Minggu, 06 Maret 2011
no more
Sabtu, 26 Februari 2011
ngimpi
hari ini aku bermimpi,
bertemu banyak orang,
banyak sekali.
mereka yang memang sedang ingin ku temui.
sangat ingin sekali ku temui.
aku tak ingat sudah sampai mana bicara ngalor ngidul dengan mereka.
tertawa sampai menangis, menangis sampai tertawa.
seolah kita memang dilahirkan hanya untuk begitu.
hingga tiba-tiba aku tersentak sendiri. yang terlihat malah atap kamarku.
01.32.
FUK!
semua itu terasa sangat nyata. aku masih bisa merasakan kehangatan tawa mereka, nada bicara mereka, suara mereka. masih sangat terasa. seolah atap kamarku-lah yang mimpi itu.
bukan mereka.
aku katupkan kelopak mataku. memaksanya mengembalikan mereka.
aku tak ingin bangun. AKU. TAK. INGIN. BANGUN.
masih banyak yang belum ku ceritakan kepada mereka.
tetang hidup yang kian hari kian kompleks. tentangku yang sudah melukai ribuan hati. tentang lidahku yang mencincang banyak rasa. banyak. masih banyak. sangat banyak.
dimana lagi aku bisa bertemu mereka?
mereka yang sudah tidak bisa diajak walau hanya untuk sekedar berbincang soal kabarnya hari ini. aku tidak menyalahkan mereka soal itu. itu sudah tangungan. sudah masing-masing. aku hanya.. merindukan mereka.
aku masih berusaha mengatup-atupkan mata. tapi lebih kelihatan seperti orang kelilipan.
menyerah, duduk di pinggiran kasur, tertunduk. mataku memanas.
Kamis, 03 Februari 2011
pantaskah?

Sabtu, 29 Januari 2011
hai lagi :)

suwi biyanget ora mosting. nganti lali carane.
Jumat, 10 Desember 2010
ketika kami tidak dipercaya

Dengan nama Allah SWT, dalam mengerjakan soal UAS saya menyatakan sesungguhnya tidak akan melakukan kecurangan : menyontek, meminta atau memberi jawaban kepada peserta lain dalam mengerjakan soal. (tanda tangan)
Sabtu, 04 Desember 2010
dengkul, tataplah dunia


Sabtu, 27 November 2010
extra pedas, extra sabar

Anjrit.
Aku marah. Tapi dunia diam saja. Dia masih sibuk dengan perannya. Biar saja, biasanya juga begini.
Marah, marah sendiri. Orang gila.
Pas seneng bareng-bareng tapi. Iyalah, badut. Pelawak.
Extra pedas, extra sabar.
Marah.
Merah.
Murah.
Mirah.
Morah.
Marah.
Ramah.
Arham.
Mahra.
Raham.
Amrah.
Haram.
HARAM!
“sakjane kowe ki randuwe hak ngomong lho neng kene”
Dak!
Aku benar-benar miskin. Kemarahan ini membuatku miskin.
Sendiri. Sendiri. Sendiri. Sendiri.
Tau definisi sendiri? Sekolah sek makane.
Sendiri itu tidak berteman. Makna gramatikal ber-nya mempunyai. Jadi, tidak mempunyai teman.
Teman tertawa? Banyak. Mau berapa? Seribu? Sejuta?
Teman marah? –
Fake.
Katanya berumbar peduli. Tapi tidak mendukung perubahan lebih baik temannya.
Malah bilang jijik denganku yang sekarang.
Atos.
Minta sedikit pinternya aja kayak aku mau njebol otaknya.
Dijawab hem. Hem. Hem.
Ham hem ham hem! Tak jebol tenan lagi ngerti!
“aku lagi sedih. Gawe ngguyu dong”
“aku lagi mangkel karo kae. Pengen ninju kowe”
“aku lagi betmut. Rasah ngajak omong sek”
“aku lagi seneng. Kemaren dia...”
“aku lagi ra nggowo det. Jajake ya?”
Bisakah Anda mendengar saya? sebentar...
-24november2010
...
pas ngebaca lagi malah ngakak.
marah memang benar-benar membuat saya nampak bodoh.
orang marah itu menampakkan ke-aku-an mereka.
orang marah itu menuntut orang lain untuk mengerti bahwa 'saya sedang marah'.
orang marah itu nggonduk saat sadar dia sendiri dalam kemarahannya.
orang marah itu akan sok-sokan jual mahal dan masih sakit hati saat sang pembuat marah meminta maaf, padahal di dalam hatinya dia sudah memaafkan.
orang marah hanya butuh pengakuan dari orang lain, bahwa dunia tahu dia sedang marah.
orang marah hanya butuh penenang. pemberi perhatian.
orang marah itu pada akhirnya sadar dan terbahak saat menyadari apa yang sudah dilakukannya.
bodoh. hahaha.
