu dan pisah itu adalah isinya. isi, untuk apa kita bertemu. tujuan e aku ketemu kowe. dan isi itu tergantung lagi kepemilik pertemuan itu.bisa aja pertemuan nggak membawa kesan dan pelajaran apapun. tapi ya itu emang isi dari pertemuan itu, tidak membawa kesan apapun.kita nggak bisa menyalahkan perpisahan. karena perpisahan adalah hal mutlak yang berdampak dari pertemuan. jadi, nggak usah khawatir tentang perpisahan, karena itu pasti. untuk apa kita mengkhawatirkan hal yang pasti terjadi. wong pasti.yang perlu dikhawatirkan dan dipikirkan adalah isi. kita harus membuat isi itu segreat mungkin yang bisa kita usahakan. biar setiap pertemuan setidak e bisa menjadi mozaik mozaik yang akan melengkapi segala aspek tentang hidup dan kehidupan.
2. Ego
setiap manusia diberi ego. itu adalah gawan bayi.sakjane ego ki opo to?
Ego adalah struktur psikis yang berhubungan dengan konsep tentang diri, diatur oleh prinsip realitas dan ditandai oleh kemampuan untuk menoleransi frustasi. - wikipedia
aku yo bingung. mending kita ganti judul saja
2. Menghargai
Orang bertemu dengan orang lain. disebut orang karena bernapas dan berekskresi. disebut orang karena mempunyai hati. perasaan. otak. pikiran. disebut orang karena nama lain dari manusia.
kita hidup untuk berinteraksi. dengan manusia manusia. yang mempunyai perasaan tentu saja.
alangkah baiknya apabila dalam hidup berkehidupan kita memahami makna manusia itu. orang itu. perasaan itu.
iya, hidup itu adalah masalah. kita dihadapkan dengan persoalan persoalan untuk dihadapi, diambil hikmahnya. kan?
tapi bukan berarti njuk gara2 hidup adalah masalah terus kita terdekte akan kata "masalah" itu. masalah, untuk dihadapi. hadapi.
inti dari kalimat kalimat tidak cetho ini adalah, seberapa besar dan banyak dan rumitnya masalah kita. kita juga dituntut untuk berinteraksi dengan orang lain. orang lain yang out of dari masalah kita. yang nggak ada sangkut pautnya blas.
jadi, apa salahnya orang yang nggak ada sangkut paut blas itu sehingga kita memasukkannya didalam lingkaran masalah kita?
setiap orang punya hak to untuk bebas, untuk menentukan mana yang mau dipikiran dan enggak, atau untuk menyelesaikan masalahnya sendiri?
dan yang perlu diingat adalah : perasaan hati, berpengaruh besar kepada orang orang disekitar.
a kind of nggak adil aja kalo misalnya seseorang jadi kehilangan momen kegembiraan gara gara orang disekitarnya sedang pada berperasaan hati nggak enak.
mungkin sikap profesional bisa diterapkan. hidup profesional gitu.
tapi, orang yang mengungkapkan segala perasaan hati kepada orang lain itu berarti bahwa orang itu percaya kepada orang lain itu. yo ra sih?
terek dung des, saya jadi mumet ini. udah aja, dipikirin dulu. .___.
Rabu, 01 Februari 2012
Februwari
halo ini sudah februari :D
kayaknya baru kemarin happy new year happy new year-an.
udah sebulan aja.
memasuki bulan kedua. bulan cinta nih. tsaaaah *angin sepoi sepoi* *daun berguguran* *waktu melambat* *semua terlihat slow motion*
tapi tidak jika kamu anak kelas 3. semua terlihat seperti *buku tebel menumpuk* *pulang malem les* *belajar sampe muntah* *waktu nggak bisa direm* *fast motion* *tiba-tiba udah ujian ujian* *ujian tetep ora iso nggarap* *stres* *nangis dibawah shower*
ora ngono banget sih. kuwi lebay. ih lebay ih iiiihhhhhhh.
ehm.
oya, barusan dapet di twittah : jangan gila karena kelas tiga
back lah,
februari.
hari ini hari pertama.
nganu,
apa ya?
gini. jadi kadang sesuatu yang kita harapkan gitu, kalo udah kejadian malah jadi bingung dewe mau gimana.
nggg mohon maaf atas ketidakjelasan post ini sebelumnya. udah aja dong bacanya. udaaaaaah. ra cetho lho.
