Minggu, 08 Agustus 2021

Halo? Oh.

 Halo Blog!

Udah tahun 2021 nih, lama lama posting disini setahun sekali wkwk

hmmm kembali lagi mau curhat masalah hati. sori banget ki baru bisa ngasih tulisan masalah cinta cinti terus alias umur wes tuwo tapi ra tambah mutu. semoga neks bisa share ke masalah yang lebih keren, wah, ndakik, bermutu dan fundamental. tapi kali ini maap banget ini masih soal ati pfft

sudah mau jalan hampir 3 tahun dengan kekosongan yang mendera gaiz. dan masih terus mencari arti, memulihkan diri untuk bisa membuka hati kembali. kalau boleh yuyur ya Allahu Robbi sebenernya males banget loh terluka hanya karena satu manusia. sembuhnya lama lagi. koyo ga ikhlas waktu gitu. ngopo to angel banget cuma gara gara wong koyo de'e meneh. tapi ya gimana faktanya memang bener-bener trauma. memang bener bener sulit. cuma terus sadar sih bahwa ini semua bukan lagi tentang dia sebenernya, lebih kepada chopping mechanism saya yang belum baik dalam menghadapi kegagalan. dan berangsur i'm working on it, once kita bisa indentifikasi problems, lebih mudah nyari solusinya. cia. kesadaran akan hal ini juga ga bisa didapat sehari dua hari. butuh gobloq dulu, butuh nangis dulu, butuh ndengerin six degree of separation-nya the script dulu. yiimpin masa suram, semoga ga kembali ke lubang itu.

Kemudian ada beberapa usaha si, dari beberapa teman yang mesaake dan terlebih dari my mommy similikiti wiliwili yang tampaknya sudah tidak tahan melihat anak bungsunya yang sudah bangkotan ini cuma sliwar sliwer, angop, kukur kukur, ra tau adus tur ngenteke pangan setiap hari. Jadi mereka mencarikan kenalan sana sini sebagai bentuk ikhtiar, mana tempe mungkin lewat jalan tersebut bisalah ya nyantol gitu.

awalnya it's sooo hard for open up to someone. apalagi konteksnya ga kenal sendiri kan, bukan temen bukan apa ujug ujug mak bendunduk "halo" gitu. kayak hehh sopo koweeeeeeee

aneh aja gitu budaya kenalan tu. iki akal-akalan orang mana seh. misal ya mau temenan tapi yo kok ngapain, koncoku wes akeh ket TK mas :( mau kearah serius, lha kosek kan rung kenal. tapi ya itu tadi kan esensinya kenalan, saling mengenal mengko nek oke iso dipertimbangakan ke yang lebih serius, nek ga oke thank you next mari menjadi penonton story. dan nyebaine ini cukup kejam bagi ras penganut baper-ism. gak bisa baper choy kita mainan beginian. tak pikir intinya kehidupan orang dewasa tu harus menurunkan level perasaan si. mereka mainnya sat set logika logika gitu. yang mana kalau urusan ini saya masih catching up. gapapa, alon alon pet.

anyway masalah baper. ini susah si

jujur agak nggilani tapi yowes bidiimit, hati saya nih kan lembek kayak ager ager ya, jadi semisal ada dikit aja hawa hawa perhatian, tu udah yang goyang sana sini itu ager ager. emang murahan dan gampang terkesan anaknya, ya mau gimana lagi -_- jadi susa gitu untuk ga bawa perasaan. dan tau kan ujungujungnya bawa perasaan tu, luqa luqa luqa yang kurasakan. njuk mlendep, males lagi.