gini, misal ya kita ketemu "orang" gitu.
kenal sih. kenal banget -_-
njuk itu tu tiba-tiba. mak deeeeeng gitu lho ketemunya.
njuk ki bingung dewe mau ngapain. mau nyapa ki rasane wes ra mampu. iki ora lebay, iki tenanan.
rasane ono gempa ngono neng njero weteng. eeeh tenan mbok sumpret.
yo lebay sih. sitik.
piye yo, ra biasa ngono lho.
kayak udah nggak bisa mikir apa-apa lagi kalo gitu. arep ndelok we aras arasen. wedi.
arep balik wes ora iso, akhirannya adalah melihat ke arah lain dan melambatkan jalan. padahal jarak e mung 2 meter.
the bules called it awakward moment.
njuk mlaku neng mburine, pas itu orang wes neng tikungan lagi ngomong "gobloook disapa ndul. biasa waee" *nutuk nutuk endas*
aku mangkel tenan ki. pengen biasa waeeee plis.
apa ya? kayak gitu tu reaksi spontan.
jadi emang udah refleknya kayak gitu. ora sadar ngono kuwi ki.
karena apa ya? ora ngerti juga. grogi? gugup? ora nyongko?
ya semacam itulah. angel. biasa wae ki angel.
yo salahe sopo sih, kono yo ora nyopo juga. yo embuh yo karepmulah. <-- ekpektasi berlebihan
jadi, kalo misalnya saudara tidak disapa oleh seseorang, jangan keburu mengejudge kalo orang itu nggak peduli sama sodara. bisa saja, karena orang itu nggak bisa biasa sama sodara. atau emang dasare orang itu nggak peduli sama sodara bisa jugaaa. beda tipislah. HA HAH!
sungguh, jika bisa saat itu juga aku berbalik, akan kulakukan. bukan tak ingin, hanya.. tak mampu
kayaknya baru kemarin happy new year happy new year-an.
udah sebulan aja.
memasuki bulan kedua. bulan cinta nih. tsaaaah *angin sepoi sepoi* *daun berguguran* *waktu melambat* *semua terlihat slow motion*
tapi tidak jika kamu anak kelas 3. semua terlihat seperti *buku tebel menumpuk* *pulang malem les* *belajar sampe muntah* *waktu nggak bisa direm* *fast motion* *tiba-tiba udah ujian ujian* *ujian tetep ora iso nggarap* *stres* *nangis dibawah shower*
ora ngono banget sih. kuwi lebay. ih lebay ih iiiihhhhhhh.
ehm.
oya, barusan dapet di twittah : jangan gila karena kelas tiga
hah! kuwi. camkan!
kelas 3 bukan akhir dunia.
oposih kok nglantur -_-
sakjane tidak ada tujuan bagi saya untuk mengepost pada kesempatan kali ini.
yo mung pengen ngepost wae.
masalah? ora ik. BESEWE!
februari.
hari ini hari pertama.
nganu,
apa ya?
gini. jadi kadang sesuatu yang kita harapkan gitu, kalo udah kejadian malah jadi bingung dewe mau gimana.
nggg mohon maaf atas ketidakjelasan post ini sebelumnya. udah aja dong bacanya. udaaaaaah. ra cetho lho.
gini, misal ya kita ketemu "orang" gitu.
kenal sih. kenal banget -_-
njuk itu tu tiba-tiba. mak deeeeeng gitu lho ketemunya.
njuk ki bingung dewe mau ngapain. mau nyapa ki rasane wes ra mampu. iki ora lebay, iki tenanan.
rasane ono gempa ngono neng njero weteng. eeeh tenan mbok sumpret.
yo lebay sih. sitik.
piye yo, ra biasa ngono lho.
kayak udah nggak bisa mikir apa-apa lagi kalo gitu. arep ndelok we aras arasen. wedi.
arep balik wes ora iso, akhirannya adalah melihat ke arah lain dan melambatkan jalan. padahal jarak e mung 2 meter.
the bules called it awakward moment.
njuk mlaku neng mburine, pas itu orang wes neng tikungan lagi ngomong "gobloook disapa ndul. biasa waee" *nutuk nutuk endas*
aku mangkel tenan ki. pengen biasa waeeee plis.
apa ya? kayak gitu tu reaksi spontan.