disamping perbaperan mania, yang syedih dan syusah bab dua adalah ekspektasi. iki nyebai

karena kalo dikenalkan tuh, pasti diawal ada prolog deskripsi yang dar dar dar wow bombastis fantastika. kata om ini baik, kata tante ini ga neko neko, rajin solat pandai menabung menerapkan ideologi pancasila, apal dasa darma pramuka. ya initinya udah ada tuh gambaran dalam kepala oh ini orangnya gini yaa. ditambah pikiran positif yang selalu berkata "okay, maybe this one". sekalinya dihadapkan kenyataan yang tidak senada dengan gambaran pada kepala. dah runtuh runtuh, pusing lagi. sedih lagi. ya ga bisa menyalahkan siapa siapa dong karena yang membuat deskripsi di kepala juga kita sendiri. mutusi cah e pancen

akhirnya semua berakhir kurang memuaskan ya pemirsa. ya itu sih, dua hal besar terkait kegagalan urusan ikhtiar perkenalan yang saya rasakan. disamping faktor trauma yang mungkin belum seutuhnya mereda. tapi sudah membaik tentu saja. masih harus banyak belajar, banyak yang diperbaiki. terlebih menjaga gonjang ganjingnya hati dan ekspektasi. berkalikali saya bilang ke diri saya sendiri its okay, tapi kudu bangkit dan usaha lagi. terima semuanya, ikhlaskan semua yang sudah dan akan terjadi. berani jalani, karena Tuhan tidak pernah punya niatan melukai hambaNya. Dia cuma ingin kita terus belajar jadi manusia yang lebih baik. dan kita harus mau belajar. gagal, goblok, ngisinisini itu pelajaran. semoga bisa selalu mengambil hikmah disetiap peristiwa. aamiin.

Dan sekarang si target saya nggak muluk muluk, cuma pengen enjoying tiap momen dalam hidup. karena besok, saya ga bisa balik lagi ke posisi saya sekarang ini. I just wanna be happy and content. Semoga Allah ridho, semoga Allah bukakan jalanNya. Aamiin (lagi).

Dah. sampai ketemu, tahun depan, bulan depan, atau minggu depan. WKWK.

Minggu, 13 September 2020

Setelah Pertemuan (3)

kita sudah berubah
kau dengan segala gemerlapmu, jauh serasa tak tersentuh
aku dengan apa adanya diriku
tapi aku tidak ingin menyesal
aku tidak ingin menyesal untuk menjadi diriku sendiri
karena nantinya seberapa besarpun aku berusaha, sudah pasti tidak akan pernah cukup bagimu
yang kubutuhkan hanya penerimaanmu

lagi lagi aku mempertanyakan untuk apa semua ini
pertemuan ini
karena pada akhirnya kita harus menyadari
jalan kita cukup berdampingan saja
tidak digariskan untuk bersatu di ujung sana
sepertinya kau sudah cukup mengerti
karena itu terucap dari mulutmu sendiri

kau tau, aku selalu tak bisa membaca hatimu
karena sekarang yang kupertanggungjawabi adalah hatiku sendiri
biarlah
apapun pikiranmu tentangku
aku sudah tidak peduli

Jumat, 26 Juni 2020

dua puluh enam yang ke dua puluh enam

So it already is
saat kecil saya selalu ingin menjadi orang dewasa
orang dewasa nggak perlu disuntik vaksin kalo anak SD divaksin terus
orang dewasa boleh naik mobil di jalan raya
orang dewasa bisa milih kerja jadi apa aja anak kecil cuma bisa duduk sekolah
orang dewasa bisa ambil barang di atas lemari sendiri
bisa cuci piring di wastafel tanpa pakai dingklik
orang dewasa nggak perlu tidur siang
jadi dewasa itu enak banget

then suddenly... here we are!
di depan laptop with all things going in our mind dan berharap bisa jadi anak kecil lagi
yang tanpa tanggungjawab dan semua kesalahannya dimaklumi
tapi hidup terus berjalan
mau gak mau umur bertambah

okelah. Happy Birthday self! Hang in there

Minggu, 04 Februari 2018

I'm sorry, I'm leaving

malam tadi saya memutuskan hal yang orientasinya untuk kedamaian hati saya sendiri
ini adalah sesuatu yang bersejarah
termasuk dalam keputusan yang berani - dalam versi saya
sebelum ini akan banyak sekali pertimbangan, maju-mundur, sebelum saya menentukan suatu pilihan
yang sebagian besar hasilnya adalah mundur.
takut sakit hati, takut menyakiti orang, khawatir pendapat orang, dan segala macamnya.
intinya. takut perubahan. apalagi yang besar.

ya, malam tadi saya memilih meninggalkan dia.
memilih untuk mengambil jarak.
memilih untuk mencukupkan semua sampai disini.
tanpa takut sakit hati atau menyakitinya, tanpa khawatir pendapatnya

ini tindakan egois. memang.
tapi sekian lamanya saya berusaha memahami orang, memahami kehidupan, meletakkan segala kepentingan orang lain melebihi kepentingan diri sendiri
ternyata orang orang melakukan sebaliknya.

dia masih bertanya 'mengapa' saat saya menuliskan maaf
dan saya kehabisan kata untuk mengeja 'karena'
saya kira, semua sudah terang.
maka maaf yang kedua terketik.

tapi dari semua itu,
melepaskan sesuatu yang menjadi sumber kebahagian sekaligus sumber keresahan dalam tiap hari adalah hal yang menyesakkan. super menyesakkan.
walaupun menyesakkan, tapi harus saya lepaskan.
kontrol orang lain yang terlalu besar melebihi kontrol diri sendiri, saya kira bukan hal yang baik untuk diteruskan.
sayapun merasakan pahitnya ketidakjelasan. berada diantara ya dan tidak
yang paling berat - berkorban perasaan. yah, memang dasar anaknya perasa. maka itu fungsi maaf yang pertama tadi : maaf ya saya terlalu perasa.

saya nggak tau ini baik atau buruk,
tapi yang saya yakini bahwa ini harus dilakukan.
mengobati sumber lebih baik daripada menghilangkan gejalanya - seperti itu saya diajarkan.

walaupun saya harus mati matian menahan diri untuk kembali mengadapi kekosongan, tapi saya harap ini yang paling benar untuk dilakukan. sambil berdoa semoga baik untuk saya juga untuknya.

hey, i'm sorry i'm leaving


Senin, 25 Desember 2017

aku ingin kembali

aku ingin kembali
menjadi tidak ada, tidak dipedulikan.

hujan riuh yang indah, suaranya keras mereda sejenak gaung dalam diriku,
tapi tak lagi dapat menenangkannya
malam sunyi tempat menyepi, mengembalikan kewarasan diri,
hanyalah gelap tanpa arti
aku semakin jauh, semakin terjatuh

Tuhan Penyayang, Tuhan Yang Mengerti,
dapatkah aku kembali?
merasakan ketenangan dan keindahan dunia, dari khusyuk dan bau keringat
dari perasaan tersingkirkan dan pandangan sebelah mata

Bantul, Desember 2017

Sabtu, 08 April 2017

Living Life

HALO!
malam tadi, baru selesai ujian, dengan suwung-nya iseng buka buka tulisan dan tweets yang lama-lama, dan baru sadar... betapa hidupku sangat berbeda

Setiap pagi kita membuka mata lalu melakukan segala hal yang kita anggap adalah rutinitas. Rutin. Monoton. Begitu begitu aja. Tapi selayaknya bumi yang tak pernah berhenti bergerak, tanpa kita sadari kita juga pelan pelan ikut berubah. Tanggung jawab, sosialisasi, ide, pikiran. Hingga saat kita menengok kebelakang kita sudah tidak ditempat kita 6 bulan atau 1 tahun yang lalu. Mungkin, itulah sifat dasar manusia: bergerak.