jadi emang udah refleknya kayak gitu. ora sadar ngono kuwi ki.
karena apa ya? ora ngerti juga. grogi? gugup? ora nyongko?
ya semacam itulah. angel. biasa wae ki angel.
yo salahe sopo sih, kono yo ora nyopo juga. yo embuh yo karepmulah. <-- ekpektasi berlebihan
jadi, kalo misalnya saudara tidak disapa oleh seseorang, jangan keburu mengejudge kalo orang itu nggak peduli sama sodara. bisa saja, karena orang itu nggak bisa biasa sama sodara. atau emang dasare orang itu nggak peduli sama sodara bisa jugaaa. beda tipislah. HA HAH!
sungguh, jika bisa saat itu juga aku berbalik, akan kulakukan. bukan tak ingin, hanya.. tak mampu
Senin, 28 November 2011
sok tau
Kebiasaan anak jaman sekarang : stalking.
dan intinya adalah
melihat seseorang itu ora iso nek mung nganggo goolgle, nganggo twitter, nganggo facebook, nganggo blog. karena dia itu bisa jadi bukan yang dia tulis. tapi yo tulisan2 di dunia maya ini iso sebagian kecil mewakili bagaimana de e. sebagian kecil okeee.
dan inti daripada inti adalah
rasah sok tau dan cepet nyimpulke.
HAHAHA. mungkin karena pengeksposan diri di dunia maya jadinya gitu ya.
orang bisa tau buanyaaak hal dari orang lain.
caranya?
tinggal tanya sama si embah. google --> ketik namanya. WOLAAA! sudah ada semuanya.
dari mulai blog, twitter, facebook, tumblr, dan embel embel semuanya tentang orang yang anda ingin stalking-i. :D
tapi stalking juga bisa lewat twitter itu sendiri apa lewat facebook apa lewat yang lain. tapi paling ampuh ya mbah google.
saya sendiripun dengan jujur mengaku bahwa saya seorang stalker.
soal e saya ini orangnya pengen ngerti semuanya. sok tau. ya jadine kayak gitu. nyebai yo. ckckck
sakjane. menjadi seorang stalker itu ada manfaatnya juga. ini tadi saya baru saja merasakannya. jadi saya post disini. tapi iki mesti geje. makanya saya akan mengasih warning dulu nek nggak pengen nerusin baca di close saja :B
hari ini saya sedang mengerjakan tugas tik. nyari-nyari foto tentang semua mua buat di edit.
mulai dari foto sekolah, foto mobil, foto motor, foto awan, foto orang. naaah pas nyari2 foto orang-orang ini saya jadi kepikiran seseorang. sakjane de e wes suwe tak stalkingi. yo ngono lah. yo maaf yo. tak nggo dewe kok. tapi saya sudah lama tidak menyetalkingi dia. njuk dimulailah...
google --> nama.
triiiiing!
halah wes ngerti. wes tau. oh sek iki. lucu. kuno. cerita lama. ra update-update sih heran. <--- saking dulu gencar banget nyetalkingi dadi apal dan udah tau semuanya yang mbah google tau tentang orang itu.
lalu, klik gambar-gambar.
tiring tiring!
dan....
lho? eh? nduwe blog? (panik sendiri)
dung teng dung dung dan wes ewes ewes.
tulisan singkat-singkat dan nganggo ati.
pandangan tentang suatu amanah sek lagi de e jalanke waktu itu.
ya gitu.
membaca tulisan demi tulisan ki dadi piye ngonooo
soalnya gini, yo iki rodho curhat sitik yo. yo ket mau ki opo nek udu curhat? -___- yo ngono kuwi.
dadi ki piye yo ceritane. saya ini amat sangat opo yo istilahe mumet dewe ngono lho dengan orang itu. jadi saya ini suka mengamati orang ceritane ki. melihat karakter e. njuk menerka-nerka dan menyimpulkan kuwi uwong e koyo piye. ho oh. pancen saya ini sok tau. tapi kesimpulan saya tentang sesuatu ya buat saya sendiri. maksud e pandangan saya tetang de e koyo ngene koyo ngono yowes kuwi menurutku ngono lho. pandangan e wong liyo yo sakarepmu.
o yo bali meneh.