Pas baca baca tulisan lawas kemarin, sepertinya hidup saya 3-4 tahun kepungkur lebih membahagiakan daripada hidup yang akhir-akhir ini sedang terjalani..
Ngakak sendiri baca twit lucu : Kok iso aku ngene ki :))
Senyum sendri baca twit (sok) bijak (sing ra cetho) : Mosok iki sing nulis aku?
Rasanya hidup lebih santai dan menyenangkan
Bulan, minggu, dan hari hari belakangan ini terasa lebih padat, jadi nggak ada space untuk pikiran tenang dan jernih.
Penuh rasa kemrungsung, was was, aduh ngene aduh ngono, takut berbuat salah, canggung, banyak antisipasi untuk ita itu, pemakluman sifat sifat manusia di sekitar yang membingungkan.
Hati dan otak penuh terus, kerja rodi.

Tapi terimakasih waktu suwung, berkat dikau aku jadi tersadar bahwa halooo kamu adalah kamu, yang dulu nggak pernah ngeribetin omongan orang, yang dulu selalu santai ngehadapin seberapa besarpuun masalah, yang selalu pasrah legowo, yang nggak banyak kepinginan, yang banyak senyum, yang yowes piye meneh, yang selalu percaya skenario Allah adalah yang terbaik.


:)


Yasss I decided to living my life again. Good luck, self!
And once more, thank you waktu suwung :*

keliatan ya, sepertinya writing skill saya banyak kececer di jalan, jelek banget sekarang nulisnya wkwk

Rabu, 16 Maret 2016

Small talk

But I don't want small talk. Text me, and without saying hello, tell me why you got so angry at your sister this morning. Tell me why you have a scar shaped like Europe on the left side of your neck. Send me paragraphs about the time you spent at your grandmother's house that one summer. Call me when I'm half asleep and tell me why you believe in God. Tell me about the first time you saw your dad cry. Go on for hours about things that may not seem important because I promise that I'll be hanging on to every word you say. Tell me everything. I don't want someone who just talks about the weather.

Dapet dari postingan teman

Jumat, 26 Februari 2016

Setelah Pertemuan (2)

Seharusnya dari awal aku tahu
Tak perlu kubawa bawa segala macam perasaan
Karena kata kata mu yang nyaman
Nantinya hanya akan sebatas harapan

Aku bodoh
Tak pernah bisa belajar
Bahkan keledai pun tidak terjatuh pada jurang ke-1000 nya

-

Kamis, 25 Februari 2016

Setelah Pertemuan

Pada akhir setiap pertemuan
selalu adalah gaung
yang kosong
suaramu menderu berulang disana
sementara aku masih mengeja maksudnya

kita tidak mengerti
pada batas mana masing masing memberi arti

Sejauh apa aku bisa menjangkaumu?
Sedalam apa aku boleh memasuki hidupmu?

Tidak kutemukan jawabannya. Belum. Belum?

Setelah 5 menit dan puluhan 5 menit berikutnya.
Pertemuan ini akan diakhiri, oleh lirikan matamu kepada pergelangan tangan kirimu.
Kemudian hanya diam.
Semakin tidak mengerti--
karena dengan berakhirnya pertemuan ini, kita hanya akan melukiskan bayang diri pada masing masing imaji
Mencari cara menciptakan pertemuan kedua, ketiga, keenambelas dan seterusnya

Yang tersisa kemudian adalah penyesalan
seharusnya tidak perlu ada pertemuan pertemuan itu
yang terus memperjelas intonasi pertanyaan padaku, dan mungkin padamu

Sejauh apa aku bisa menjangkaumu?
Sedalam apa aku boleh memasuki hidupmu?

Tapi kemudian dengan bodohnya,
kita ulangi lagi..

Sabtu, 09 Januari 2016

9 Januari 2016, 01:45

Hello, how are you? 
It's so typical of me to talk about myself, I'm sorry.
Awalnya mau ngepost di tumblr karena cuma galau yang nggak mutu. Tapi minder lihat postingan teman teman lain di sana yang sangat dewasa dan bermakna. Maaf tempat sampah, akhirnya kau jualah yang harus menampung kata kata ini. Semangat pet, semangat! 

Sabtu, 02 Januari 2016

Rongewu nembelas

Assalamualaikum!
Sudah tahun baru lagi kak.
Postingan ini akan saya mulai dengan kata-kata mainstream khas awal tahun..
Wah nggak kerasa ya udah 2016 aja.

Time really does fly, doesn't it?
Ngambil dari istilah di berita, 2015 dibilang sebagai tahun gaduh. Karena banyak polemik di berbagai bidang, khususnya politik. Well that's not good topic to talk about anyway

Tahun gaduh. Istilah yang sedikit banyak juga mengambarkan bagaimana tahun 2015 versi saya.
Ya, 2015 tak ubahnya seperti tahun-tahun kepungkur. masih ikut arus. masih begini.
Tapi bedanya, dunia rasanya lebih menyibukkan, lebih menyilaukan, lebih merepotkan. Terlalu banyak urusan dunia yang diurus. Banyak hal yang mati-matian dilakukan, diperjuangkan, tapi lupa tujuannya untuk apa. Waton aksi. Ha gundulmu.
Dan rasa-rasanya tahun ini adalah puncak kehilangan diri yang sebanyak banyaknya. Waktu seperti halnya kendaraan di jalanan, lewat tanpa terhiraukan kemudian hilang di tikungan.
Juga sering banget nggak jujur sama keadaan, which worsening me life the most.
Terlalu banyak juga keinginan-keinginan yang menyesakkan. Kalo kata pakdhe iwan fals "keinginan adalah sumber penderitaan". Exactly it is, pakdhe.
Walaupun memang beberapa hal sudah dikerjakan sih, tapi kebanyakan karena kewajiban, yang mau nggak mau harus dilakukan. Bukan yang berasal dari dalam hati.
Lah, hati meneh. Kayaknya dia banyak liburnya tahun ini. Jarang dipakai.

Ya begitulah terlalu banyak dunia, terlalu masuk ke dalam nya, ra sadar diri padahal pijakannya masih belum kuat. Dan sudah sifatnya dunia, penuh aneka warnanya, suara, kerlap kerlip--gaduh. Itulah.

Tapi betapa baiknya Tuhan itu, diciptakannya waktu sebagai makhluk yang terus berjalan. Mungkin sesekali melambat, atau terlalu cepat, tapi tidak pernah sekali pun berhenti. Agar kita pun ikut bergerak, memperbaiki keadaan, tidak larut-larut pada suatu masa saja.

So, there it is. 2016.
Yang memberi harapan akan ketenangan dibalik gaduhnya tahun yang lalu.
366 hari, ada tambahan waktu sehari kaw. Harus lebih banyak yang dilakukan.
Seperti halnya orang kebanyakan, harus ada resolusi, ya setidaknya niatan untuk memperbaiki yang kurang baik.

Tahun ini sepertinya akan banyak kata selesai.
Studi yang dijadwalkan selesai oleh universitas.
Skripsi yang harus selesai karena masa studinya sudah selesai :"
Menyambut 22 tahun, completely a big girl cah. Selesai jadi cah gembeng-nya.
Juga tentang perasaan, yang harus diselesaikan. *pret pret*
Piye to kih malah tekan ngendi ngendi. Haha
Harapannya semoga tahun ini banyak ketenangan juga seperti yang selalu, keridhoan. Amin.