dadi pertama saya memandang orang ini ki de e ki ramah sakjane terkesan terbuka ngono. nek wes kenal wong e seneng cerito, lucu, celelekan sih. tapi ki ada sesuwatuuuh sek koyo tersembunyi ngono kae lho.
uwong yang suka ketawa itu biasanya masalahnya sedikit. tapi itu ternyata hanyalah pandangan orang sok tau seperti saya. ternyata orang yang suka ketawa itu malah yang paling banyak masalah yang tersembunyi dibalik tawanya itu.
dadi ki awal kenal saya wes respect. maksude de e nyenengke ngono lho.
tapi lama kelamaan. wes mbuh. dadi malesi sak pol e.
bisa jadi karena de e wes ngerti pergaulan ngono njuk ndilalah temenan sama anak-anak 94H03L njuk de e dadi berubah gitu. atau mungkin lebih karena saya jadi ngerti sifat e de e sek saktenane begitu. atau karena pancen ada sesuatu antara saya dan de e sehingga pokoke sepet rasane.
tapi ki piye yo. menyayangkan banget gitu lho.
saya ki mangkel. tapi ki yo seneng. nah we. jadinya saya masih sangat berharap bahwa de e ki ora malesi meneh. bahwa de e ki suatu saat akan kembali ke dia yang dahulu.
ha njuk waktu melihat tulisannya. saya jadi merasa goblok dewe.
aku ki sopo sakjane. kok iso nggawe kesimpulan atas sesuatu. aku ki sopo kok iso ngomong iki elek opo apik. kok iso ngomong de e berubah. kok iso ngomong de e malesi.
ternyata. saya salah. seratus persen salah! telak.
de e ki mesaake ternyata. yo ngono kae.
dan intinya adalah
melihat seseorang itu ora iso nek mung nganggo goolgle, nganggo twitter, nganggo facebook, nganggo blog. karena dia itu bisa jadi bukan yang dia tulis. tapi yo tulisan2 di dunia maya ini iso sebagian kecil mewakili bagaimana de e. sebagian kecil okeee.
dan inti daripada inti adalah
rasah sok tau dan cepet nyimpulke.
Ya Allah mudahkan hidupnya.
(ho to geje)
Jumat, 27 Mei 2011
Kamis, 05 Mei 2011
Minggu, 06 Maret 2011
no more
jadi cangung sekarang.
ah!
lagi lagi begini.
hanya tak ingin seperti yang itu terulang.
yang sekarang jadi seperti orang tak kenal begitu.
tak ingin lagi.
Duh Gusti, bukankah rasa ini untuk menjalin ukuwah seharusnya?
bukan malah menjadi benteng yang super tinggi. yang mengahalangi ukuwah kami?
sungguh untuk yang satu ini saja, jaga, jaga, jaga.
kalo perlu hilangkan saja.
biar tidak usah banyak pikir untuk sekedar bicara 'halo'
atau pusing memasang ekspresi yang seperti apa.
biar tidak ada kesalah tingkahan yang malah iyuh banget -..- yang sok-sokan diam.
hanya ingin biasa saja.
seperti dulu. biasa saja.
tertawa yang wajar seperti biasa.
ngobrol yang wajar seperti biasa.
saling sapa seperti biasa.
biasa. hanya biasa.
Senin, 26 Juli 2010
abaikan
Well, lagi pengen nyampah.
Sedang merasa sangat kesepian nih :( so what? No one that even care
Dan benar-benar tidak ada teman satupun. Satupun.
Awalnya mikir, oh rapopo iso kok ngene dewekan yo iso. Tapi ternyata nggak gitu juga.
Nesu, nesu dewe, sedih, sedih dewe, mangkel, mangkel dewe,
Dan saat melihat sekeliling jadi tambah piyeee ngono,
Hhh memangnya siapa saya ini?
Hanya seorang badut yang bahkan tidak bisa menghibur dirinya sendiri. tapi saya senang kok melihat orang lain senang
blah blah sepi sepi
Senin, 28 Juni 2010
halo saya masih disini lho
bermula dari iseng-iseng membuka kotak chat di FB, weh ada namamu,
sudah lama sepertinya nama itu mengambang begitu saja seperti perahu tanpa nakhoda tak tahu di sudut mana otak ku, yang detik itu tiba-tiba menyeruak.
karena memang tanganku sering kali bergerak tanpa komando tuannya, terkliklah halaman profilmu.
dan taraaa aku melihatnya, melihat kata dari seseorang yang sepertinya agak tidak wajar diucapkan dimuka umum seperti itu, yang seharusnya ada dihape-hape dalam folder pribadi.
kemudian terkliklah wall-to-wall -ini dengan sengaja- dan ternyata lebih banyak lagi kata-kata macam itu.
tertegun sejenak, melihat jam, berkedip-kedip untuk sedikit memastikan bahwa ini adalah alam nyata.
karena penasaran yang berlebih profil dari sang pengirim kata itupun terbuka. melihat-lihat fotonya sambil mengangguk-angguk. secara misterius lagu peterpan berdendang. (mungkin kepencet juga)
dan sejurus kemudian aku sadar, bahwa kamu dan dia adalah ya begitu.
tidak, aku tidak akan menangis semalam seperti lagu-lagu melayu mendayu-dayu, bahkan aku biasa saja, karena apapun yang terjadi padamu, padaku, pada ehm kita, adalah cerita lama.
yang ku sadari dan ku sayangkan adalah bahwa apa yang ditulis olehmu untuknya, dulu setiap malam masuk ke inbox hapeku. mengisinya sampai ada tulisan 'no space for new massage'
dan semudah itu, maksudku seperti semua itu tidak pernah terjadi, kamu ya itu nganu begitulah.
ternyata waktu telah benar-benar berubah menjadi mesin yang mengubahmu menjadi orang asing. dan pergaulan menjadikan perbedaan padamu dan padaku yang dulu sempat tersamar, seirama, seiya sekata, menjadi sangat nyata.
dan yang paling kutakutkan adalah semua ini terjadi, mungkin, karena ketidak sengajaanku yang pernah sangat menyakiti hatimu. sebab sampai detik ini sekalipun aku tak pernah tahu alasan mengapa kita tak berjalan bersama lagi, maksudku tidak pernah ada umpatan ataupun perpecahan diantara kita dulu sebelum tiba-tiba tanpa angin tanpa badai kau akhiri itu. aku terima, sangat terima bahkan. karena bagaimanapun kamu pernah selenco karena memilihku dan karenanya aku pernah bahagia juga. cinta? tak tahu, dulu kita terlalu naif dan kecil untuk mengertinya. sampai sekarangpun aku masih naif, tak tahu bagaimana denganmu.
jika aku melihat si ciprit yang kau hadiahkan saat ulang tahunku, dan mengingat-ingat bagaimana caramu mengucapkan selamat ulang tahun, gayamu bercerita tentang semuanya, dan tawa yang pecah karena kegoblokan kita, aku sadar bahwa aku mungkin sedikit merindukan lagi semua itu. tapi saat aku ingat bagaimana pandangan tidak kenalmu kemarin, bagaimana melupakan ulang tahunku dengan santainya, dan panggilanmu kepadanya, sepertinya aku tidak ingin lagi. haha. toh aku masih punya kesibukan lain.
akhir kata, aku memang hanya orang biasa. sangat biasa. aku tidak berkerudung kotak seperti dia barumu itu. atau memakai peniti 5 sentimeter di bawah dagu. aku pun belum pernah ke luar negeri dan foto-foto dengan tanktop.
dan mungkin dulu kamu memang benar-benar sedang dilanda rabun kornea tingkat lanjut.
tapi semoga saja apapun yang terjadi padamu, padaku, pada ehm kita, di jalan yang berbeda ini adalah yang terbaik dan semoga kita dapat mengambil buah-buah pelajaran dari semua sandungan dan kubangan dari jalan itu.
terimakasih banyak.