Untuk menutup postingan ini ijinkan saya gunakan kembali kata-kata mainstream khas awal tahun.
Welcome 2016, be nice please :)

Kamis, 29 Oktober 2015

Choosing


Ada banyak pilihan dalam hidup
bahkan hidup itu sendiri adalah tentang memilih
dari yang paling mudah misalnya memilih mau makan siang dimana hari ini,
memilih memakai baju yang mana,
memilih untuk menyapa atau kembali dalam sepinya kediaman. Ea.
Oke, kembali dengan pilihan. Untuk memilih akan banyak pertimbangan yang kemudian muncul. Tentang baik buruk, benar salah, jauh dekat, sepi ramai, hitam putih dan semuanya.
Dan pilihan yang kita ambil adalah apa yang paling sesuai dengan keadaan kita saat itu atau hal hal yang kita harapkan akan terjadi dengan memilih pilihan itu.
pertimbangan, harapan, keadaan, adalah hal-hal yang membawa kita pada sebuah pilihan.
namun ada saatnya kita menyesali pilihan yang sudah kita pilih.
karena harapan yang tidak sesuai
karena pertimbangan yang tidak matang dan kurang mendalam
karena keadaan yang cekat dan memaksa
tapi buat apa menyesal kalau waktu tak dapat lagi diputar
pilihan yang kita pilih dengan segala konsekuensi atas keadaaan, pertimbangan, dan harapan itu juga yang akhirnya harus kita jalankan
menyesal hanya akan membuat keadaan semakin tidak menyenangkan
kerena kembali juga tidak mungkin, satu satu nya pilihan adalah menjalankan pilihan kita
tidak ada yang terjadi dengan kesia-siaan kok, nothing goes for nothing.
jalan terus saja, sambil berdoa untuk hal-hal baik
semoga Allah menunjukkan jalan yang lurus.

sedang mulai penelitian dan mumet :" semangat!

Rabu, 21 Oktober 2015

Semoga, Amin.

Kau baik saja kan?
Aku bermimpi tentangmu sore tadi
Kau menyapaku,
Aneh..
Mimpi memang selalu berkebalikan dengan kenyataan, ya?
Kau baik saja kan?
Betapa jarak mengambil banyak dirimu dariku
Bahkan aku lupa di nada apa kau ambil suaramu
Kau baik saja kan?
Aku hafal tatapanmu saat dunia mengambil pikiranmu
Keruh
Ingin semua segera selesai
Tapi kau baik saja kan?
Semoga.........
Amin.

21/10/2015

Di Perempatan

Aku rindu memainkan awan
Menjadikannya bentuk bentuk yang kuinginkan
Karena sekarang yang kumainkan hanyalah waktu--yang mukanya selalu masam
Aku rindu tawa kita, saat menerbangkan layang layang
Sambil mendengar angin bercerita tentang masa depan
Kita tertawa lagi
...
Aku sudah disini kawan, namun tak kujumpai lagi tawamu
Bahkan angin pun berpaling saat berpapasan
Sungguh, aku merindukanku

Perempatan, 18/10/2015

Minggu, 30 Agustus 2015

Sekolah tanpa bangku

Masih kuingat awal perjalanan ini, sedikit, mungkin tidak detail.
Angin sedang baik saat itu.
Jalan rumput.
Matahari hampir di atas ubun-ubun kita.
Kau tak banyak bicara. Setelah bicara banyak sebelumnya.
Karena sekarang giliranku, memberi jawaban.
Diam yang panjang.
Angin masih baik.
Kau tau kenapa mulutku tersumpal?
Karena aku belum mengerti, tujuan semua ini, nantinya.
Baikkah untukku? Baikkah untuk orang orang itu? Bisakah aku? Tidak salahkah dirimu?
Ku rumuskan 3 hal saat itu--untuk menjawab pertanyaanmu: mau, mampu, restu.
Lihat, aku tertawa sekarang mengingatnya.
Akhirnya masih tanpa mengerti tujuan semua ini, aku mengangguk.
Anggukan yang mengantarku ke perjalanan ini.
Ternyata jalan ini jauh... dan lama..
Tapi sekarang aku sudah diujungnya.
Tasku penuh. Pakaianku compang tak karuhan. Banyak yang kutemukan di sana.
Tentang kebahagiaan dan tangisan, putus asa dan harapan, kecerobohan, rasa yang rumit, sifat yang lebih rumit.
Jalan tidak bertujuan ini, ternyata adalah sekolah tanpa bangku.
Terimakasih.