eh, maaf lho untuk kata-kata yang berlebihan :)
- aku bahkan bahagia dan bangga karena aku bukan diamu sekarang ini
Senin, 14 Juni 2010
NUMBer

lagi mbukak-mbukak malah ketemu ini nih,cekidot :"1,2aku benci37,976aku benci angka36,93,72,aku benci 1,2,7,83,64, dan blah blah lainnya75,83,001,1000,28381aku benci akan padangannya yang sempit23.482.9183,83721,0192232semua mua seolah BENAR dilambangankan dengannya48782973,0197341298374,10298391829381029ada begitu saja, tidak peduli alasan mengapa ia disitu73267197262entah baik, entah buruk,begitu sajabegitu saja47393282019347384732912384671837463651938172186472912376426181000000000wahai pencari, makanlah mereka,puaskanlah, sampai kau benar-benar puas!puas, puas dan bangga,cih"ealaaah gek ngopo --a
Minggu, 13 Juni 2010
mountain
oke jadi sudah seminggu semesteran, dan kampretnya masih ada 1 hari lagi nyempil : besok
bagus haha :D
padahal saya sudah krisis niat -..-
selama semesteran ini saya jadi seperti orang gila. banyak banget hal-hal yang nggak biasa, saya jadi filosofis, terus sering berimajinasi -__-
contohnya setiap malam saya ngimpinya yang aneh-aneh diantaranya, makan radio pake saos, nyepeda ke afrika, teman saya jadi manusia serigala terus pacaran sama teman saya yang lain
bangun-bangun saya sering bingung sendiri -__-
kenapa ya? padahal biasanya saya nggak sering ngimpi-ngimpi gitu. pasti gara-gara semesteran. PASTI.
kemarin hari ke-4, saya berangkat ke sekolah, terus lihat Mt. Merapi pas lagi cerah-cerahnya :)
karena saya nggak bisa moto sambil naik motor, fotonya minta om google aja,
kira-kira bentuknya begini :
bagus haha :Ddulu pas kecil -pas saya masih punya banyak waktu buat berkhayal- saya pernah pengin naik gunung.
naik diatas sana, di puncaknya sana, ngeliat rumah-rumah, pohon-pohon kecil di bawah
tapi waktu saya masuk SMA, saya berangsur-angsur sadar, naik ke sana kan nggak mudah,
di sekolah saya ada ekskul pecinta alam, (kenapa saya nggak ikut? sudah jelas, saya anak pingitan nggak mungkin boleh naik-naik gunung begituan -___-)
dan saat saya melihat perjuangan mereka buat bisa jadi anggota pecinta alam ternyata berat, mereka harus latihan ini itu, tes ina ini. jelas tujuannya biar mereka kuat kalo naik-naik gunung. biar mereka siap.
lha kalo tiba-tiba saya, yang notabenenya tidak pernah ikut latihan begita begitu, ikut mereka naik gunung misalnya, opo ra ketar-ketir?
bisa aja pas lagi nyangking tas udah mak gedubrak jatuh duluan.
atau pas diperjalanan yang lainnya menikmati indahnya pemandangan gunung, sementara saya udah ngesot-ngesot nggak kuat. bisa kan? bisalah.
ya ya yaa dan saya sadar kalo naik gunung itu susah, harus banyak latihan, banyak persiapan. bukan ujug-ujug mak jembawuk main naik-naik aja.
sama kayak semesteran, kayak ujian, kayak hidup. kalo nggak di persiapin bener-bener ya kita nggak akan bisa to. sekarang pilihannya, mau naik gunung jatuh bangun, apa lancar jaya seneng-seneng?
Selasa, 18 Mei 2010
mirror (untuk angkuhku)
kita ini siapa to?
aku ki sopo e?
kok dengan gampangnya mengunderestimate orang?
emang pantes po?
emang lebih baik?
emang punya hak?
nek udah kayak gitu terus kenapa e?
hebat po? gaul? menang?
hokoh ya, menang?
pret ah!
kalo emang segitu pentingnya berasa 'lebih' kenapa nggak nyari planet baru aja ha?
hidup di sana sendirian kan enak to?
menang to?
daripada disini nyakit-nyakitin hati banyak orang?
halooo lupi,
anda masih berada di sini, di tempatnya orang banyak,
bukan hanya melulu anda, bukan hanya semuanya terus anda,
kalo ada yang nggak srek, ha njuk ngopo?
emang e anda ini siapa? penting?
mbok coba peka sedikit wae,
emang yang anda lakuin udah pener po?
kata-kata anda emang e nggak pernah nylekit po?
sebener e seberapa suci sih anda itu kok nyampe bisa nyakitin hati orang lain?
pernah nggak kepikiran 'kalo anda jadi orang itu'?
pernah nggak nyoba mbayangin ada di posisi dia?
wong anda ini ada orang salah ngomong dikit aja nggak terimanya banget banget kok,
pernah nggak ngerasain jadi orang yang disalah-salahin?
ngaca no,
koe ki sopo to lup? kok koyo sing paling ndue hak wae?
Langganan:
Postingan (Atom)