Minggu, 26 Juli 2015

Bahagia?

26 Juli 2015, 22:33

Halo, aku bahagia.
Bukan karena tawa kita di bianglala malam tadi.
Halo, aku bahagia.
Bukan karena lagu yang kau gumamkan saat kau kayuh sepeda itu, mengantarku berkeliling alun-alun.
Halo, aku bahagia.
Bukan karena cerita tentang jalan panjangmu yang kau teruskan dengan petuah dan nasihat--hati-hati.
Halo, aku bahagia.
Aku bahagia karena aku mengerti bahwa aku sedang bahagia.
Aku bahagia dan aku tau seberapa besar bahagia ini. Tidak, tidak terlalu besar tentu saja.
Aku hanya, bahagia, saja, bahagia saja memilikimu.
Aku bahagia karena aku mengerti sampai mana batas bahagia ini.
:)

Minggu, 28 Juni 2015

Selikur bos

Assalamualaikum..
So, I'm already 21 guys.
I actually never write or talk about my own birthday things but... I'll do it right now.
Yes, I'm officially 21 years old :")
I don't know how to react. It's kinda weird. It's sad but happy but also worrisome in the other hand.
This past couple year, my birthday wishes were like "semoga sukses, lancar study nya" or the "semoga panjang umur dan bahagia" one. But... this year, they are suddenly become "semoga cepat dipertemukan jodohnya", "gek ndang entuk imam", even "semoga lancar seserahannya" ._.

Hmm
Actually this jodoh issue isn't something I'm working on yet
For now I just love being on my own
Okay I'm not going to be specious. I, as normal teenager, did adore someone.
But I think it just kind of normal thing happened to normal girl on their development stage because of the hormonal fluctuation.
(I dont have any idea what i'm writing about -_-)
And that thing is far from the word "jodoh". Jodoh must be more serious than high school girl who secretly writes things about guy she adored on her blog or twitter or facebook or tumblr or even plurk (omg) and hopes he will noticed. Okay, that was me. Shame.
Anyway, jodoh is serious. It is big girl thing.

21 is a big number. It's over 20.
I just can't believe I'm already that old. I'm not a kid on the street anymore, I'm an adult. Right?
I think my next level of life will be harder. Ha-ha. So I should be more mature. I should change myself. I should do things and be something. In Javanese, kudu luwih dong, kudu luwih paham. Hope God will helps me through this.

Birthday present? Dont have any but Thanks God for surrounding me with a very good people. Their care and love make me happy so much.

"It's a big girl world now, full of big girl things" - Kendall Payne (Scratch)

And for the last I think I must summon this two gendeng people who make my stomach hurts :)))



 
 
 
 
sepertinya gambarnya tidak jelas ya sudah lah :))) 

Kamis, 11 Juni 2015

Disela tugas

Menurutku, orang-orang yang bisa menemukan masalah yang ada disekelilingnya adalah orang-orang hebat.
Problem finder. Karena untuk menemukan permasalahan, harus lebih dulu paham hal-hal secara keseluruhan.

Yang lebih hebat, problem changer. Mereka yang bisa mengubah masalah menjadi hal-hal yang baik, bahkan mungkin solusi. Butuh kreativitas.

Menurutku.

Jumat, 05 Juni 2015

Mei lalu

Assalamualaikum blog
sudah juni inih? sumpah? cepet tenan
kayaknya baru kemarin tahun baruan dengan teman-teman

So, welcome June! silakan silakan, anggap rumah sendiri :"
opo to

bulan Mei kemarin adalah bulan yang cukup memorable bagi saya, atau mungkin keluarga saya.
setelah siklus 5 tahunan DHF di Bantul sedang hitz melanda, dan kebetulan saya dan mbakyu saya bergantian selang seminggu mengisi bed di kamar dan rumah sakit yang sama karena si DHF ini. Yey! :"
Alhamdulillah Allah masih memberi umur sampai saya bisa menulis postingan ini

jadi sekarang, masih pemulihan ditambah blok yang sudah akan berakhir adalah suwung wung wung.

Selama di rumah sakit, banyak hal yang ternyata baru saya sadari. Yang pertama, ternyata memang benar bahwa kasih ibu sepanjang jalan. opo to iki, tapi bener.
saya masih ingat beberapa tahun lalu, saat pikiran saya dan ibu saya selalu bertentangan. banyak nggak nyambungnya. saat saya sok tau tentang pilihan hidup saya. dan dibandingkan dengan bagaimana ibu saya njaga dan ngerawat saat saya nggak bisa ngapa-ngapain kemarin, rasanya durhaka nggak ketulungan. ibu saya adalah orang nomer satu yang akan saya bahagiakan. amin.

yang kedua, haha iki opo to sumpah kaku sekali tulisannya maafkan, kelamaan nulis skripsi :' ......... Ya Allah skripsi ku piye kabar e
................................................
oke
yang kedua, bahwa just go as long as you can, make friends, meet lot of people, but the only place you can always come back is your family.
begitulah, ayah saya, laki-laki yang sangat sabar dan lucu itu, kakak saya, dan lagi lagi ibu saya, mereka adalah rumah saya. tempat semua ini dimulai, dan tempat semua ini bermuara nantinya.
jahat rasanya kalo inget beberapa waktu kebelakang saya nggak pernah di rumah, malah ngurusi embuh. bagaimana jiwa muda ini (jiwa muda banget?) sedang pengen cari pengalaman seperti orang orang. rumah cuma buat tidur mandi makan. Dan saat saya nggak bisa gimana gimana kemarin, orang orang yang bisa saya andalkan ya cuma keluarga saya. Bukan berarti pengalaman dan teman itu nggak penting. Mereka penting, sangat penting bahkan. Tapi keluarga adalah tempat kita menggantungkan semua yang tidak bisa teman dan pengalaman berikan. Jadi selama masih bisa berkumpul dengan orang orang tersayang itu, jangan disia-siakan.

yang ketiga, saat sakit dan tertimpa musibah, kita bisa tahu orang-orang yang benar-benar ada dan peduli. para teman-teman super yang ngaruhke dan mendoakan. terimakasih tems! Manusia adalah makhluk sosial. teman-teman adalah orang yang juga bisa kita andalkan saat bahkan keluarga sedang tidak cukup mampu untuk itu. jadi memang hidup itu tidak bisa sendirian. begitulah :"

yang keempat, jaga kesehatan, jangan lemah dan sakit, karena ngulang materi kuliah adalah malesi. dan karena sakit datangnya dari Allah semoga kita dihindarkan dari rasa sakit dan musibah, kalo memang harus merasakan, semoga sabar, ikhlas dan pasrah nya selalu terjaga.

Wes ya, kalo diterusin tulisan ini sepertinya akan tambah tidak mutu, sehat selalu kaw! :D

btw ini juni,

tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon yang berbunga itu

Kamis, 19 Maret 2015

First Step

Ngerasa sampah banget minggu ini -_-
Dimana yang lain udah ribut ribut BAB II dan seterusnya, yang sini baru ada tulisan nama dan nim aja di halaman word nya. Sekalinya buka laptop, malah nulis blog. zampaaah masyarakaaaat -_-

First step is always hard. Entah gimana, langkah pertama emang selalu yang paling sulit. Butuh niatan dan kemauan yang besar untuk langkah pertama ini. Karena langkah selanjutnya tinggal mengikuti. Karena langkah pertama adalah pilihan. Dan karena langkah pertama adalah permulaian. Katanya "you don't have to see the whole staircase, just take the first step on faith"

Huffffff
Tapi kalau hanya dikeluhkan dan diceritakan kemana mana, langkah pertama akhirnya hanya akan jadi wacana. Kenapa tidak coba diam dan setidaknya memulai niatan? Bismillah